
Waktu nya berangkat, Kin sudah menunggu dari tadi di depan mobil.
"Tuan saya sudah di luar gerbang.," Tiba-tiba pesan masuk ke handphone Kin.
"Ya ampun ni perempuan kapan lewat nya." batin Kin, dia menyusul kekasih hati nya itu. Melihat Sisi masuk ke dalam mobil hati-hati membuat nya menghela nafas panjang.
"Kamu membuat saya seperti pencuri." ucap Kin.
Sisi tersenyum. "Ayo buruan." ucap Sisi. Kin melajukan mobil meninggalkan Rumah itu.
Kin memandangi wajah Sisi. "Sebaiknya kakak fokus ke jalanan, bagaimana kalau kita menabrak sesuatu?" ucap Sisi.
"Kamu sangat cantik." ucap Kin. "Kakak selalu mengatakan ini, aku saja bosan mendengar nya." ucap Sisi.
"Kamu benar-benar cantik Sisi. Saya tidak berbohong." ucap Kin.
"Baiklah aku tau " ucap Sisi. Kin tersenyum.
"Eh tunggu dulu kita mau kemana?" tanya Sisi karena bukan ke arah rumah Mile.
Kin tidak menjawab nya. "Jawab kak, kita mau kemana?" tanya Sisi.
Tidak beberapa lama berhenti di sebuah Villa.
"Kita ngapain ke sini kak?" tanya Sisi. "Saya ingin menghabiskan waktu dengan kamu merayakan hari pertama kita pacaran." ucap Kin.
"Huff kenapa kakak harus melakukan ini? Bukan kah kita setiap hari bertemu? Kita juga bisa di rumah bersama." ucap Sisi.
"Kamu yakin bisa berduaan di rumah? Kamu tidak akan membiarkan saya mendekati kamu " ucap Kin. Sisi Menghela nafas panjang.
"Saya berjanji ke rumah Mile Siang hari, ini masih pagi. Saya ingin melanjutkan tidur saya." ucap Kin.
Sisi Menggeleng kan kepala nya.
"Aku ingin melihat Bastian Kak." ucap Sisi. "Huff ini saja kamu Masih menghindar dan mencari alasan, bagaimana di rumah?" ucap Kin.
Sisi tersenyum. "Ayo buruan turun. Saya tidak Akan meminta kamu aneh-aneh, saya hanya ingin di temanin dan bersama kamu." ucap Kin.
Sisi akhirnya mau, dia mengikuti Kin ke dalam villa itu.
__ADS_1
"Ayo masuk." Kin masuk ke kamar yang hanya ada satu di villa yang sangat besar dan mewah itu.
"Kakak yakin berduaan saja di sini?" tanya Sisi. Kin menganguk. "Saya sudah berjanji kepada kamu kalau tidak akan melakukan apapun yang tidak kamu ijinkan." ucap Kin.
Mereka masuk ke dalam kamar dan ternyata sangat besar dan juga sangat nyaman.
Kin langsung tidur di kasur. Melihat wajah Kin yang memejamkan mata nya membuat sisi baru paham kalau Kin memang tidak ada tidur tadi Malam.
"Pada kakak tidak tidur tadi malam?" tanya Sisi naik ke kasur. Kin membuka mata nya melihat ke arah Sisi.
"Saya menunggu kamu datang, namun kamu tak kunjung datang sehingga saya terjaga sepanjang malam." ucap Kin. Sisi tersenyum.
Kin mendekati Sisi dan tidur di pelukan Sisi.
"Kenapa kamu sangat wangi sekali?" ucap Kin. Sisi tersenyum. Kin semakin nyaman di pelukan Sisi sampai pada akhirnya dia tertidur.
Karena sunyi Sisi juga jadi ngantuk. Mereka tidur bersama.
Tidak terasa hari semakin siang. Sisi terbangun karena merasa wajah nya di sentuh boleh benda yang cukup kasar.
Dia membuka mata nya dan ternyata Kin yang sudah mencium pipi nya Tampa henti.
Kin berhenti karena di larang oleh Sisi. "Kakak belum memotong kumis, aku tidak suka." ucap Sisi.
"Baiklah.." ucap Kin. Dia duduk dengan benar.
"Ini sudah jam berapa Kak?" tanya Sisi. "Ini sudah jam Satu lewat." jawab Kin. "Ya ampun kenapa aku tidur begitu lama?" ucap Sisi.
"Itu tidak lah lama." ucap Kin. sisi memegang perut nya.
"Saya tidak melakukan apapun, kenapa kamu menyentuh perut mu?" ucap Kin panik.
"Jangan berfikir yang aneh-aneh deh, Aku lapar Kak." ucap Sisi. Kim tersenyum.
"Nih saya sudah menyediakan makanan untuk kamu." ucap Kin. Sisi melihat makanan di atas Meja membuat nya langsung duduk.
"Apa aku boleh Makan?" tanya Sisi. Kin menganguk. Sisi makan. "Nih aaaaaa...." Dia menyuapi makanan ke mulut Eki.
Setelah selesai Makan Sisi ke kamar mandi. Sementara Kin kembali berbaring.
__ADS_1
"Loh kok baring lagi sih kak? Bukan nya kita harus segera ke rumah nya mbak Tiara?" ucap Sisi. "Sebaiknya Besok saja, saya Masih ingin di sini bersama kamu." ucap Kin. Sisi menghela nafas panjang.
Melihat Kin menepuk tempat tidur di samping nya membuat Sisi tersenyum dan langsung naik ke tempat tidur.
Sisi menatap wajah Kin. "Terimakasih banyak yah kak." ucap Sisi mencium Pipi Kin. Kin tersenyum.
Di Rumah Mile. Tiara tidak sengaja melewati Mile yang sedang fokus dengan Handphone nya.
"Kamu membalas pesan siapa? Kenapa kelihatan nya sangat serius?" tanya Tiara. Mile Menggeleng kepalanya.
"Enggak kok. Ini hanya teman kerja saja." ucap Mile. "Wanita yang menjadi sekretaris kamu sekalian menjadi pasangan kamu itu kan?" ucap Tiara. Mile langsung terdiam.
"Bukan kok, kamu jangan berfikir yang aneh-aneh." ucap Mile.
"Aku tidak berfikir yang aneh-aneh karena aku yakin itu dia kan?" ucap Tiara. "Aku hanya berusaha berbicara dengan baik kepada nya. Aku ingin semua nya baik-baik saja." ucap Kin...
Tiara Menghela nafas panjang. "Terserah kamu saja." ucap Tiara meninggalkan Mile begitu saja. Mile menghela nafas panjang.
Tiara di Kamar nya bersama Tian. Tiba-tiba ibu nya datang.
"Ibu belum pulang? aku pikir ibu sudah pulang." ucap Tiara. Bu Rosa tersenyum. Dia duduk di pinggir kasur.
"Ibu mau berbicara dengan kamu nak." ucap Bu Rosa.
"Mau membicarakan soal apa Bu?" tanya Tiara. "Ibu mau minta maaf sama kamu." ucap Bu Rosa. "Meminta Maaf untuk apa Bu?". tanya Tiara.
"Selama ini ibu sudah sangat jahat kepada kamu, Maafin Ibu yah nak, semua penderita an kamu karena Ibu. Maafin Ibu.." ucap Bu Rosa memeluk anaknya.
Tiara membalas pelukan ibunya. "Aku sudah memaafkan ibu, aku juga banyak salah kepada ibu dan ayah aku minta maaf." ucap Tiara.
"Iyah nak," ucap Bu Rosa. "Sekarang ibu akan mendoakan kebahagiaan kamu dengan keluarga kecil kamu, dan juga kak Rafi dia akan memilih kehidupan nya sendiri. Ibu tidak akan pernah mengatur." ucap Bu Linda.
"Alhamdulillah Bu." ucap Tiara. Bu Linda terlihat sangat menyesal sekali. Tiara menghapus air mata Ibu nya.
"Aku sayang sama ibu dan juga Ayah." ucap Tiara. Bu Linda menganguk.
Tidak beberapa lama Alisa datang. "Tiara.." ucap Alisa dia baru saja datang. Namun dia terdiam karena melihat Tiara dan juga Bu Linda sedang berpelukan.
"Maaf-maaf aku menggangu." ucap Alisa.
__ADS_1
"Enggak kok nak, kamu jangan pergi, ayo masuk ke dalam." ucap Bu Linda. Alisa tersenyum dia masuk ke dalam.