
"Aku tidak pernah berfikir kamu adalah mafia." ucap Tiara. Mile terdiam. "Sudah berhenti membahas itu." ucap Mile.
"Tiara!" panggil Mile. "Humm.. kenapa?" tanya Tiara.
"Kenapa sifat kamu pada saya dan kak Rafi sangat beda?" tanya Mile.
"Beda bagaimana? Aku sama-sama mencintai kamu dan kak Rafi." ucap Tiara.
"Saya memerhatikan kamu lebih manja kepada kak Rafi, kamu lebih banyak mengeluh pada nya, dan kamu sangat terbuka juga pada nya." ucap Mile.
Tiara menghela nafas panjang.
"Ya ampun hanya itu saja kamu pertanyaan?" ucap Tiara.
"Saya harus mempertanyakan itu. Semua istri rekan-rekan saya selalu merepotkan mereka. Pasti istri nya selalu manja kepada mereka, namun kenapa kamu tidak?" ucap Mile.
"Aku sudah banyak merepotkan kamu, aku harus merepotkan bagaimana lagi?" ucap Tiara. Mile Menghela nafas panjang.
"Saya tidak mau kamu menahan semua nya, apapun yang kamu rasakan katakan pada saya." ucap Mile. Tiara tersenyum.
"Terimakasih sudah memperdulikan aku. Tapi aku baik-baik saja, aku selalu jujur apa yang aku rasakan sama kamu." ucap Tiara.
"Bukan kah sebelum nya kamu yang bilang kalau aku tidak boleh manja? Kamu meminta ku untuk menjadi wanita yang mandiri jangan hanya menyusahkan orang lain. Aku ingin menjadi wanita yang kamu idamkan." ucap Tiara.
"Saya mengatakan itu dulu, bukan sekarang." ucap Mile. "Yang kamu katakan benar, karena kamu juga aku sadar tanggung jawab ku apa. Dan juga aku harus bersifat dewasa." ucap Tiara.
Mile memeluk istrinya. "Maafin saya Kalau dulu membuat kamu terluka." ucap Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.
"Enggak kok. Aku yang berterima kasih sama kamu." ucap Tiara.
"Tapi apapun yang aku lakukan tidak akan bisa menyaingi semua mantan-mantan kamu. Mereka semua adalah wanita sukses. Wanita yang berkarier dan mempunyai pendidikan yang tinggi." ucap Tiara. Mile menatap istrinya.
"Sedangkan aku, hanya wanita biasa, tidak mempunyai prestasi, dan juga pekerjaan. Aku hanya Sibuk nongkrong ke sana dan ke sini, tentu nya kalau bukan di jodohkan kamu pasti tidak mau pada wanita Seperti ku." ucap Tiara.
Mile membuat jari nya di bibir Tiara. "Sssttt... Siapa bilang kamu tidak idaman saya?" ucap Mile.
"Aku tau semua mantan kamu adalah anak orang kaya. Bukan hanya kaya mereka juga wanita-wanita yang sangat pintar." ucap Tiara.
"Tapi kamu harus tau, walaupun mereka pintar dan kaya, hanya kamu yang berhasil menjadi pendamping saya, wanita yang sering mabuk dengan teman-teman nya." ucap Mile.
__ADS_1
Tiara memukul Dada Mile. "Aku serius." ucap Tiara. Mile tertawa kecil. "Berhenti membahas ini, saya tidak suka." ucap Mile.
"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana dulu kamu menjalin hubungan dengan mereka. Pasti sangat mesrah sekali." ucap Tiara.
"Saya tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang. Saya masih menjadi Mile yang sama. Bersifat seperti ini selalu." ucap Mile.
"Tuh kan, aku sama mantan kamu perlakuan dengan sama." ucap Tiara.
Mile tiba-tiba mencium bibir Tiara. Tiara langsung terdiam kaget.
"Apa yang kamu lakukan?" ucap Tiara. "Kalau kamu tidak berhenti membahas soal mantan saya tidak akan memberikan ampunan pada kamu." Ucap Mile. Dia mau mencium bibir Tiara lagi namun di tahan oleh Tiara.
"Baiklah-baiklah, aku minta maaf." ucap Tiara. Mile menatap istrinya dengan tatapan tajam.
"Kamu pasti sangat sering kan mengancam mantan kamu seperti ini? " ucap Tiara lagi. Mile tidak ada kesabaran lagi dia langsung mencium bibir istri nya Tampa melepaskan nya.
"Lepaskan aku." ucap Tiara.
"Kamu sudah memancing saya." ucap Mile. Dia menggigit bibir Tiara agar membuka mulutnya.
Mile memaksa membuka baju istri nya. "Aku nyerah, aku nyerah." ucap Tiara.
"Bibir ku sangat sakit kamu gigit." ucap Tiara. Mile mendekati Tiara dia mencium bibir Tiara yang sakit. Namun Tiara semakin menghayati ciuman Suami nya.
Mile membaringkan istri nya perlahan. Dia membuka baju nya dan memegang leher Tiara. Bibir nya tak kunjung lepas.
"Tok!! Tok!! Tok!!" Den Mile, Non Tiara!" panggil Bibik Ja.
Mile menghentikan aksinya, dia beranjak dari atas Tiara. Memasang baju nya.
"Ada apa Bik?" tanya Mile dengan nada yang sangat dingin serta tatapan tajam membuat Bibik Ja kaget.
"Keponakan den Sudah sampai." ucap Bibik Ja. "Saya akan turun." ucap Mile. Bibik Ja menganguk.
"Kenapa?" tanya Tiara. Mile memasang wajah lesu.
"Vano, Lena, Riska dan Rika sudah datang." ucap Mile.
"Oohhh. Ya udah kalau begitu Ayo turun." ucap Tiara. Mile menganguk.
__ADS_1
Mereka pun turun ke bawah.
"Tante Tiara." Mereka semua memeluk Tiara. "Kamu sangat merindukan Tante."
"Tante juga merindukan kalian semua, bagaimana kabar nya?" tanya Tiara. "Baik Tante, bagaimana dengan Tante. Junior Minor apakah dia sehat?" ucap Lena.
"Alhamdulillah sehat kok." ucap Tiara. "Perut Tante sudah mulai kelihatan yah." ucap Lena.
"Ekhem-Ekhem!!" Mile berdehem di samping.
"Kenapa Om? Om Mau Minum?" tanya Vandi.
"Om yang mengundang kalian pulang ke sini, ini juga rumah Om. Om juga saudara kandung kalian. Tapi kalian sama sekali tidak menyapa Om." ucap Mile.
"Om ganteng ku, jangan marah-marah Gitu dong, masa iya Cemburu sama istri sendiri." ucap Lena. Mereka pun berpelukan.
"Maafin kami yah om sudah melupakan Om." ucap Vandi.
"Huff kamu tunggu Saja hukuman mu." ucap Mile pada Vandi. Tiara tersenyum.
Mereka duduk di ruang tamu. "Om sudah memeriksa nilai Kalian semua. Hanya nilai Vandi yang sangat buruk. Om di tegur oleh orang tua kamu karena mendapatkan nilai yang buruk. Mau bagaimana pun om yang bertanggung jawab atas Kalian itu sebab nya Om yang akan turun tangan sendiri." ucap Mile.
"Maksud Om?" tanya Vandi. "Om yang akan mengajari kamu." ucap Mile. Vandi menghela nafas panjang. sambil memasang wajah cemberut.
Sementara yang cewek-cewek tertawa kegirangan.
"Sudah jangan membahas hukuman sekarang. Bagaimana kalau siang ini kita merayakan kedatangan Kalian di restoran?" tanya Tiara.
"Horee!!! Aku mau Tante." ucap Lena. "Kalian semua tidak perlu khawatir karena ada om Mile yang akan membayar semua nya." ucap Tiara.
"Kamu belum bisa pergi, kamu Masih sakit." ucap Mile.
"Aku sudah sehat. Boleh yah." ucap Tiara membujuk suami nya.
"Ini juga demi si bayi yang dalam perut aku." ucap Tiara. Mile melihat wajah Keponakan dan istri nya sudah sangat berharap.
"Baiklah, tapi saya harus ikut." ucap Mile. "Bagaimana semua nya setuju?" tanya Tiara.
"Om Mile kalau ikut kerja nya marah, diam dan memasang wajah galak." ucap Lena.
__ADS_1
"Saya tidak akan melakukan apapun, saya hanya ikut Dan Makan Saja." ucap Mile. mereka semua langsung setuju m