
Tiara merajuk karena Mile membuang semua adonan nya, Mile mengikuti nya namun dia tidak mengijinkan. Tiara duduk di taman belakang sendiri sambil mengatakan sesuatu.
"Bibik!" ucap Mile. "Iyah Den." jawab Bibik sudah sangat takut. "Saya sudah berapa kali bilang jangan membuat kue di rumah ini!" ucap Mile.
"Maaf kan saya den, tapi non Tiara ngidam, mau tidak mau saya harus melakukan nya." ucap Bibik.
"Kan bisa di beli bik. Jangan sampai saya tau." ucap Mile. "Bibik minta maaf den, Bibik tidak mengulangi nya lagi." ucap Bibik Ja.
Mile melihat hasil USG di atas meja. Mile tersenyum tipis melihat hasil nya. Dia pun mengirim kab foto ke papah nya.
Mile mau kembali ke kamar namun Tiara juga sudah masuk ke dalam rumah.
"Tiara!" Mile menahan Tiara.
"Ada apa lagi? kamu nyebelin tau gak sih! Aku sudah capek-capek bikin adonan kamu malah membuat nya." ucap Tiara marah.
"Iyah-iyah saya salah. Lagian kenapa harus membuat sendiri sehingga mengacaukan dapur kamu bisa membeli nya sendiri." ucap Mile.
"Kamu tau kata-kata ngidam gak sih? aku ingin membuat nya sendiri dan kalau di beli aku tidak akan makan.," ucap Tiara.
"Kenapa Kamu sangat cerewet sih, kamu banyak kehendak." ucap Mile. Tiara Seketika mencubit perut Mile.
"Coba ngomong apa tadi?" tanya Tiara.
"Aaaaa sakit Tiara." ucap Mile. "Awas saja yah kalau ngomongin aku lagi!" ucap Tiara kesal.
Di Sore hari nya Tiara baru saja selesai mandi.
Entah mengapa dia tidak bisa memalingkan pandangannya dari badan Tiara yang tertutup oleh jubah mandi itu.
Saat Tiara berdiri di depan meja rias tiba-tiba Menarik nya ke kasur melemparkan ke kasur.
"Apa yang kamu lakukan Mile! Jangan macem-macem yah." ucap Tiara. "Saya tidak bisa menahan nya lagi." ucap Mile langsung membuka bajunya.
"Aku mohon jangan melakukan itu sekarang, aku sedang tidak mood, aku mohon jangan." ucap Tiara. Namun Mile tidak perduli.
"Jangan melarang saya ketika saya sudah di puncak seperti ini." ucap Mile dia langsung memaksa membuka jubah Tiara namun Tiara tidak mau.
"Aku mohon jangan, dokter juga melarang untuk berhubungan badan selama satu Minggu ke depan." ucap Tiara. "Kamu bisa membohongi saya." ucap Mile.
__ADS_1
"Aku tidak mau melayani kamu, aku sama sekali tidak menyukai kamu, aku tidak bisa memberikan pelayanan yang baik." ucap Tiara.
Mendengar itu Mile langsung diam. Dia menatap Tiara.
"Jangan berpura-pura lugu Tiara, kamu sama saya Sama sekali tidak perawan lagi. Seorang putri dan keluarga besar pak Yuda ternyata mempunyai pergaulan yang buruk." ucap Mile.
"Jaga yah mulut kamu!" ucap Tiara. Mile tersenyum.
"Layani saya malam ini, saya mohon." ucap Mile. Melihat wajah Mile, Tiara juga tidak tega.
"Saya minta maaf sudah menyatakan hal yang tidak harus saya katakan." ucap Mile, nafas nya sudah benar-benar sangat berat. Adik nya juga sudah mengeras dia siap untuk di keluar kan.
Tidak menunggu lama Mile langsung mencium bibir Tiara,
Mereka berdua bermain cukup kasar kali ini. Entah apa yang di alami Mile namun tiba-tiba saja nafsunya sangat tinggi.
Jam Sebelas malam Mile terbangun dan melihat jam. Mile memeluk Tiara dari belakang dan mereka sama sekali tidak berpakaian.
"Maafkan saya." ucap Mile.
Tiara bergerak dia menghadap ke arah Mile. Mile menatap wajah Tiara. Tiara juga jadi bangun.
"Aku mau ngambil minum." ucap Tiara. Mile langsung turun mengambil nya memberi kan pada Tiara. Suasana terasa jadi sangat canggung, Mile membentang kan tempat tidur nya di bawah.
Keesokan harinya Mile bangun lebih awal lagi.
"Tiara! Tiara!" Mile membangun kan Tiara. "Ada apa lagi Sih,?" tanya Tiara.
"Saya harus berangkat kerja, tolong siap kan pakaian saya." ucap Mile. Tiara membuka mata nya.
"Hufff. Kamu mengganggu ku saja." ucap Tiara. Dia bangun dan langsung memilih pakaian.
Setelah selesai Tiara melihat Mile masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai mandi Mile keluar. "Lupakan soal tadi malam, saya biasa tiba-tiba bernafsu tinggi." ucap Mile.
"Lain kali jangan meminta nya pada ku!" ucap Tiara.
"Kenapa? Untuk apa saya menikah kalau tidak bisa menggunakan badan mu." ucap Mile.
__ADS_1
"Kamu menikahi ku karena badan ku?" ucap Tiara.
"Jadi menurut kamu? Kalau seandainya Keluarga saya tau sifat asli kamu, kamu sekali tidak pantas masuk ke keluarga Minor." ucap Mile.
Hati Tiara sangat sakit mendengar nya namun dia tidak bisa mengatakan apapun. Dia pun langsung keluar sambil menangis.
"Ya Allah kenapa aku sangat hina di depan nya? dia bahkan sama sekali tidak menghargai ku." ucap Tiara. Mile sudah rapi dia langsung turun ke bawah.
"Mana Tiara bik?" tanya Mile. "Saya belum melihat nya dari tadi Den." ucap Bibik. Mile berfikir kalau Tiara di ruangan lain. sementara Tiara sudah meninggal kan rumah suami nya.
"Aku tidak menginginkan ini, dia menganggap ku jadi wanita murahan." batin Tiara. Dia pergi tanpa tujuan. Namun karena tidak ada tempat yang menurutnya aman dia pun pulang ke rumah orang tua nya.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga.
"Ibu Ayah." ucap Tiara menangis. kebetulan ayah dan ibu nya Masih di rumah.
"Ada apa? Kenapa kamu datang ke sini pagi-pagi? Mana suami kamu?" tanya buk Rosa.
"Aku bertengkar dengan Mile Buk, aku tidak mau pulang sama dia lagi, aku mau di sini saja." ucap Tiara.
"Ayo duduk dulu, ibu sama ayah sama sekali tidak paham. apa masalah nya? Mile ngapain kamu?" tanya Ayah nya.
Tiara terdiam dia tidak mungkin menceritakan nya.
"Aku pokoknya gak pulang ke sana lagi buk, aku di sana menjadi pembantu oleh nya. Dia sama sekali tidak mengerti pada ku." ucap Tiara.
"Jangan gegabah Tiara, kamu harus tetap pulang ke sana, dia sudah jadi suami kamu, kamu juga istri nya." ucap Ibu Rosa.
"Gak mau Buk, aku tidak mau." ucap Tiara tetap tidak mau. "Jangan membuat Masalah Tiara, kamu sengaja membuat Ibu dan ayah malu pada keluarga pak Daniel?" ucap Buk Rosa.
"Tapi buk."
"Tidak ada tapi-tapian! Kamu harus dewasa, kalau ada masalah hubungan kamu selesaikan sendiri, jangan datang-datang ke sini." ucap Pak Yuda
"Aku hanya mempunyai kalian untuk mengadu." ucap Tiara.
"Kamu harus belajar mencintai suami kamu, kamu juga sudah mengandung anak Nya." ucap pak Yuda.
Tiara semakin sedih namun dia hanya bisa diam saja.
__ADS_1