
"Kamu tenang saja Tiara. Kakak tau batasan kok." ucap Rafi sambil tersenyum. "Hati-hati Alisa, pria seperti kak Rafi sama sekali tidak bisa di percaya." ucap Tiara.
Tiara tersenyum. "Kamu jangan menjelek-jelekkan kakak seperti itu dong." ucap Rafi. Alisa tertawa.
"Aku tidak ingin kakak satu atap dengan Alisa, aku takut sesuatu yang tidak di inginkan terjadi." ucap Tiara.
"Baik Tuan putri." ucap Rafi. "Ya udah kalau begitu aku istirahat dulu yah." ucap Tiara.
"Tunggu dulu." ucap Rafi. "Iyah kak kenapa?" tanya Tiara.
"Mamah sama papah jangan sampai tau yah. Kakak tidak ingin mamah tau." ucap Rafi. "Kakak tenang saja, kakak bisa percaya sama aku." ucap Tiara.
Rafi tersenyum. "Kamu kok sendirian di sana? Suami kamu mana?" tanya Rafi. "Mile ada kerajaan. Dia tidak pulang malam ini." ucap Tiara.
"Oohh ya udah kalau begitu kamu istirahat yah." ucap Rafi. Tiara menganguk panggilan telepon pun langsung mati.
Alisa menatap wajah Rafi. "Kenapa sayang? ayo tidur." ucap Rafi memeluk Alisa. Namun Alisa menjauh dari Rafi.
Rafi Menatap nya bingung.
"Ada apa?" tanya Rafi.
"Aku tidak bisa mempercayai kamu. Aku akan tidur di kamar sebelah." ucap Alisa. Rafi Menghela nafas panjang.
"Kamu mempercayai kata-kata Tiara?" ucap Rafi.
Tiara terdiam. "Dia hanya bercanda saja, kamu tidak perlu khawatir, aku tau dengan bagaimana aku bisa menahan diri sampai pada akhirnya aku menikahi kamu." ucap Rafi.
"Aku tau kamu adalah pria normal, aku tidak ingin terjadi sesuatu, aku sangat takut." ucap Alisa. "Huff Tiara membuat semua nya seperti ini. Baiklah kalau kamu tidak percaya pada aku." ucap Rafi.
"Kamu tidur di sini saja, aku akan tidur di sofa. Kamar sebelah bekas Enjel belum dibersihkan." ucap Rafi.
Wajah nya sudah tidak Mood lagi. "Aku sudah sangat lelah, aku juga pusing namun ada saja masalah kecil yang harus di besar-besar kan." ucap Rafi. Dia langsung keluar.
Alisa terdiam melihat Rafi. "Apa yang aku katakan salah? Salah nya di mana?" tanya Alisa lagi. Dia melihat raut wajah Rafi yang seperti nya Kesal namun mencoba untuk sabar.
"Aku penasaran apa yang mengganggu nya. Kalau pun dia lelah dia tidak akan pernah sejutek itu pada ku." ucap Alisa dia memeriksa ponsel Rafi.
Dan kebetulan sekali layar langsung di pesan orang tua nya yang meminta dia untuk datang membahas soal pertunangan mereka.
"Aku baru ingat kalau tiga hari lagi pertunangan Rafi dengan Enjel." ucap Alisa. "Apa yang harus aku lakukan? Seperti nya Rafi benar-benar stres." ucap Alisa merasa bersalah.
__ADS_1
"Rafi..." Ucap Alisa berdiri di depan Rafi yang sudah tidur. Rafi mencoba untuk membuka mata nya walaupun sudah sangat mengantuk sekali.
Dia melihat Alisa yang memeluk bantal di samping sofa memasang wajah cemberut.
Rafi menghela nafas panjang dia memijit-mijit pelipis nya.
"Ada apa?" tanya Rafi. Alisa diam.
"Aku minta maaf, aku gak ingin kamu marah." ucap Alisa setelah Rafi memegang tangan nya.
Rafi tersenyum. "Aku gak marah sayang, aku hanya lelah saja." ucap Rafi memeluk Alisa.
"Ayo tidur di kamar." ucap Rafi. Alisa menganguk mereka pun masuk ke dalam kamar. Alisa menenggelamkan wajahnya di dada Rafi yang memeluk nya.
Keesokan harinya...
"Selamat pagi Bik. Kak Bili." ucap Tiara. Dan melihat kedua wanita cantik yang duduk di meja makan. Bili tersenyum.
"Pagi juga." ucap Bili.
"Kakak sudah rapi seperti ini mau kemana?" tanya Tiara. "Kerja Tiara." ucap Bili. "Oohhh." jawab Tiara.
"Mile kamu baru pulang? Aku akan membuat kan kamu Susu hangat." ucap Tiara. Namun tetap saja suami nya diam.
"Aku ke atas dulu yah kak." ucap Tiara dia menyusul suami nya.
"Kamu kenapa mengabaikan aku?" tanya Tiara sampai di kamar. "Saya sangat lelah." ucap Mile.
Tiara membantu membuka jas suami nya.
"Aku bertanya kenapa kamu tidak menjawab nya? Tidak biasa nya kamu seperti ini, apa yang terjadi?" Tanya Tiara.
Mile Menghela nafas panjang. "Saya sudah bilang beberapa kali kalau saya tidak suka kamu dekat-dekat dengan Bili. Kamu duduk di samping nya sambil tertawa gembira." ucap Mile.
Tiara menatap suaminya. "Kamu seperti anak kecil kalau seperti ini deh." ucap Tiara. Mile diam.
"Kamu mandi pagi?" tanya Mile mencium aroma wangi istri nya.
"Iyah, tiba-tiba Perut ku sakit lagi dan mual-mual sehingga mengenai pakaian ku." ucap Tiara. Mile mengelus kepala istri nya.
"Maafkan saya membuat kamu seperti ini." ucap Mile.
__ADS_1
Tiara tersenyum. "kamu selalu merasa bersalah ketika aku sakit. ini adalah hal biasa untuk wanita hamil." ucap Tiara.
Mile menatap iba istri nya. Dia mengelus perut Anak nya. "Sudah berapa kali papah bilang, jangan membuat mamah sakit." ucap Mile.
Tiara tersenyum. "Jangan aneh-aneh deh, lebih baik sekarang kamu mandi dan istirahat." ucap Tiara.
"Oh iya hari ini Rombongan Vandi Kembali ke Jakarta, mungkin siang nanti sudah sampai." ucap Mile.
"Sungguh?" ucap Tiara. Mile mengangguk. "Aku sudah sangat merindukan mereka semua." ucap Tiara.
Mile sangat senang istri nya menerima semua keponakan Nya dengan baik.
"Ya udah kamu mandi yah, aku akan menyiapkan pakaian untuk kamu dan kita sarapan sama-sama." ucap Tiara.
Mile menganguk.
"Bibik Ja. Kami berangkat kerja dulu yah. Tolong kasih tau juga sama. Tiara dan Mile." ucap Bili.
"Baik Pak, hati-hati." Ucap Bibik Ja. Bili menganguk. Mereka pun pergi meninggalkan rumah Mile itu.
Tidak beberapa lama Mile selesai mandi. "Kenapa kamu tidak mengering kan rambut kamu dengan benar?" ucap Tiara melihat rambut Mile masih sangat Basah.
Tiara mengambil handuk dan mengeringkan nya. Tiba-tiba Mile teringat Ibu nya.
"Mile kering kan rambut kamu dengan benar!" kata-kata Ibu nya yang teringat oleh nya.
"Jangan menatap ku seperti itu." ucap Tiara. Mile tersenyum.
"Kamu itu sama sekali seperti mamah saya. Kamu adalah wanita kedua yang mengeringkan rambut saya." ucap Mile.
"Yakin hanya hanya dua?" ucap Tiara. Mile menganguk.
"Aku tidak percaya. Karena aku dengar mantan kamu sangat banyak dan tentunya mereka pasti sering memanjakan kamu." ucap Tiara.
"Kamu tau dari Bili?" ucap Mile. Tiara diam.
"Nih sudah kering. Cepat pakai baju, karena aku sangat lapar." ucap Tiara. Mile mengenakan pakaian nya dan setelah itu turun ke bawah.
"Awas saja loe yah Bili." batin Mile.
"Bik, Bili mana?" Tanya Mile. "Mereka baru saja berangkat bekerja Den." jawab Bibik Ja.
__ADS_1