Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 206


__ADS_3

Tiara kaget dia langsung menatap ke arah Ibu nya.


"Terserah ibu Saja, aku akhir-akhir ini tidak pemilih makanan." jawab Tiara.


"Baiklah kalau begitu, ibu keluar dulu." ucap Bu Rosa. Tiara cukup lama terdiam karena ibu nya tiba-tiba saja menjadi baik.


Tiara menoleh ke arah nakas yang ada di samping tempat tidur. Dia membuka nya namun dia sangat kaget tidak menemukan jam dan juga Dasi yang sempat dia simpan di Sana.


"Loh kemana jam itu?" ucap Tiara kaget dan juga bingung.


Dia terus mencari kemana pun yang kira-kira ada.


Namun dia sudah mencari ke semua laci namun tak juga mendapatkan nya.


Dia terus mencari kemana pun sampai semua nya berantakan. Tiba-tiba ibu nya masuk ke dalam kamar nya memanggil untuk makan.


"Ya ampun Tiara, apa yang sedang kamu lakukan? Kenapa semua nya berantakan?" tanya Bu Rosa. "Aku sedang mencari jam tangan yang ada di nakas ini Bu. Ibu melihat nya?" tanya Tiara..


"Nakas itu sudah ibu ganti. Nakas lama kamu ada di gudang." ucap Bu Rosa. Tiara langsung keluar dari kamar itu dan berlari ke gudang.


"Uhukk-uhukk!!! Dia batuk karena banyak nya debu di ruangan itu.


Dia mengabaikan pusing kepala nya dan perut nya yang mulai mual. "Ini dia." Dia akhirnya mendapatkan nakas nya. Dia langsung membuka nya.


Dia melihat jam dan juga Dasi belum berpindah dari sana.


"Jam apa sih yang kamu cari?" tanya Bu Rosa pada Tiara yang baru saja kembali ke kamar. Bu Rosa melihat Jam tangan yang di tangan Tiara.


"Humm pantesan saja kamu mencari nya. Ini adalah Jam mahal, harga nya bisa sampai 2 M." ucap Bu Rosa.


"Apa ini Milik Suami kamu? Kenapa kamu biarkan di sini begitu lama?" ucap Bu Rosa.


Tiara menggeleng kan kepala nya. "Aku lupa Bu." ucap Tiara.


"Ya udah kalau begitu rapikan semua kekacauan ini, setelah itu kamu turun makan. Ibu harus pergi bersama teman-teman ibu." ucap Bu Linda.


Tiara menganguk. Ibu nya pergi dia pun masuk ke dalam kamar itu. Dia membuka semua kado itu tanpa ada yang tersisa.

__ADS_1


Namun Kado terakhir, kado yang paling kecil di antara semua kado itu. Dia membuka nya. Namun tiba-tiba dia terkejut.


"Aaaaa!!!!" Dia berteriak dan melempar kan dua foto yang di tangan nya itu. Tangan nya bergemetar, badan nya juga terasa panas dingin.


"Ada apa non?" tanya Bibik yang baru saja datang.


Tiara Deng cepat mengambil foto yang berukuran kecil itu dan memasuk kan nya ke dalam tas.


"Enggak ada kok Bik, oh iya bik bantuin aku merapikan semua ini yah." ucap Tiara. Bibik itu menganguk.


Tiara juga berpesan kado-kado itu di bawa ke dalam mobil nya. Setelah itu dia makan di meja makan.


Makanan yang di masak ibu nya kelihatan nya enak, namun dia tidak berselera makan.


Dia langsung meninggalkan meja Makan. "Ayo kita langsung pulang Pak." ucap Tiara. Bibik yang melihat Tiara pergi begitu saja membuat nya heran.


Di dalam mobil Tiara mengeluarkan foto yang dia masuk kan ke dalam tas nya. Itu adalah foto Tiara yang sedang tengkurap dan di foto setengah badan dari belakang tidak mengunakan apapun.


"Aku yakin pria itu yang mengirimkan ini, untung saja aku tidak membuka nya di depan Mile." batin Tiara.


"Pria itu sungguh brengsek! Kalau pada saat itu dia menunjukkan dirinya aku akan meminta pertanggung jawaban nya!" ucap Tiara.


Dia menjawab nya sehingga tidak sadar kalau salah satu foto itu jatuh ke sela-sela tempat duduk mobil itu.


Setelah berbicara dia langsung memasukkan handphone dan juga foto ke dalam Tas nya.


Tiba di rumah dia langsung istirahat karena badan nya terasa sangat lelah sekali. Tidak terasa sudah Sore jam lima sore.


Mile baru saja pulang namun tidak melihat istrinya. Dia langsung ke kamar


"Ini sudah mau magrib, kenapa di a tidur?" batin Mile.


Mile duduk di pinggir kasur mengelus perut Tiara.


Tiara bergeliat dia membuka mata nya dan melihat Mile yang duduk di samping nya. "Kamu sudah pulang? Maafin aku yah, aku ketiduran." ucap Tiara.


"Bangun dan langsung mandi gih, kita makan malam Keluar.. Wajah kamu sangat pucat, kamu pasti mengabaikan makan siang." ucap Mile..

__ADS_1


"Aku tidak berselera." ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang, dia membantu istri nya Duduk.


"Ayo mandi." ajak Mile. Tiara menganguk.


Tidak beberapa lama selesai mandi Mile membantu mengeringkan rambut istri nya, sementara Tiara Masih asik bermanja-manja dengan suami nya.


Setelah mereka siap dan keluar dari kamar itu. Kebetulan juga Keponakan nya baru pulang, Mile Ijin untuk Makan malam diluar.


Mereka semua mau ikut namun Mile melarang nya. Karena malam ini khusus untuk mereka berdua saja.


Tiara hanya bisa senyum-senyum aja.


Mile mengendarai mobilnya sendiri. "Kamu mau Makan di mana?" tanya Mile.. Tiara memberi tahu restoran yang belum pernah dia kunjungi. Tidak terkenal sih, tapi Tiara ingin mencoba.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sana mereka memesan makanan dan memesan meja yang VIP.


"Silahkan duduk." ucap Mile menarik kursi untuk istri nya Tiara tersenyum dia tidak lupa mengucapkan terimakasih.


"Tumben-tumbenan banget sih kamu ngajakin aku makan malam di luar seperti ini." ucap Tiara.


"Kita sudah biasa melakukan ini, kenapa kamu mengatakan nya tumben?" ucap Mile. "Tidak biasa nya berdua, karena kalau tidak dengan papah mamah, bersama Keponakan." ucap Tiara.


"Saya ingin berdua saja dengan istri saya, apa itu salah? Saya juga ingin merayakan kebahagiaan saya akan mendapatkan anak laki-laki." ucap Mile.


Tiara tersenyum. "Oohhh." ucap Tiara.


"Kamu tunggu di sini sebentar, saya keluar mengambil sesuatu." ucap Mile. Tiara menganguk.


Sudah dua puluh menit Mile keluar tak kunjung kembali, makanan sudah di hidangkan, perut nya juga sudah lapar namun tidak mungkin dia makan duluan.


"Kemana sih dia?" tanya Tiara. "Hey!!" Tiba-tiba seseorang datang menyapa nya. Tiara kaget di langsung berdiri.


"Kamu lagi?" ucap Tiara kaget melihat Rino.


Rino tersenyum.


"Saya baru saja selesai makan di lantai atas, namun tidak sengaja melihat kamu di sini sendirian." ucap Rino.

__ADS_1


"Bagaimana kabar kamu?" ucap Rino. "Aku baik-baik saja." ucap Tiara.


"Kamu sendirian di sini?" tanya Rino lagi. Tiara mau berbicara namun teman Rino sudah langsung mengajak nya pergi.


__ADS_2