Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 60


__ADS_3

Mile tidak bisa mengikuti Tiara yang tidak mau berhenti mengelilingi taman itu, dia pun duduk bersama Bibik di kursi bawah pohon sambil Makan eskrim.


"Saya baru melihat Non Tiara seceria itu Den, seperti nya non Tiara sudah lama ingin ke sini." ucap Bibik.


"Bukan nya saya ingin mengekang dia bik,. tapi Bibik tau sendiri kalau sekarang semua orang tau kalau dia hamil, di dalam perut nya ada penerus keluarga Minor." ucap Mile.


"Iyah Den Bibik paham kok, Bibik juga sangat khawatir Akan keselamatan mereka." ucap Bibik.


"Bagaimana sudah puas?" tanya Mile pada Tiara yang kembali ke kursi yang ada suami nya. Tiara mengangguk dia duduk di samping Mile.


"Aku haus." ucap Tiara. Bibik langsung membuka kan botol minum.


"Yang lain pada kemana?" tanya Mile.


"Mereka lagi melihat Cewek sama cowok yang lagi olahraga di sebelah sana." ucap Tiara.


Mile melihat Tiara berkeringat sekali sehingga rambut nya jadi basah. Tiba-tiba Mile merapikan rambut Tiara. Tiara terkejut.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Tiara.


"Merapikan rambut kamu." ucap Mile. Namun Tiara langsung mengikat rambut nya sendiri.


"Aaaa Balon ku." anak kecil tiba-tiba berteriak dan menangis karena balon nya lepas dari tangan.


Mile dengan cepat langsung menangkap balon yang belum terlalu tinggi kebetulan tali nya Masih bisa di gapai oleh Mile.


"Ini Balon nya dek." ucap Mile memberikan nya pada anak perempuan yang sudah berhenti menangis.


"Makasih yah Om." ucap Anak itu.


"Sama-sama, pegang erat-erat yah biar gak lepas lagi. kamu kenapa sendirian di sini?" tanya Mile.


"Seperti nya dia kehilangan pengawasan dari orang tua nya deh." ucap Tiara. "Orang tua kamu mana?" tanya Mile, namun tiba-tiba anak perempuan itu menangis lagi mencari ibunya.


"Jangan Nangis lagi, kamu akan membantu mencari nya." ucap Mile. "Jangan nangis Sayang, jangan takut." ucap Tiara mengelus rambut anak itu.


Mile mengandeng tangan Anak itu sambil mengikuti kemana Anak itu membawa mereka.


Tiara memerhatikan Mile yang sangat perduli pada anak kecil itu. "Aku baru tau kalau ternyata pria seperti dia perduli pada anak kecil." batin Tiara.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya Anak kecil itu bertemu dengan ibu nya yang ternyata juga kecarian, dia mengucap kan terimakasih pada Mile dan Tiara.


"Aku baru tau kalau kamu suka Anak kecil." ucap Tiara.


"Siapa bilang saya suka anak kecil? Itu hanya kebetulan saja, lagian kalau tidak di Tolong dia akan menangis Terus sampai air mata dan suaranya sampai habis." ucap Mile.


"Ih kok ngomong gitu sih, anak kecil pada umumnya memang seperti itu." ucap Tiara.


"Saya tidak suka anak kecil, karena itu sangat merepotkan dan juga berisik." ucap Mile.


Tiara Menghela nafas panjang.


"Terus bagaimana kalau anak ini sudah lahir?" tanya Tiara. "Kamu urus sendiri." ucap Mile. Tiara memukul lengan Mile begitu kuat.


"Kita membuat nya berdua, mengurus nya juga harus berdua." ucap Tiara, Mile terdiam sambil menatap Tiara.


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu? kalau kamu tidak mau mengurus nya jangan pura-pura perduli pada janin ku." ucap Tiara.


"Baiklah-baiklah saya minta maaf. Saya sama sekali tidak paham bagaimana mengurus anak kecil." ucap Mile.


Tiara berjalan duluan meninggalkan Mile.


Setelah dari taman mereka Makan di sebuah restoran yang di pilih oleh Vandi.


Tiara memandangi wajah nya dan badan nya di cermin kamar mandi.


"Seharusnya aku tidak perlu menuntut apa-apa dari Mile tentang anak ini, karena ini bukan anaknya, sudah baik dia mau menikah dengan ku." ucap Tiara.


Setelah selesai mandi dia keluar dan langsung berbaring di tempat tidur. Dia memeriksa ponsel nya namun tiba-tiba dia melihat tanggal.


"Tanggal 30 bulan 3, ini adalah hari anniversary aku dengan Bilmar. Hanya butuh beberapa bulan saja kamu sudah bersama tiga tahun namun dia meninggal kan ku." ucap Tiara.


Tiba-tiba dia mengingat saat-saat bersama Bilmar. Dia merasakan kebahagiaan, di istimewa kan, di sayang di perduli kan oleh seseorang.


Bilmar sangat menyanyangi Tiara begitu juga dengan Tiara sangat mencintai Bilmar sehingga terasa sangat sakit mengetahui Bilmar selingkuh.


Air mata Tiara tiba-tiba keluar. "Seandainya aku tidak bertemu orang yang salah aku tidak akan pernah merasakan hal yang begitu sakit sampai sekarang, aku mencintai dia dengan sangat tulus aku percaya pada nya." ucap Tiara.


Tiba-tiba Mile masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu. Tiara langsung membelakangi untuk menutupi wajahnya yang menangis.

__ADS_1


Mile bingung dia melihat punggung Tiara.


"Ibu dan Ayah kamu meminta besok kita ke rumah." ucap Mile. "Humm." jawab Tiara dengan singkat.


"Saya mau mandi, siap kan pakaian saya." ucap Mile.


Tiara hanya mengangguk namun tidak langsung beranjak.


Mile menarik bahu Tiara.


"Ada apa?" tanya Mile. Namun Tiara langsung menutup wajahnya.


"Jangan perduli kan aku, aku baik-baik saja, lebih baik Kamu mandi, bau badan kamu membuat perut ku mual." ucap tiara.


Mile pun langsung ke kamar mandi. Tiara cepat-cepat langsung menghapus air mata nya dan mencari pakaian untuk suami nya. Dia kembali tidur lagi.


Mile keluar dari kamar mandi melihat ke Tiara Masih baring.


"Tiara buat kan saya Kopi." ucap Mile.


"Buat lah sendiri, badan ku sangat lelah. Pinggang ku sakit." ucap Tiara.


Tiba-tiba Mile duduk di pinggir kasur. "Kalau sakit saya bantu untuk mengoles kan minyak urut." ucap Mile.


Tiara langsung beranjak.


"Aku sudah mengoleskan nya tadi, tidak perlu lagi." ucap Tiara langsung turun dari kasur. "Kalau begitu buat kan saya Kopi." ucap Mile.


Tiara Menghela nafas panjang.


"Bisa gak sih kamu jangan menyuruh ku? Jangan menganggu aku Ketika sudah istirahat, aku juga lelah." ucap Tiara.


Mile terdiam mendengar Tiara kelihatan kesal pada nya.


"Saya hanya ingin di buat kan kopi oleh kamu." ucap Mile. Tiara menghela nafas panjang dia pun langsung keluar, Tidak beberapa lama datang dan meletakkan di Depan Mile yang lagi kerja.


Mile hanya bisa menghela nafas melihat istrinya itu. Dia mengaduk kopi nya.


Dia tau kalau Tiara tadi menangis.

__ADS_1


"Apa yang membuat dia menangis? Apa karena menikah dengan ku?" batin Mile. Dua Jam kemudian, Mile sudah selesai dengan laptop nya, menutup dan merapikan semua nya.


Dia baru sadar kalau istri nya tak kunjung Balik ke kamar. Dia keluar mencari nya ternyata Tiara menonton di ruang tamu.


__ADS_2