
Mereka pun pulang dari sana ke penginapan.
"Tiara!" panggil Mile.
"Hum ada apa?" tanya Tiara dengan nada yang sangat malas Sekali.
"Tadi Opah bilang kalau malam ini kita di undang untuk makan malam di rumah nya karena kita juga mau pindah. Akan sulit bertemu dengan mereka lagi." ucap Mile.
"Seperti nya aku tidak akan pergi." ucap Tiara.
"Loh kenapa? Mereka akan Marah Kalau kamu tidak ikut juga."
"Mereka tetap saja akan tidak suka pada ku." ucap Tiara. Mile Menghela nafas panjang.
"Ikut lah dengan saya, karena di penginapan sendirian itu tidak lah baik." ucap Mile.
Tiara menatap Mile.
"Kamu sengaja nyuruh aku ikut biar bisa di marahin sama mami kamu kan?" ucap Tiara.
"Bukan seperti itu. Kamu sebenarnya mau pindah gak sih? Kalau kamu mau pindah kamu harus ikuti perintah saya, kalau kamu tidak ikuti saya akan melaporkan ke orang tua kamu." ucap Mile.
Tiara terlihat sangat Kesal ketika Mile mengancam nya.
"Baiklah kalau begitu, awas saja ngadu sama ibu dan Ayah." ucap Tiara.
Di malam hari nya. "Kamu yakin mau Dandan seperti ini ke rumah Opah? Kamu akan di kira sebagai pelayan di sana." ucap Mile.
"Aku lagi gak Mood untuk Dandan, ayo buruan berangkat." ajak Tiara menarik tangan Mile..
"Tukar pakaian kamu dan dandan yang rapi. Saya malu membawa kamu kalau seperti itu." ucap Mile.
"Kalau kamu tidak mau saya juga tidak Akan memaksa untuk ikut." ucap Tiara.
"Kalau begitu saya yang Akan menukar pakaian kamu." ucap Mile. Tiba-tiba Tiara mundur.
"Jangan macem-macem yah." ucap Tiara.
"Cepat Tukar gak pakai lama. Saya menunggu di dalam mobil, kalau dalam setengah jam kamu tidak keluar saya Akan pergi duluan dan melaporkan kamu ke orang tua kamu." ucap Mile langsung masuk ke dalam mobil.
Tiara langsung bergegas menukar pakaian dengan sangat buru-buru. Namun dia memang sangat Ahli merias wajah nya sehingga sebentar saja sudah terlihat cantik.
__ADS_1
"Huff akhirnya selesai juga." ucap Tiara masuk ke dalam mobil. Dia menatap Mile yang juga menatap nya.
"Kenapa menatap ku seperti itu? apa makeup ku tidak rapi?" tanya Tiara.
Mile mendekati wajah Tiara jari nya merapikan lipstik dan juga bulu mata Tiara.
"Tuh kan gara-gara kamu pasti makeup ku tidak Bagus." ucap Tiara.
"Cantik kok." ucap Mile. Tiara menatap wajah suaminya.
"Seriusan?" tanya Tiara. Mile mengangguk.
"Aku suka deh Ketika kamu memuji ku seperti itu. Terimakasih yah, walaupun aku sangat kesal namun aku sangat suka Pujian yang benar-benar nyata." ucap Tiara.
"Ya udah kalau begitu ayo berangkat pak." ucap Mile pada supir.
"Oh iya ngomong-ngomong Tomi mana yah? Dia tidak kelihatan." ucap Tiara. Mile diam Tiara langsung melihat wajah suaminya dan tertawa sambil tersenyum.
"Cemburu yah?" tanya Tiara. Mile langsung memalingkan pandangannya.
"Aku hanya bercanda, bisa gak sih gak usah tegang dan kaku seperti itu, kamu seperti robot yang sangat menakutkan. Nanti anak ku lahir dia pasti ketakutan melihat kamu." ucap Tiara.
"Dia anak saya juga!" ucap Mile.
"Udah ah aku malas debat sama kamu, aku mau Selfi dulu, karena ini adalah baju yang di beli oleh Tomi, dia harus melihat wanita seperti ku sangat cantik memakai pakaian seperti ini, jadi seperti wanita Prancis yang sesungguhnya." ucap Tiara.
Tiba-tiba Mile merebut ponsel Tiara.
"Kamu sengaja kan membuat saya kesal? Ini baju yang kita beli kemarin, kamu tidak perlu membuat saya cemburu. Saya tidak cemburu sama sekali." ucap Mile dengan wajah yang sangat tegang.
"Huff dari Wajah kamu saja sudah kelihatan kalau sedang cemburu, kamu tidak perlu marah seperti itu, akui Saja." ucap Tiara.
Mile diam saja.
"Kamu membuat ku kesal sangat sering, coba saja Aku yang membuat kamu kesal, kamu langsung memasang wajah yang menyeramkan itu, aku Heran pada wanita yang suka sama pria kaku seperti kamu.' ucap Tiara.
"Sudah sombong, Galak, suka nya marahin istri nya mulu, pelit tidak perhatian. Dingin lagi." ucap Tiara. Mile diam.
"Kamu dengar aku ngomong gak sih?" tanya Tiara dengan nada yang kesal.
"Kamu selalu mengatakan kekurangan saya sehingga tidak ada lagi yang mau kamu bahas. Saya sadar saya banyak kekurangan-kekurangan yang belum bisa saya ubah, tapi apa kamu sudah sempurna, apa kamu sudah menjadi istri yang baik atau jadi anak yang baik?" tanya Mile.
__ADS_1
"Kok jadi membahas itu sih? Kan aku gak bahas itu." ucap Tiara memasang wajah cemberut.
"Lalu yang kamu bahas tadi apa Tiara? Coba saja sehari kamu tidak membuat saya kesal." ucap Mile.
Tiara menatap wajah suaminya yang terlihat kesal.
"Aku hanya kesal karena kamu sangat dingin, aku tidak suka pria yang dingin dan sangat cuek seperti kamu." ucap Tiara.
Mile Menghela nafas panjang.
"Kamu harus Isa menerima saya. kalau kamu tidak bisa menerima saya seperti ini saya tidak bisa melakukan apapun." ucap Mile.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sana.
"Hay Mile, Hay juga Tiara." sapa Jenny. Tiara tersenyum.
"Aku langsung masuk yah." ucap Mile.
Dia langsung menghindari Jenny. Tiara pun masuk bersama Jenny ke dalam.
"Ayo duduk Mile. Mami dan Opah sengaja mengundang kalian ke sini. Hari ini sebenarnya ulang tahun Jenny." ucap Mami.
"Jadi karena ulang tahun nya dia memasak makanan sebanyak ini untuk merayakan nya." ucap mami.
Mile tersenyum.
"Ayo silahkan di Makan." ucap Mami. Tiara dan Mile mengangguk.
"Oh iya Mile biasa nya Tiap tahun nya kamu selalu membawa kan aku bunga mawar merah di hari ulang tahun ku, tapi sekarang tahun ini tidak?" tanya Jenny.
Mile Terdiam sejenak.
"Tiara sedang hamil aku tidak tega meninggalkan nya mencari bunga. Meminta orang lain membeli nya aku rasa itu bukan lah sesuatu yang istimewa. Aku hanya bisa memberikan ini untuk mu." ucap Mile mengambil kotak dari jas nya.
"Apa ini?" tanya Jenny. Tiara kaget karena tidak tau kapan suami nya membeli barang itu.
"Buka saja. Ini adalah salah satu barang yang saya jadikan bisnis. Barang ini adalah barang limited edition yang hanya ada beberapa di Indonesia." ucap Mile.
Jenny membuka nya dia kaget sekali melihat kalau yang begitu mewah dan sangat elegaant sekali.
"Wahh ini Bagus banget." ucap Jenny.
__ADS_1
"Aku pikir sebelum nya kamu tidak mau memberikan ini untuk ku," ucap Jenny karena dia juga sudah lama menginginkan barang milik mile sendiri.
Tiara seakan tidak melihat dia hanya lanjut makan saja, walaupun di hati nya tidak tenang.