
Tiara Menghela nafas panjang. "Kamu gak paham dari perkataan aku yah? Kak Rafi gak pernah suka sam Enjel, dia hanya suka sama Alisa." ucap Tiara.
"Saya paham." ucap Mile. "Jadi menurut kamu bagaimana?" ucap Tiara. "Yahh sebaiknya kakak kamu yang terlebih dahulu membicarakan Soal ini kepada orang tua kamu dari pada Calon kak Rafi." ucap Mile.
Tiara menghela nafas panjang. "Orang tua ku sangat berbeda dengan orang tua pada umumnya." ucap Tiara. Mile tidak pernah menghadapi situasi seperti ini dia tidak bisa memberikan saran apa pun kepada istri nya.
"Orang tua Ku sungguh egois." ucap Tiara. Mile mendengar itu hanya bisa diam saja.
"Seperti nya aku harus pergi besok pagi ke sana." ucap Tiara.
"Kalau kamu pergi ke sana, itu tandanya kamu tidak akan pergi ke rumah Papah?" tanya Mile sambil mengikuti nya masuk ke dalam kamar.
"Oh iya yah," ucap Tiara. "Tapi bagi saya itu tidak jadi masalah sama sekali." ucap Mile. Tiara menaikkan alis nya.
karena kebingungan.
"Apa karena kamu tidak mau aku bertemu dengan Roy?" ucap Tiara. Mile diam. "Baiklah besok aku tidak akan ke sana." ucap Tiara.
Mile terlihat sangat lega mendengar jawaban Tiara itu.
"Sampai kapan sih kamu akan marah terus Tentang Roy seperti ini?" tanya Tiara pada Mile.
Mile menoleh ke arah istri nya. Dia mengingat lagi kata-kata papah nya yang di kantor tadi. "Dia adalah adik kamu." ucap Tiara.
"Kamu harus menghilangkan ego kamu." ucap Tiara.
"Saya tidak bisa menerima dia karena Mamah nya." ucap Mile.
"Itu adalah masa lalu. Sekarang kelihatan nya semua baik-baik saja." ucap Tiara. Mile menggeleng kan kepala nya.
"Kamu belum mengerti mereka seperti apa." ucap Mile. Tiara mendekati suami nya. "Baiklah kalau itu memang keputusan kamu. Tapi aku mohon tidak mungkin aku memusuhi Roy di depan Papah sama mamah. Dan aku juga sebenarnya tidak ingin ribut dengan kamu hanya karena masalah ini saja." ucap Tiara.
"Aku mohon jangan mempermasalahkan setiap kali aku bertemu atau dekat dengan Roy. Sehingga kamu mendiamkan aku seperti ini. Karena aku tidak memiliki perasaan apapun pada dia, aku hanya mencintai kamu." ucap Tiara.
Mile melihat tangan nya di genggam oleh Tiara. "Kapan lagi kita akan saling paham dan saling mengerti?" ucap Tiara.
Tiara memeluk Mile. "Aku terkadang tidak paham apa yang kamu mau, dan juga apa yang kamu marah kan, aku juga tidak ingin di bawah tekanan kamu selalu." ucap Tiara.
__ADS_1
Mile Menghela nafas panjang. "Kamu meminta aku untuk terbuka dan mengatakan apapun yang aku mau, namun kamu selalu seperti ini." ucap Tiara.
"Kamu yang selalu membuat saya kesal." ucap Mile. Tiara menghela nafas panjang. "Aku sama sekali tidak membuat kamu kesal, kamu nya saja yang terlalu emosian." ucap Tiara.
Mile Menghela nafas panjang.
"Baiklah saya akan mencoba seperti yang kamu minta." ucap Mile. Tiara melepaskan pelukannya dan menatap Wajah Suaminya.
"Saya minta maaf atas semua kesalahan saya, saya minta maaf." ucap Mile mencium kening istrinya. Tiara tersenyum.
"Jadi sekarang kamu janji tidak akan marah-marah lagi kan?" ucap Tiara.
"Saya tidak bisa menahan emosi kalau kamu membuat saya Emosi." ucap Tiara.
"Bahkan aku tidak membuat kesalahan saja sudah membuat kamu marah ." ucap Tiara.
"Saya minta maaf." ucap Mile. Tiara menatap wajah suaminya.
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu?" tanya Mile. "Ternyata suami ku sangat tampan kalau tidak memasang wajah galak." ucap Tiara.
"Huff kamu bisa saja. Sekarang pergi lah mandi." ucap Mile.
"Kamu yakin mau mandi dengan saya?" tanya Mile. Tiara mengangguk.
"Sudah beberapa hari kita selalu ribut dan selalu saja salah paham." ucap Tiara.
"Mungkin bayi yang di dalam perut ku sudah sangat pusing mendengar kan nya." ucap Tiara. Mile tersenyum tipis.
"Papah bilang kalau kamu membicarakan kandungan kamu, ada apa?" tanya Mile.
"Papah ingin USG agar bisa mengetahui jenis kelamin anak kita." ucap Tiara.
"Terus kamu bilang mau?" tanya Mile. "Aku ingin bertanya ke kamu dulu, kamu mau atau enggak?" tanya Tiara.
"Papah sangat menginginkan anak kita laki-laki, kalau jenis kelamin nya perempuan bagaimana?" tanya Tiara.
Mile terdiam. "Dan aku juga tau kalau kamu menginginkan bayi laki-laki bukan perempuan." ucap Tiara.
__ADS_1
"Siapa mengatakan itu? Saya menerima apapun yang di berikan tuhan, saya hanya memikirkan perasaan papah ketika melihat cucu yang di harapkan oleh nya adalah perempuan dan bukan laki-laki." ucap Mile.
Tiara menghela nafas panjang. "Posisi kita sebagai anak tidak beda sama sekali. Kita harus mengutamakan orang tua dari usianya pada perasaan kita sendiri." ucap Tiara.
Mile menghela nafas panjang. "Tidak ada yang bisa kita sesali lagi. Kita harus melakukan nya dengan ikhlas." ucap Mile.
Tiara memeluk Mile lagi. "Kamu tau, setelah menikah aku benar-benar bisa menikmati kehidupan ku dengan baik. Aku tidak perlu mengkhawatirkan orang tua ku." ucap Tiara.
"Sudah berhenti membahas tentang orang tua sekarang, lebih baik kamu mandi sebelum Magrib." ucap Mile. Tiara pun mengangguk.
Dia pun mandi terlebih dahulu. Setelah selesai mandi dia keluar tidak melihat suaminya.
Tiara segera memasang pakaian nya.
Karena sudah lama menunggu Mile tak kunjung masuk ke kamar dia pun keluar karena kebetulan perut nya lapar.
"Non Tiara sudah selesai mandi?" tanya Bibik Ja. Tiara menganguk.
"Bibik Ja mau kemana? Aku sangat lapar, apa Bibik Ja sudah masak?" tanya Tiara.
"Humm Den Mile meminta Bibik untuk istirahat. Tapi kalau non Tiara mau Makan saya akan menyiapkan nya." ucap Bibik Ja.
"Tidak perlu Bik, aku bisa sendiri. Kelihatan Bibik sedang tidak sehat, wajah Bibik sangat pucat, bibik pergi lah istirahat di kamar, jangan lupa untuk minum obat." ucap Tiara.
"Terimakasih banyak Non. Kalau begitu Bibik ke kamar dulu." ucap Bibik Ja. Tiara mengangguk setelah itu dia pun turun ke bawah.
Dia melihat Mile yang sedang sibuk di dapur. Tiara tersenyum ternyata suami nya Masak.
"Humm Wangi banget." ucap Tiara.
"Kamu jangan ke dapur lagi. Kamu sudah mandi lebih baik tunggu di Meja makan." ucap Mile.
"Aku mau nemanin kamu." ucap Tiara. "Tidak perlu, saya bisa sendiri." ucap Mile. "Tapi aku sudah sangat lapar sekali." rengek Tiara.
"Sebentar lagi ini akan masak, kamu tunggu saja sebentar." ucap Mile.
Tiara menganguk. Dia duduk di Meja makan sambil mengambil sendok nya.
__ADS_1
Tidak beberapa lama Mile datang membawa masakan nya ke depan istri nya.