Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 230


__ADS_3

Mile turun membawa koper ke dalam.


Dia semakin masuk ke dalam namun tidak mendengar apapun.


Tiba-tiba ada orang yang berdiri di depan nya memakai topeng.


"Saya datang membawa tebusan istri saya. Sekarang kembali kan istri saya!!" ucap Mile.


"letak kan uang itu terlebih dahulu. Kami harus memastikan itu uang asli." ucap pria bertopeng itu sambil mengancam dengan senjata.


Uang di periksa dan memastikan itu asli. "Siapa kalian? Di mana istri saya?" tanya Mile.


Uang di ambil dan setelah itu mereka pergi namun tiba-tiba Kin menembak salah satu kaki yang memegang koper uang dan juga yang satu lagi.


"Tiara tidak ada di sini, mereka hanya penipu." ucap Kin. Mile langsung mengeluarkan senjata nya dan menembak kembali pria yang hendak kabur itu.


"Kalian sengaja menipu saya?" tanya Mile sambil menarik kasar Topeng kedua pria itu. Namun tiba-tiba Banyak rombongan nya yang datang untuk menghajar Kin dan Mile.


Namun tiba-tiba anggota Kin semua datang dan mengatasi musuh dengan cepat. Sekarang uang kembali ke tangan Mile.


"Siapa yang meminta Kalian melakukan?" tanya Kin mengancam mereka. Mereka tidak berbicara sama sekali. Kin tidak segan-segan menghajar mereka dengan sangat brutal sekali.


"Ngaku kalian!" ucap Kin. Namun tidak ada satu pun yang berbicara Kin sudah yakin itu adalah akal-akalan mereka saja agar bisa mendapatkan uang dengan cara mudah.


Namun mereka salah menipu orang yang di segani di kota itu.


Kin menembak mati kedua nya dan setelah itu pergi meninggalkan tempat.


Mile terlihat sangat putus asa, sementara Kin masih menunggu informasi dari sang buah nya.


Mile pulang dengan tangan kosong penuh penyesalan di wajah nya.


Kin melihat wajah Mile membuat nya sangat iba.


"Kamu di Mana Tiara, kamu membuat semua Orang khawatir. Kamu sangat berarti di keluarga ini." ucap Kin dalam hati.


Mile kembali ke rumah semua orang ternyata sudah menunggu. Mereka menjelaskan kalau tidak berhasil wajah mereka seketika langsung kecewa.


Kin tidak bisa lama-lama di sana, mau bagaimana pun mereka tidak akan pernah akur. Melihat Pak Daniel membuat kin tidak nyaman. Akhirnya dia pamit.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Dia langsung mandi setelah selesai mandi dia keluar dari kamar nya sambil membawa Laptop nya.


Kebetulan juga Sisi baru pulang dari kampus.


Sisi menoleh ke arah Kin sebentar dan setelah itu langsung pergi masuk ke kamar nya.

__ADS_1


Kin menghela nafas panjang. Dia duduk di sofa.


Namun melihat wajah cemberut sisi membuat nya kefikiran.


"Tok!! Tok!! Tok!!" Kin mengetuk pintu kamar Sisi.


"Siapa?" tanya Sisi.


"Saya !" jawab Kin.


"Tuan mau ngapain lagi sih?" tanya Sisi.


Kin menghela nafas panjang.


"Besok adalah hari Minggu, kamu libur saya juga libur. Bagaimana kalau malam ini kita pergi nonton?" tanya Kin.


"Aku harus belajar Tuan." ucap Sisi langsung menutup pintu. Kin Menghela nafas panjang.


"Sabar Kin, sabar. seperti nya dia lagi dapet jadi sedikit sensi." ucap Kin.


Tiba-tiba handphone nya berdering.


"Tuan Kamu sudah mendapatkan nya, ternyata benar dugaan kita." ucap anak buah nya.


"Jangan terlalu gegabah, Jangan sampai dia tau kita memata-matai nya." ucap Kin.


Setelah selesai menelpon Kin duduk melihat laptop nya memantau.


"Akhirnya dapat juga kamu. Entah apa tujuan mu, yang pasti nya kamu tidak akan bisa menahan Tiara lebih lama!" ucap Kin.


Dia sangat fokus pada laptop nya sehingga Sisi meletakkan Kopi tidak di sadari oleh nya. Setelah Sisi mau pergi dia menahan tangan nya.


."Duduk di sini, saya ingin bantuan kamu memantau ini.,x ucap Kin langsung memberikan nya pada Sisi.


Sisi sangat panik, namun perlahan dia paham.


Sementara Kin sibuk dengan handphone nya. Di tempat lain Rafi baru saja pulang ke apartemen nya.


"Bagaimana sayang? Apa sudah ada informasi?" tanya Alisa.


"Belum ada." ucap Rafi dengan sangat lemas. "Ya Allah Tiara kamu kemana? Kenapa kamu tidak kunjung pulang." ucap Alisa.


"Sudah hampir tiga hari dia menghilang tidak ada kabar. Aku sangat takut dia kenapa-kenapa." ucap ucap Rafi.


"Kita harus berusaha, pasti Tiara akan di temukan, kamu tidak boleh menyerah seperti ini." ucap Alisa.

__ADS_1


Setelah beberapa lama Alisa menenangkan Rafi dia membuat kan Kopi agar lebih tenang.


Bu Vina membawa kan makanan untuk Di makan oleh Mile karena dia sama sekali belum makan apa-apa.


"Mile makan bubur ini dulu." ucap Bu Vina.


"Saya tidak berselera." ucap Mile.


"Tapi kamu harus Makan dulu." ucap Bu Vina.


Mile menolak namun Bu Vina terus memaksa sampai akhir nya Mile mau dan di suapin oleh Bu Vina. Mile bisa melihat senyuman tulus dari bibir Bu Vina.


Tidak beberapa lama bubur habis. "Kamu harus istirahat." ucap Bu Vina menutup laptop nya.


Mile Menghela nafas panjang. "saya harus mencari tahu keberadaan Tiara. Bagaimana kalau dia kenapa-kenapa?" ucap Mile.


Bu Vina tiba-tiba memegang dahi Mile. "Wajah kamu sangat merah, dan sekarang badan kamu panas." ucap Bu Vina.


Tiba-tiba Mile menepis tangan Bu Vina dengan pelan. "Biarkan Mamah mengompres nya." ucap Bu Vina.


Mile menggeleng kan kepala nya. "Tidak perlu! Nanti akan dingin sendiri." ucap Mile.


"Tidak bisa di biarkan ini, kamu harus segera di obati." ucap Bu Vina.


"Tidak perlu. Saya bisa minum obat dan sembuh sendiri." ucap Mile, namun Bu Vina terus memaksa nya.


Bu Vina pergi mengambil Air dan kain. Mile hanya bisa melihat nya saja.


"Badan kamu sangat hangat. Bagaimana kalau semakin parah?" ucap Bu Vina. Dia membawa Mile ke tempat tidur.


"Sudah kamu berbaring saja di sini." ucap Bu Vina.


Mile tidak bisa menolak lagi, Bu Vina mengompres badan Mile. "Setelah ini kamu minum obat. Bagaimana kalau kamu sakit sementara istri kamu belum di temukan?" ucap Bu Vina.


Mile menghela nafas panjang.


"Dingin.." Ucap Mile. Bu Vina mencari Jaket di kamar itu namun tidak ada jaket Mile, dia hanya melihat jaket Tiara yang ada di lemari.


"Ini saja. Mamah tidak menemukan yang lain." ucap Bu Vina.


Mile melihat Jaket Tiara. Dia di bantu memakai nya oleh Bu Vina.


Setelah beberapa lama akhirnya dia tertidur. Bu Vina memijit-mijit kaki Mile. Tiba-tiba pak Daniel masuk.


"Kenapa mah?" tanya Pak Daniel. "Tiba-tiba badan Mile hangat Pah." ucap Bu Vina.

__ADS_1


"Sebaiknya papah pulang duluan. Mamah akan menginap di sini." ucap Bu Vina.


__ADS_2