Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 42


__ADS_3

Semua mereka berkumpul di Meja makan untuk sarapan pagi, di sana hanya ada Mile dan Keponakan nya laki-laki, yang lain nya perempuan semua.


"Om mobil ku sudah sangat lama, bahkan sudah banyak yang lecet, aku ingin yang baru." ucap Lena.


"Besok yah di ganti, pakai saja yang ada." ucap Mile.


"Gak bisa cuman Lena doang dong Om, beberapa bulan ini Mamah mematikan kartu ku, uang belanja ku dibatasi." ucap Vandi.


"Kamu jangan berharap Om akan memberikan apa yang kamu mau, om awalnya janji karena ingin nilai kamu bagus, namun sekarang sangat membuat om kecewa!" ucap Mile.


"Yah om kok gitu sih, dulu waktu kuliah om menuruti semua keinginan kami, Tapi sekarang Om sudah bekerja malah tidak perduli lagi." ucap Vandi.


"Vandi berhenti lah seperti anak kecil!" ucap Tita.


Vandi langsung diam.


"Om meminta Kalian ke sini bukan hanya sekedar berkunjung atau berkenalan dengan istri Om, tapi kalian harus banyak belajar di Perusahaan Om." ucap Mile.


"Aku tidak bisa lama-lama di sini Om." ucap Vandi lagi. "Tidak ada alasan, om sudah mengurus semua nya." ucap Mile.


"Hanya Kamu Keponakan Om yang laki-laki dan Kalian bertiga Keponakan Om yang perempuan kandung. Jadi Om tidak ingin Kalian hidup sia-sia. Percuma saja selama ini kalian menghabiskan waktu untuk belajar namun hanya tidur dan bermain bebas." ucap Mile.


Tiara yang mendengar itu seketika merasa tersinggung.


"Om tidak suka Kalian seperti itu, orang tua kalian sudah menyerah kan Kalian semua pada om, jadi jangan bermain-main lagi!" ucap Mile.


"Humm baik lah Om." ucap mereka. "Ya sudah lanjut sarapan nya, setelah ini Om Akan membawa untuk berjalan-jalan ke perusahaan Om." ucap Mile.


Alisa yang hanya diam duduk kebingungan.


"Oh iya Tante Tiara sebelum nya kerja di Mana? Apa jangan-jangan Tante Tiara jadi direktur di perusahaan orang nya sendiri?" ucap Riska.


Tiara sebenarnya tidak mau lagi duduk di sana karena menghindari pertanyaan itu. Dia sangat malu kalau bilang dia tidak pernah bekerja.


"Humm pasti sangat seru, bisa bekerja kapan saja kita mau." ucap Riska lagi.

__ADS_1


"Biasa nya orang yang sudah terlahir serba ada sulit untuk bekerja dia sudah terbiasa manja dan tidak memikirkan apapun lagi selain berfoya-foya menikmati uang orang tua nya." ucap Mile.


"Maksud Om apa?" tanya Vandi.


"Kalian semua memang terlahir dari keluarga yang bisa di katakan ada, namun kalian tidak boleh menjadi Anak yang hanya bisa menyusahkan orang tua!" ucap Mile.


"Humm kami tau om, karena itu kami sekarang ada di sini." ucap Tita. "Bagus kalau kamu mengerti." ucap Mile.


Tiara tidak tahan lagi dia pun pergi dari Meja makan.


"Kamu mau kemana? Kamu harus di sini duduk untuk menasehati mereka, karena mereka juga Keponakan kamu " ucap Mile.


"Kalian lanjut lah sarapan, Tante masih ada kerjaan sedikit lagi." ucap Tiara.


Alisa mengikuti Tiara.


"Tiara! Tiara!" tahan Alisa. Mereka duduk berdua di balkon.


"Sebenarnya apa yang terjadi Tiara? Pria itu membuat ku bingung, sebenernya dia siapa?" Tanya Alisa.


"Aku tidak mungkin membohongi kamu lagi. sebenarnya dia adalah suami ku, kami di jodohkan." ucap Tiara.


"Aku tidak mencintai dia, aku juga tidak menginginkan pernikahan ini, aku malu kalau teman-teman ku tau." ucap Tiara.


Alisa Menghela nafas panjang.


"Kenapa kamu harus malu? Justru kamu senang dong bisa mendapatkan suami seperti pria itu, kalau Bilmar tau dia pasti akan sakit hati, agar dia juga merasakan apa yang kamu rasakan." ucap Tiara.


"Percuma saja Alisa, aku tidak ingin teman-teman ku tau kalau aku di Jodohkan." ucap Tiara.


"Yang Sabar yah, aku tau ini sulit bagi kamu." ucap Alisa memeluk Tiara.


"Tiara!" ucap Mile.


Mereka berdua menoleh kearah Mile.

__ADS_1


"Saya akan berangkat bekerja, siap kan pakaian saya." ucap Mile. dia pun langsung masuk ke dalam kamar.


Tiara menoleh ke arah Alisa.


"Awalnya aku bertanya-tanya siapa pria dingin itu, ternyata dia adalah suami kamu. Aku yakin di Balik sifat nya yang seperti itu dia mempunyai jiwa yang perduli." ucap Alisa.


"Huff kamu bisa menilai seseorang baru saja bertemu? Aku rasa tebakan kamu salah, dia adalah pria pemarah, dia pria yang sangat pelit, perhitungan dan juga sangat Cuek, tidak perduli dan selalu memasang wajah datar." ucap Tiara.


"Aku sudah lama mengenal Nya, aku hanya berpura-pura tidak tau dia karena aku ingin tau dari kamu dulu." ucap Alisa. Tiara tersenyum tipis.


"Kamu juga pasti sudah tau pernikahan kami?" tanya Tiara, Alisa mengangguk.


"Huff kamu ternyata diam-diam membohongi ku, ya sudah aku masuk dulu yah, kamu mandi dan siap-siap lah, kita Akan keluar hari ini." ucap Tiara dia pun langsung masuk ke dalam kamar.


Dia kaget melihat semua jas dan pakaian Mile berserakan di atas kasur.


"Apa Yang kamu lakukan?" tanya Tiara.


"Untuk apa kamu membeli semua ini? Kamu menghabis banyak uang untuk ini?" tanya Mile.


"Aku berniat mengganti baju kamu dan semua baju kamu yang rusak." ucap Tiara.


"Ini semua tidak ada gunanya! Baju saya masih banyak di dalam lemari, dan kamu hanya perlu memperbaiki cara mencuci nya!" ucap Mile meninggikan suara nya.


"Saya tidak butuh ini semua! Saya menyuruh kamu untuk belajar bekerja dengan baik, bertanggung jawab bukan seperti ini." ucap Mile melemparkan pakaian ke lantai.


Tiara Menunduk Takut.


"Wajar saja orang tua kamu menikah kan kamu dengan cepat, kamu hanya bisa menyusahkan mereka!" ucap Mile.


Mile memakai baju nya dan segera keluar dari kamar itu. Tiara terdiam dia melihat semua kamar itu berantakan dengan baju Mile.


Tiara mengumpulkan nya satu persatu sambil menangis. Dia berfikir dengan cara seperti itu mungkin Mile tidak akan marah lagi pada nya perihal tentang baju-baju nya, namun ternyata dia salah.


Melipat nya dengan rapi setelah itu memasuk kan kembali ke dalam kantong belanja nya, dia menyusun rapi semua nya di dalam lemari milik nya.

__ADS_1


Setelah itu dia menelpon kakak nya Rafi untuk menukar uang yang dia pakai untuk membeli itu, awalnya kakak nya kaget mendengar Tiara menangis namun seperti permintaan orang tua nya mereka harus mengajari Tiara untuk bertanggung jawab pada diri nya sendiri.


Setelah itu sudah di ganti, Tiara meletakkan kartu itu di atas meja. Dia melihat semua pakaian Mile. Dia membawa nya pada Bibik.


__ADS_2