Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 96


__ADS_3

"Huff kakak rasa bukan karena itu, dia pasti tidak mau datang karena Enjel." ucap Rafi.


"Kakak selalu saja menyalah kan mbak Enjel. Sementara kakak sendiri tidak tegas." ucap Tiara.


"Kurang tegas apa lagi kakak Tiara? Kakak sudah meminta dia untuk menjauhi Kakak namun tetap saja dia kukuh untuk terus bersama kakak." ucap Rafi.


Tiara memasang wajah meledek.


"Kakak masih beruntung di kasih waktu untuk mengenal satu sama lain sementara aku." ucap Tiara.


"Ekhem-Ekhem!!" Mile datang karena masakan nya sudah selesai. Tiara langsung diam.


"Apa itu Mile? tolong berikan ponsel kamu pada nya." ucap Rafi.


Mile berdiri di belakang Tiara. "Apa kabar kak? Bagaimana keadaan kakak?" tanya Mile.


"Sudah baikan. Bagaimana kabar Kalian di sana? Saya mendengar Kalau Tiara sempat masuk rumah sakit." ucap Rafi.


"Iyah kak. Perut nya tiba-tiba sakit dan sekarang sudah baikan kok." ucap Mile.


"Kamu gak boleh sembarangan Makan sesuatu Tiara, ingat kamu sedang hamil." ucap Rafi.


Tiara tersenyum.


"Kamu sedang masak Mile? Kenapa kamu memakai celemek seperti itu?" tanya Rafi. "Iyah kak, saya baru saja selesai Masak sayur untuk Tiara." ucap Mile.


"Huff Tiara kamu bikin malu saja, masa iya suami kamu yang Masak." ucap Rafi. "Tidak apa-apa kak, Tiara Tidak bisa mencium aroma yang menyengat di dapur." ucap Mile.


"Oohhh. Tolong jaga Tiara di Sana yah, dia sangat keras kepala kamu harus lebih sabar menghadapi nya." ucap Rafi. Mile mengangguk.


Mile Ijin ke dapur dulu.


"Tiara tolong hubungi Alisa, bilang pada nya kalau kakak sedang mencari nya." ucap Mile.


"Humm baik-baiklah." ucap Tiara. Dia sudah merasa kesal karena Mile Malah memojokkan dia pada suami nya.


"Sudah selesai berbicara dengan kak Rafi?" tanya Mile. Tiara mengangguk. "Nih makan dulu." ucap Mile menyiapkan langsung di piring untuk di makan Tiara.


Melihat hidangan itu membuat nya tidak berselera makan dia membuang wajah nya mendorong piring itu sedikit jauh dari nya.

__ADS_1


Mile melihat itu menghela nafas panjang dia membuka Celemek dan duduk di depan Tiara.


"Kalau kamu tidak mau ini ada sup Ayam kamu bisa memakan ini." ucap Mile. Tiara menatap wajah Mile. Dia benar-benar tidak berselera memakan yang ada di Atas Meja padahal dia sendiri yang membeli itu semua.


"Kamu coba saja dulu." ucap Mile.


"Aku harus bisa, aku pasti bisa menghabis kan nya." ucap Tiara pada diri nya sendiri. Dia harus menghargai Mile yang sudah susah-susah untuk masak, bahkan dia tidak sempat untuk menukar baju tidur nya.


Dia mencicipi makanan itu. Membuat nya enek namun setelah mencicipi nya dengan benar dia mulai suka dia terus menghabis kan nya sampai habis.


Mile melihat Tiara makan walaupun tidak banyak membuat nya sangat senang.


"Aku sudah kenyang." ucap Tiara. Mile memberikan bubur kacang ijo untuk Tiara.


"Nih." Mile akhirnya memberikan bubur itu untuk Tiara karena sudah dari Kemarin Tiara menginginkan itu.


Tiara dengan cepat mengambil nya dia langsung menghabiskan nya dengan cepat.


Setelah mereka selesai makan Mile naik masuk ke kamar untuk mandi.


"Kamu mau kemana pagi-pagi sudah rapi?" tanya Tiara yang baru saja merapikan tempat tidur, dia duduk di pinggir kasur melihat Mile menyisir rambut nya.


"Bilang saja mau bertemu dengan Jenny." ucap Tiara. Mile diam dia tidak menjawab kata-kata istri nya.


"Kalau tiba-tiba perut ku sakit lagi bagaimana? aku tidak ada teman di sini." ucap Tiara. Mile melihat ponsel Tiara.


"Kamu bisa menghubungi saya langsung ketika perut kamu sakit." ucap Tiara.


"Tapi kalau tidak bisa bagaimana?" tanya Tiara. Mile menatap istrinya.


"Saya tidak Akan bertemu dengan Jenny saya hanya menemui Opah sebentar di sekitar sini. Tidak ada urusan kerjaan Opah hanya meminta untuk menemani nya untuk bertemu beberapa teman nya dan makan siang bersama." ucap Mile.


Tiara memasang wajah cemberut. "Saya permisi." ucap Mile langsung meninggalkan Tiara. Tiara mengikuti Mile keluar.


Mile memasang sepatu nya melihat ke arah istri nya. Dia menggeleng kan kepala nya melihat istrinya.


Setelah itu dia pergi dan menutup pintu. Tiara duduk di sofa.


"Kalau seperti ini apa yang harus aku lakukan? aku tinggal sendirian." ucap Tiara.

__ADS_1


Dia kembali ke kamar dia mandi agar badan nya segar setelah itu dia duduk di Balkon kamar melihat pemandangan dari sana. Cukup terhibur namun dia cukup bosan juga.


Dia mau keluar ke pantai sendirian namun dia juga tidak Betah, dia tidak berani jika bepergian sendirian.


Mile di dalam mobil tidak bisa berhenti melupakan kata-kata Tiara pas di rumah sakit. Dia jadi tersenyum karena mengingat itu.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di mana opah meminta nya untuk datang ternyata Opah tidak datang sendiri melainkan bersama Jenny dan juga kekasih Jenny.


Tidak biasa nya Jenny ikut namun Mile biasa saja karena tidak ada yang aneh menurut nya itu adalah hal biasa ketika merencanakan makan siang bersama.


"Apa kabar opah?" tanya Mile.


"Baik-baik saja, kenapa istri kamu tidur ikut?" tanya opah.


"Humm dia baru saja keluar dari rumah sakit, mungkin jika membawa nya keluar akan membuat dia tidak bisa istirahat." ucap Mile.


"Oohh. Nih kenalin pacar nya Jenny." ucap Opah.


"Robert." ucap pria itu menyalim tangan Mile.


Mereka berkenalan. Setelah itu banyak membahas soal pekerjaan, soal perusahaan Mile, opah dan juga Robert yang sukses di bidang masing-masing.


Tidak terasa sudah jam satu siang. Meja yang tadi nya hanya berempat sudah semakin ramai karena teman-teman Opah sudah datang.


Mile melihat Arloji nya Terus menerus. Dia juga Memeriksa ponsel nya. Pesan yang di kirim oleh nya untuk istri nya tak kunjung di baca. Dia meminta Tiara untuk makan sendiri.


Namun Karena tidak di baca Mile khawatir kalau Tiara tidak mau Makan kalau tidak di paksa oleh nya.


"Opah saya permisi Dulu keluar sebentar." ucap Mile. Opah mengangguk. Mile keluar dari restoran itu untuk menelpon Tiara.


Tiara tidak menjawab nya dia semakin khawatir. Akhirnya dia meninggal kan restoran itu Tampa pamit sama sekali, dia langsung pulang ke penginapan nya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Dia membuka pintu dengan kunci cadangan nya.


Setelah masuk dia kaget melihat Tiara tidur di sofa. Dia sudah hampir berteriak namun tidak jadi melihat Tiara sangat nyeyak tidur di sofa.


Mile menghela nafas panjang. Dia melihat ponsel Tiara yang di atas meja. Dia memeriksa makanan di dapur berkurang atau tidak.


Dia melihat makanan berkurang dia sangat lega.

__ADS_1


__ADS_2