Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 227


__ADS_3

Intinya Tiara bisa melihat kalau di wanita yang cantik, pakaian nya rapi dari belakang ada dua pria yang berbadan besar mengawal nya.


Seperti nya itu adalah bodyguard nya. "Siapa kau? Kenapa kau menangkap ku?" tanya Tiara. Wanita itu hanya tertawa saja.


"Kamu tidak perlu takut. Saya hanya memberikan pelajaran saja pada Suami dan mertua kamu." ucap wanita itu.


"Lepaskan aku! Suami ku akan datang menangkap'mu!" ucap Tiara dengan lantang.


"Tutup mulut nya!" perintah wanita itu. "Lepaskan aku! aku mohon." ucap Tiara.


Dia menangis sekuat mungkin dan berontak namun perut nya tiba-tiba sakit.


"Aaaaa... Sakit sekali." ucap Tiara berteriak. Tidak beberapa lama dia tiba-tiba pingsan.


Mile yang tadi nya sudah mulai bisa tidur tiba-tiba terbangun karena kaget.


"Tiara.." Ucap nya.


"Aku ternyata hanya mimpi, namun kenapa aku bermimpi Tiara dalam bahaya?" ucap nya.


Dia tidak bisa tidur lagi sampai pagi. Di pagi hari dia sudah menemui orang-orang kepercayaan nya untuk mencari Istri nya.


Dan semua mereka tidak tau di mana Tiara.


"Seperti nya non Tiara benar-benar di culik Pak, dan orang yang menculik ini bukan orang sembarangan dan tentunya dia pasti sudah tau banyak tentang keluarga ini." ucap Anak buah nya.


"Saya akan segera mendapatkan informasi nya pak." ucap anak buah nya, Mile sudah tidak bisa berfikir jernih lagi. Dia harus ke kantor nya karena Kerjaan yang tidak bisa di tinggal Kan oleh nya.


Di tempat lain di universitas tempat Sisi kuliah.


Waktu nya Sisi tampil. "Kamu pasti Bisa." ucap Kin.


"Saya pasti bisa Tuan." ucap Sisi. Kin Mengelus rambut Sisi.


Sisi maju ke depan dan berpidato dengan sangat bagus. semua orang bertepuk tangan ketika sudah selesai.


Sisi mencari keberadaan Kin Namun dia tidak menemukan nya.


"Loh kemana Tuan Kin?" tanya Sisi Heran karena tidak melihat nya di tempat tadi.

__ADS_1


Dia melihat keseluruhan lapangan tidak ada Kin. Dia jadi sangat sedih.


"Tuan Kin seperti nya sudah pergi." ucap Sisi.


Kin di dalam mobil nya sudah memutar pikiran nya mencari tahu setiap orang yang di curigai oleh nya.


Dan tiba-tiba dia teringat kata-kata Tiara beberapa Minggu yang lalu kalau dia mengirim kan banyak orang untuk membunuhnya.


"Aku sama sekali tidak mengirimkan orang untuk menganggu kehidupan Mile setelah Tiara bersama nya. Dan aku harus mencari tahu siapa orang itu." ucap Kin.


Sepanjang hari dia terus mencari tahu tentang siapa yang berniat membunuh Tiara Dengan anak nya.


Sementara Mile tidak bisa fokus bekerja. Dia menunggu informasi dari orang-orang nya. Pak Daniel dan juga Roy bertemu di kantor.


"Bagaimana kalau Istri nya Kak Mile tidak kunjung di temukan Pah?" tanya Roy.


"Kau tidak perlu terlalu memikirkan nya, kita pasti menemukan nya." ucap pak Daniel.


"Entah mengapa mamah berpirasat kalau Tiara dalam bahaya Pah." ucap Bu Vina. "Bisa jadi saja sekarang dia sedang bersama ayah dari bayi yang dalam perut nya." ucap pak Daniel.


"Kenapa papah berbicara seperti itu? Itu tidak mungkin Pah." ucap Bu Vina. "Tidak ada orang lain yang menculik seseorang sampai tidak meninggalkan jejak sama sekali." ucap pak Daniel.


"Jadi menurut Mamah siapa?" tanya Roy. "Ini adalah bagian keluarga kita, orang yang sudah tau keluarga kita bagaimana dan pasti nya tidak tinggal di sini melainkan ada yang sedang memata-matai keluarga kita." ucap Bu Vina.


."Jangan berfikir yang tidak-tidak Mah." ucap Roy.


"Ini adalah firasat Mamah. Dan mamah sangat yakin tentang ini." ucap Bu Vina. Roy dan Pak Daniel terdiam sambil berfikir keras kata-kata bu Vina.


"Siapa Kalau begitu. Kalau itu adalah keluarga kita untuk apa dia melakukan ini." ucap pak Daniel.


"Mungkin ada masalah di masa lalu sehingga mereka ingin membalas dendam." ucap Bu Vina.


"Terlalu banyak konflik dan juga salah paham antara keluarga, tapi mana mungkin mereka melakukan itu karena keluarga tetep lah Keluarga..


Tidak terasa sudah sore... Tiara sadar dia membuka mata nya dan melihat ke sekitar ternyata dia sudah berada di rumah sakit.


"Di mana lagi aku?" ucap nya namun tangan dan kaki nya Masih di ikat.


"Akhirnya Ibu bangun juga. Ayo makan dulu." ucap suster yang baru saja datang.

__ADS_1


"Sus tolong lepasin saya " ucap Tiara. "Maafin saya Bu, saya tidak bisa melakukan itu." ucap Suster.


"Saya mohon sus."


Tiba-tiba wanita datang.


Sekarang Tiara bisa melihat jelas wajah wanita itu.


"Siapa kamu? Kenapa Kamu menangkap ku?" tanya Tiara sangat takut karena wajah nya tidak seperti apa yang di bayang kan oleh Tiara sebelum nya.


. Wajah nya sudah terlihat Tua, tatapan tajam dan juga Raut wajah yang sangat marah.


"Apa kamu tidak mengenali saya?" tanya Wanita itu. Tiara menggeleng kan kepala nya dengan ekspresi takut sekali.


"Saya mohon lepas kan saya, kalau anda ingin uang say akan mengusahakan nya berapa pun." ucap Tiara.


"Tapi sayang nya saya tidak menginginkan uang. Saya hanya ingin anak yang di dalam perut kamu dan juga kamu mati." ucap wanita itu.


."Apa salah saya? Apa yang sudah saya perbuat?" tanya Tiara.


"Kamu tidak melakukan kesalahan, namun orang-orang itu, namun untuk sekarang anak dan juga kamu adalah jantung keluarga itu, mereka pasti akan sangat sedih kalau kamu mati." ucap wanita itu dengan tatapan yang sangat mengancam.


"Saya mohon jangan lakukan itu, saya yakin kalau Ibu bukan menginginkan saya dan anak saya." ucap Tiara.."Ternyata kamu cukup pintar yah." ucap perempuan itu.


"Ibu juga seorang wanita. Ibu pasti memiliki anak, saya mohon jangan melukai saya dengan anak saya." ucap Tiara.


"Namun saya tidak mendapatkan keadilan sama sekali. Saya mungkin bisa mendapatkan keadilan kalau membuat mereka sedih." ucap perempuan itu.


"Jangan Bu saya mohon. Jangan." ucap Tiara. "Kasih alasan kenapa kamu tidak ingin saya melakukan itu?" ucap wanita itu.


"Saya ingin anak saya hidup Bu, perjuangan saya di titik ini cukup menyakitkan, saya mohon lepas kan saya. Saya tidak akan pergi mengganggu ibu." ucap Tiara..


Wanita itu tertawa. "Saya sangat menyesal menjadi seorang ibu, sebaiknya saya sendiri Selama nya." ucap wanita itu.


"Apa yang ibu maksud? Sebenarnya ibu siapa?" tanya Tiara..


Dia tidak pernah melihat wajah yang sangat asing bagi nya.


"Kamu Akan tau sendiri siapa saya." ucap wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2