Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 237


__ADS_3

"Namun sekarang saya sadar yang saya lakukan itu adalah kesalahan yang sangat merugikan saya." ucap Wanita itu.


Dalam tiga bulan saya rasa tidak ada gunanya berdiam diri, aku meninggalkan kota ku itu, Kota sejuta kenangan dan memutuskan memulai hidup baru di kota yang baru, suasana yang baru." ucap wanita itu sambil tersenyum.


"Keadaan kamu dengan saya sangat berbeda." ucap Mile.


Wanita itu hanya terdiri ketika Mile berbicara seperti itu..


"Nih minum dulu." ucap wanita itu memberikan jus kepada Mile.


Mile melihat jus yang di berikan oleh wanita itu.


"Agar lebih tenang dulu." ucap wanita itu. Mile meminum nya.


"Terimakasih." ucap Mile, wanita itu tersenyum.


"Kenal kan nama saya Mina." sambil menjulurkan tangannya. "Mile." jawab nya dengan singkat.


"Saya sangat senang berkenalan dengan kamu." ucap Mina. Mile hanya tersenyum saja.


Cukup lama mereka di sana Mina sudah duluan pulang beberapa menit yang lalu namun Mile baru saja mau pulang.


Di tengah perjalanan dia melihat mobil berhenti di pinggir jalan.


"Loh bukannya itu wanita tadi?" batin Mile. Dia berhenti di depan mobil itu.


"Ada apa dengan mobil kamu?" Tanya Mile. pada Mina yang kelihatan nya sangat panik.


"Ban nya tiba-tiba bocor." ucap Mina.


"Kamu sudah menelpon menkanic kamu?" tanya Mile.


"Sudah, hanya saja mereka tidak bisa hubungi. Aku bingung sekali." ucap Mina.


"Kalau begitu saya akan meminta menkanic saya ke sini." ucap Mile.


"Maaf yah sudah merepotkan kamu." ucap Mina.


"Ini sudah hampir malam dan juga mendung, sebaiknya kamu saya antar pulang." ucap Mile.


"Tapi rumah aku jauh, bagaimana dengan mobil ku?" ucap Mina.


"Sudah kamu tenang saja, supir saya akan membawa ke rumah kamu, tinggalkan saja alamat kamu dan mereka mengantar kan nya ke sana." ucap Mile.


Mina menganguk dia pun langsung naik ke dalam mobil Mile.


Selama perjalanan Mina sangat kedinginan karena sudah hujan. Mile memberikan Selimut kecil yang tersedia di dalam mobil nya.


"Pakai ini, kamu pasti kedinginan."' ucap Mile.


Mina menggeleng kan kepala nya.


"Tidak perlu, Ini seperti nya milik istri kamu." ucap mina.


Mile terdiam. Mina menyimpan kembali dengan rapi.

__ADS_1


"Saya antara tidak percaya dan percaya kalau istri saya sudah meninggal." ucap Mile.


"Loh kamu belum melihat langsung mayat istri kamu?" tanya Mina. Mile menggeleng kan kepala nya.


"Saya hanya mendengar dari dokter karena membawa istri saya keluarga negeri."' ucap Mile.


"Mau bagaimana pun kamu harus iklas, kamu harus terima apa yang sudah terjadi." ucap Mina.


"Tidak semudah itu." ucap Mile. Mina Menghela nafas panjang.


Setelah pertemuan singkat itu sekarang Mile dan juga Mina cukup dekat. Bahkan Mile menawarkan Mina menjadi sekretaris nya.


Semua nya baik-baik saja. Tidak ada yang aneh, Mile juga sudah bisa tersenyum karena ada Mina yang mendampingi dia.


"Keluarga Almarhum istri nya tidak lagi perduli tentang Mile.


Tidak terasa sudah Tiga bulan..


"Alisa kenapa aku merasa kalau Tiara Masih hidup yah." ucap Rafi pada Alisa.


"Itu karena kamu belum siap menerima yang terjadi. Kamu ikhlas." ucap Alisa.


"Tidak bisa Alisa. Aku Selalu memikirkan dia." ucap Rafi.


Alisa memeluk Rafi dengan sangat erat sekali.


"Aku sangat merindukan dia." ucap Rafi.


Alisa hanya bisa diam sambil mengelus punggung kekasih nya.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Kin. Tiara yang masih berbaring di tempat tidur setelah melahirkan hanya bisa tersenyum tipis.


"Sudah lebih baik kok." Jawab Tiara.


"Alhamdulillah." ucap Kin.


Tiara sempat koma karena melahirkan secara normal.


Dan sekarang dia baru sadar.


"Apa sampai sekarang Mile dan juga keluarga ku belum datang?" tanya Tiara.


"Maafin aku yah, aku tidak memberi tahu mereka. Aku bahkan lepas kontak dari mereka." ucap Kin. Tiara menghela nafas panjang.


"Kamu sengaja melakukan ini?" tanya Tiara.


"Aku takut jika anak aku di ambil oleh mereka sebelum aku menggendong nya." ucap Kin.


Tiba-tiba suster datang membawa anak itu dan meletakkan nya di samping Tiara.


"Bayi nya sangat ganteng, mirip sekali dengan Ayah nya." ucap suster mengunakan bahasa Inggris.


Suster itu tersenyum ke arah Kin.


Tiara sangat kaget dengan perkataan Suster itu karena mereka tidak tau wajah suaminya seperti apa.

__ADS_1


Namun setelah melihat wajah putra nya dia sangat Mirip dengan Kin.


Wajah yang begitu tampan.


Bibir berbentuk sama, hidup mancung dan juga kening nya.


"Kalau bisa di berikan minum dulu Bu." ucap Suster. Tiara menoleh ke arah Kin.


"Bapak mau kemana? Di sini saja mendampingi istri yang sedang menyusui." Suster menahan Kin yang hendak pergi.


Setelah itu mereka tinggal di ruangan itu. Kin Menatap Tiara.


"Kalau kamu malu, saya akan menutup mata saya." ucap Kin.


"Tidak perlu!" ucap Tiara dia langsung memberikan anak nya yang seperti nya sudah haus. Melihat anak nya minum dengan sangat cepat membuat kin tersenyum.


"Dia sangat imut sekali." ucap Kin.


Kin melihat wajah Tiara yang menahan sakit.


"Kamu kenapa?" tanya Kin.


"Sakit." ucap Tiara. Kin langsung melepaskan mulut anak nya dari buah dada Tiara.


"Kenapa di lepasin." tanya Tiara.


"Saya tidak tega melihat kamu kesakitan." ucap Kin.


Tiara menghela nafas panjang.


"Itu sudah hal biasa untuk ibu-ibu yang baru menyusui." ucap Tiara. "Tuh lihat dia jadi nangis." ucap Tiara. Di memberikan kembali minum pada anak nya.


Kin tidak berhenti menatap wajah anaknya.


"Aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Tiara.


"Jam dan juga Dasi itu." ucap Tiara.


"Itu milik Saya, saya meninggal kan nya agar kamu mengingat saya." ucap Kin.


"Kamu sudah merencanakan mau memperkosa aku." tanya Tiara marah.


Dia sampai lupa kalau masih merasa sakit.


"Saya sudah tertarik sama kamu waktu kamu sempat bekerja di perusahaan ayah kamu, kita pernah bertemu. Bahkan saya mengajak kamu kenakan." ucap Kin.


Tiara mencoba mengingat semua nya.


"Kalau kamu sengaja dan suka kepada ku, kenapa disaat kamu tau aku hamil kamu tidak segera datang?" ucap Tiara.


"Di posisi itu saya sedang di luar negeri beberapa bulan. Saya sangat kaget melihat undangan kamu..Tampa sadar saya datang di pernikahan kamu dengan cara menyamar." ucap Kin.


"Kamu juga sengaja kan memberikan hadiah dengan foto yang menjijikkan itu?" ucap Tiara tambah marah.


"Pada saat itu saya sudah sangat kesal kepada kamu." ucap Kin. Tiara menghela nafas panjang. Dia benar-benar sangat kesal melihat Kin sekarang.

__ADS_1


"Huff kamu datang kembali menghancurkan rumah tangga ku yang awalnya baik-baik saja, kamu menghancurkan kebahagiaan ku " ucap Tiara memukul Tangan Kin.


__ADS_2