
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di depan rumah Mile. Mile membawa Tiara masuk ke dalam.
"Ada apa dengan Non Tiara Den?" tanya Bibik Ja.
Dia kaget melihat Mile menggendong Tiara masuk ke dalam.
"Dia mabuk bik, tolong bantu saya untuk membersihkan dia." ucap Mile. "Baik Den, Bibik mau ngambil kain dulu.' ucap Bibik.
Mile membaringkan Tiara di kasur.
"Permisi den, saya akan menukar pakaian non Tiara dulu." ucap Bibik, Mile mengangguk dia pun keluar.
"Maaf mengganggu waktu bapak. Ini ada beberapa barang-barang buk Tiara di dalam mobil, mungkin ini sangat di perlukan." ucap supir.
"Terimakasih." ucap Mile sambil mengambil Tas dan juga kresek belanjaan Tiara, ada juga tas khusus dari rumah sakit.
Mile meletakkan barang-barang itu di atas meja ruang tamu namun dia merasa penasaran dengan kantong yang ber label rumah sakit itu.
Mile membuka nya dia melihat hasil pemeriksaan kandungan dan juga Obat untuk ibu hamil tidak lupa juga dengan susu untuk ibu hamil.
"Tiara Hamil?" ucap Mile. Namun tiba-tiba ponsel nya berdering panggilan dari papah nya.
"Halo Pah,"
"Halo Mile. Besok papah mau ke kantor kamu jam sepuluh pagi. Papah mau berbicara hal yang sangat serius." ucap Pak Daniel. "Baik Pah." ucap Mile.
Keesokan harinya Tiara bangun, dia memegang kepala nya yang sangat pusing. "Huff ya ampun kepala ku sangat pusing, aku yakin pasti karena mabuk semalam." ucap nya.
Dia melihat ke sekitar nya tidak ada siapa-siapa di kamar itu.
"Kemana Mile?" batin Tiara dia keluar dari kamar.
"Nok Tiara sudah bangun? Ini saya buatin teh hangat agar tidak terlalu pusing." ucap Bibik.
"Terimakasih Bik, Mile kemana?" tanya Tiara.
"Den Mile sudah dari tadi pagi berangkat ke kantor Non. Apa Non Tasya mau makan siang atau mau mandi dulu?" tanya Bibik Ja.
"Makan siang? Ini sudah jam berapa Bik?" tanya Tiara.
__ADS_1
"Ini sudah tengah satu Non." ucap Bibik. Tiara menghela nafas panjang.
"Ya ampun kenapa aku bisa bangun kesiangan sih," ucap Tiara. "Oh iya Non barang-barang yang ada di mobil milik non Tiara sudah ada di dalam kamar." ucap Bibik.
"Baik bik, kalau begitu aku ke kamar dulu, mau mandi." ucap Tiara. Dia melihat semua nya ada di atas meja.
"Aku lupa minum obat, aku lupa minum susunya, huff bagaimana aku bisa sehat kalau selalu seperti ini." batin Tiara.
Di tempat lain Mile baru saja menyusul papah nya yang menunggu di restoran karena dia baru saja selesai meeting.
"Maafin aku pah membuat lama menunggu." ucap Mile.
"Silahkan duduk." ucap pak Daniel, pak Daniel datang bersama asisten nya.
"Papah mau membicarakan apa?" tanya Mile.
"Papah mau membicarakan soal perusahaan." ucap pak Daniel. "Kenapa dengan perusahaan pah? Semua nya baik-baik saja sekarang." ucap Mile.
"Untuk beberapa Minggu ini papah sangat salut dengan kenerja kamu, papah sangat mengangumi nya, jadi papah sudah memutuskan untuk mengalihkan semua nya atas nama kamu." ucap pak Daniel.
Mile tersenyum. Papah serius?" tanya Mile, pak Daniel tersenyum. "Papah percaya sama kamu, Papah yakin kamu bisa mengelola bisnis dan semua usaha kita. Di tambah lagi bekerja sama dengan perusahaan mertua kamu itu akan membuat keuntungan yang sangat besar." ucap pak Daniel.
Mereka tertawa senang.
Mile terdiam. Dia hanya bisa diam.
"Tolong jangan abaikan keinginan papah ini, Papah tau Kamu dengan Tiara belum cukup dekat, tapi kalau kalian mempunyai anak bisa jadi hubungan kalian Akan semakin baik." ucap pak Daniel.
"Iyah Pah, aku tau kok," ucap Mile.
setelah dari sana Mile kembali ke kantor nya.
Dia mengusap kepala nya. Tiba-tiba dia mengingat hasil pemeriksaan Tiara kemarin. "Kenapa dia mencoba menyembunyikan itu dari semua orang?" batin Mile.
Vano baru saja masuk ke ruangan Mile.
"Permisi Pak, pemilik perusahaan Grup Pentagon akan datang ke sini." ucap Vano.
"Baiklah siap kan penyambutan." ucap Mile. yang Akan datang adalah mertua nya, dia sengaja mengundang mereka datang ke perusahaan nya untuk membahas soal pekerjaan.
__ADS_1
Selain ini Mertua nya juga mau bertemu dengan menantu nya itu.
"Selamat datang Pak, buk." sapa Mile dengan sangat sopan.
"Silahkan duduk." Mile menyambut mereka dengan sangat hangat.
"Saya tidak pernah berfikir sebelum nya akan bekerja sama dengan menantu saya, karena yang saya temui selama ini saya selalu bekerjasama dengan orang lain." ucap pak Yuda.
Mile tersenyum.
"Oh iya nak, soal tadi malam putri kami sudah merepotkan kamu." ucap Buk Rosa.
"Tidak apa-apa buk, kita di sini bukan untuk membahas yang lain, kebetulan ibu dan bapak di sini, saya mau meminta tanda tangan kalian tentang perjanjian kerja sama kita." ucap Mile.
Setelah di pelajari perjanjian tersebut tidak ada yang keberatan Masih seperti biasa, pak Yuda menandatangani dan juga Bu Rosa.
"Oh iya nak kamu mau mengundang kamu dan juga istri kamu untuk makan malam di rumah Besok." ucap Pak Mile.
"Bukan nya saya tidak mau Pak, tapi dalam Minggu ini jadwal saya sangat penuh selalu larut Malam." ucap Mile.
"Baiklah kalau tidak bisa, kalau kamu ada waktu Luang kabari kami." ucap Pak Yuda. "Baik pak." ucap Mile.
Mereka pun keluar dari ruangan itu mengantarkan pak Mile keluar.
"Saya sangat bangga pada kamu, setelah kamu menyelesaikan kuliah kamu, kamu bisa langsung membantu papah kamu di sini,. bahkan kamu bisa menuruti keinginan, kamu sungguh anak yang berbakti." ucap Pak Yuda.
"Semua anak Akan berbakti kepada orang tua nya pak. Tidak hanya saya saja." ucap Mile.
"Percaya tidak percaya ada sebagian anak yang sama sekali tidak mau mendengar kata-kata orang tua nya. Bahkan orang nya harus mengunakan kekasaran." ucap pak Yuda.
Mile hanya tersenyum.
"Baiklah kalau begitu sekian pertemuan kita hari ini, Salam untuk Tiara." ucap pak Yuda. Mile menyalim tangan mereka dan pergi.
"Ciee bekerja sama dengan mertua itu sangat asyik juga yah, sama-sama saling menguntungkan." ucap Gilang.
"Kamu di sini?" ucap Mile melihat Gilang teman sebaya nya itu. Gilang mengangguk.
"Semenjak kamu pulang ke Indonesia bahkan sudah menikah sama sekali tidak pernah menghubungi ku, kamu benar-benar teman yang melupakan teman lama." ucap Gilang.
__ADS_1
"Bukan seperti itu, akhir-akhir ini aku sangat sibuk, bahkan aku sangat jarang di rumah." ucap Mile.
"Humm baiklah aku percaya." ucap Gilang.