
"Untuk apa ini?" tanya Rafi.
"Aku tidak mau mendengar seorang Bos Rafi tiba-tiba pingsan karena kekurangan Air minum. Aku tau Bapak sangat sulit minum air putih. Jadi aku memberikan ini. Sebenarnya ini botol minum ku biasa." ucap Alisa.
Rafi mengambil nya. Dia melihat tutup botol yang ada nama Alisha.
"Harus di habiskan." ucap Alisa. "Baiklah.." ucap Rafi.
Mereka pun berangkat meninggalkan apartemen. Rafi terlebih dahulu mengantar kan Alisa ke kantor nya.
"Terimakasih yah." ucap Alisa. Rafi menganguk.
"Jangan lupa banyak minum air putih, dan juga jangan memaksakan diri untuk bekerja." ucap Alisa.
"Saya paham." ucap Rafi. "Ya udah kalau begitu aku akan masuk." ucap Alisa. "T-tunggu dulu Alisa." ucap Rafi.
Alisa menoleh ke arah Rafi yang masih di dalam mobil.
"Makasih yah sudah mau perduli pada ku," ucap Rafi.
"Aku melakukan nya karena bapak adalah saudara Tiara. Aku tidak ingin di salah kan bapak sakit karena aku. Jangan kepedean." ucap Alisa.
Rafi tertawa kecil mendengar Alisa. "Saya akan menjemput kamu nanti." ucap Rafi.
"Terserah kamu saja." ucap Tiara. Rafi pun segera meninggalkan Tiara.
"Tiara...." panggil Tiara yang berlari mendekati nya.
"Jangan lari-lari Tiara, bahaya banget sama kandungan kamu." ucap Alisa.
"Enggak kok, aman-aman saja." ucap Tiara. Alisa Menghela nafas panjang.
"Seperti nya itu mobil Kak Rafi, kamu ke sini sama kak Raffi? Bagaimana bisa?" tanya Tiara.
"Hanya tidak sengaja bertemu di jalan, kamu tau sendiri kalau pak Rafi sangat suka memaksa." ucap Alisa.
"Huff aku sangat kasihan pada nya. Dia selalu saja di atur oleh Ayah dan ibu, di paksa untuk bekerja agar ayah dan ibu tidak Marah pada nya. Dia tidak mau menentang." ucap Tiara.
Alisa diam. "Sangat berbeda sekali dengan aku." ucap Tiara.
"Kamu sungguh anak yang berbeda Tiara. Kamu sama sekali tidak takut." ucap Alisa.
"Bukan aku tidak takut, hanya saja cukup selama ini orang tua menekan Kami seperti itu, mereka tidak pernah mengerti kepada perasaan anak nya sendiri." ucap Tiara.
"Sudah lah jangan di bahas lagi. Sekarang kamu kenapa bisa di sini? Bagaimana kalau ada orang jahat?" tanya Alisa.
"Apa kamu tidak melihat kedua pria yang ada di sana? Mereka tidak berhenti mengikuti aku, aku muak.." ucap Tiara.
"Itu adalah pekerjaan mereka Tiara." ucap Alisa.
"Tapi aku risih Alisa." ucap Tiara lagi.
__ADS_1
"Tidak ada pilihan lagi. Itu adalah resiko kamu sebagai istri dari ketua keluarga Minor dan. juga sedang mengandung pewaris Tahta keluarga Minor." ucap Alisa.
"Huff Aku sangat bingung bisnis apa sih yang di jalan kan oleh mereka? Kenapa sampai seperti ini." ucap Alisa.
"Apa kamu belum tau?" tanya Alisa. Tiara Menggeleng kan kepala nya.
"Apa kamu tau sesuatu?" tanya Tiara.
"Aku juga tidak tau, namun bisa jadi saja itu adalah saingan perusahaan suami kamu atau dari mertua kamu." ucap Alisa.
"Humm bisa jadi sih, kamu gak masuk kerja?" tanya Tiara. "Ya udah aku masuk dulu." ucap Alisa meninggalkan Tiara di Depan.
"Tante Tiara." tiba-tiba Lena datang membawa minun untuk Tiara.
"Ayo duduk di sini saja Tan." ucap Lena.
"Terimakasih yah Len." ucap Tiara. Lena menganguk.
Tiba-tiba ponsel Lena berdering. "Halo om Mile." ucap Lena.
"Bagaimana laporan yang saya minta kirim kan ke pusat?" tanya Mile langsung.
"Semua nya sudah beres Om." ucap Lena.
"Bagus lah kalau begitu, om mau lanjut kerja." ucap Mile.
"Tunggu dulu Om, lihat nih aku lagi sama siapa?" Tanya Lena mengarah kan kamera ke arah Tiara.
"Tiara. Bagaimana bisa kamu di sana?" tanya Mile.
"Aku ada keperluan. Selain itu aku juga bosan di rumah." ucap Tiara.
"Kenapa kamu tidak menjawab Pesan saya. Panggilan saya kamu abaikan begitu saja." ucap Mile.
"Aku minta maaf, aku hanya sedang tidak Mood saja." ucap Tiara.
"Saya suami kamu Tiara. Seharusnya kamu menghargai saya. Anak saya di kandungan kamu, saya perlu tau kabar nya." ucap Mile.
"Kabar anak nya atau mamah nya nih Om? Kelihatan Om tidak hanya khawatir dengan kandungan Tante Tiara." ucap Lena.
"Anak kecil diam." ucap mile.
"Upss.." ucap Lena.
"Baiklah aku akan menjawab kalau kamu nelpon, puas??" tanya Tiara. Mile menghela nafas panjang.
"Kamu bisa jauh dari sana? saya mau membicarakan hal yang penting" tanya Mile dengan sangat serius.
Tiara menoleh ke arah Lena.
"Baiklah aku yang akan pergi dari sini, seperti nya sangat serius sehingga aku tidak bisa mendengar nya." ucap Lena.
__ADS_1
Lena pun masuk ke dalam.
"Ada apa? Kenapa kedengaran nya sangat serius? Apa terjadi sesuatu?" tanya Tiara Dengan antusias menunggu jawaban Mile.
"Benar Tiara." jawab Mile dengan wajah yang sangat serius.
"Berbicara dengan cepat apa masalah nya?" tanya Tiara.
"Saya.. Sa..Saya - Berbicara lah dengan cepat!" ucap Tiara langsung.
"Saya sangat merindukan kamu." ucap Mile. Tiara menghela nafas panjang sambil menatap Mile dengan tatapan kesal.
"Hanya ini saja?" tanya Tiara. Mile menganguk.
"Ya ampun, aku pikir ada sesuatu yang penting." ucap Tiara.
"Apa menurut kamu merindukan kamu itu tidak penting? Saya tidak bisa tidur sepanjang malam, saya tidak bisa makan, saya tidak bisa berhenti memikirkan kamu Tiara. Kamu kenapa tidak perduli kepada saya?" tanya Mile.
"Bukan begitu." ucap Tiara.
"Lalu apa? kamu kelihatan nya sangat senang saya tidak ada di sana." ucap Mile.
"Aku juga sangat merindukan kamu, namun aku tidak mau terlalu memikirkan nya, aku tau kita tidak akan berpisah." ucap Tiara.
Mile tersenyum tipis.
"Saya mencintai kamu." ucap Gerwyn. Tiara tersenyum.
"Cepat selesaikan kerjaan kamu yang di sana dan segera kembali." ucap Tiara. Mile menganguk.
"Ini ponsel Lena, aku harus segera mengembalikan nya." ucap Tiara.
"Baiklah. Kamu hati-hati kalau mau kemana pun, jangan pernah untuk meminta bodyguard kamu tinggal di rumah." ucap Mile.
"Iyah Mile." ucap Tiara. "I Love you to." ucap Tiara. Mile terdiam sejenak.
"Jawab dulu." ucap Tiara.
"I Love Tiara." ucap Mile. Tiara senyum-senyum sendiri.
Panggilan pun langsung mati.
Mile meletakkan ponsel nya di atas meja sambil memegang wajah nya yang jadi merah karena Tersipu.
"Huff akhirnya saya bisa tenang." ucap Mile.
"Ken.." panggil Mile.
"Iyah tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Ken Masuk ke dalam.
"Bawakan sarapan saya ke sini." ucap Mile. Ken menganguk dia langsung meminta pelayan membawa masuk makanan bos nya itu.
__ADS_1
Mile sama sekali tidak berselera untuk Makan dari tadi malam dan akhirnya dia mau makan.