Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 157


__ADS_3

Roy Menganguk. Pak Daniel pun meninggalkan Roy.


"Untuk saat ini aku adalah anak kesayangan Papah. Aku sekarang yang terbaik di mata papah dan aku tidak akan menyerah sampai papah memutuskan untuk menjadikan aku pemimpin utama." ucap Roy.


"Selamat ulang tahun yah Tuan." ucap bodyguard nya.


"Terimakasih. Kalian harus tetap membantu ku memenangkan semua rencana ku." ucap Roy


Dia tertawa sinis. Dia sangat percaya kalau dia akan menggantikan kan posisi kakak nya itu.


Di kamar Mile membawa makan malam untuk Tiara. "Tiara Makan dulu." ucap Mile. Tiara berbalik dia melihat makanan yang ada di piring.


"Aku belum berselera makan." ucap Tiara. "Makan sekarang juga! Kalau tidak saya akan menyuapi kamu." ucap Mile. Tiara tetap tidak mau.


Mile duduk di samping Tiara yang berbaring.


"Saya akan menyuapi kamu, kamu tidak akan mempunyai alasan untuk menolaknya." ucap Mile.


"Aku belum mau Makan." ucap Tiara. Mile menatap wajah istri nya sambil menghela nafas panjang. "Baiklah kalau kamu tidak mau makan." ucap Mile mau menyimpan makanan.


"Saya sudah memasak ini khusus untuk kamu, namun kamu sama sekali tidak mau menghargai nya." ucap Mile mau pergi namun tiba-tiba di tahan oleh Tiara.


"Kamu yang masak ini?" tanya Tiara. Mile menganguk.


"Kamu tidak berbohong kan?" ucap Tiara. "Coba saja terlebih dahulu." ucap Mile.


Tiara langsung bangun dia mengambil makanan itu. "Terimakasih yah." ucap Tiara sebelum memakan makanan itu.


"Humm enak banget." ucap Tiara. Mile tersenyum melihat istrinya lahap makan. Tidak beberapa lama akhirnya selesai, Tiara melihat piring nya sudah bersih dia menatap wajah suaminya.


"Apa kamu sudah makan? makanan nya sudah Habis, aku minta maaf." ucap Tiara. Mile tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya.


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan saya, kamu khawatir kan Diri sendiri saja. Walaupun saya tidak makan saya tidak mati." ucap Mile. "Huff menyombong diri sekali. Lihat tuh wajah kamu sudah sangat jelek karena ada memar." ucap Tiara.


Mile tersenyum. "Bik tolong simpan semua piring kotor dari kamar." ucap Mile memanggil Bibik.


Bibik ja membawa semua piring kotor ke dapur.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan perut kamu sekarang? apa sudah lebih baik?" tanya Mile. "Sudah kok, terimakasih sudah perduli pada ku." ucap Tiara. Mile menganguk.


Dia mengelus perut Tiara. "Soal kejadian hari ini kalau kamu ingin bercerita, marah atau apapun itu lampiaskan pada saya, jangan membahayakan diri kamu." ucap Mile.


Tiara terdiam.


"Saya juga minta maaf untuk tentang sifat saya yang sangat posesiv pada kamu." ucap Mile.


"Kenapa kamu hanya diam saja? Katakan apa saja yang mengganjal di hati kamu." ucap Mile. Tiara menatap wajah Mile.


"Aku sangat membenci pria kasar," ucap Tiara. Mile Terdiam, di melihat bekas tangan nya di leher Tiara membuat nya merasa bersama sekali.


"Saya minta maaf." ucap Mile. Tiara menghela nafas panjang. "Aku sangat kecewa pada kakak ku sendiri karena hanya dia pria yang aku percaya menghargai wanita namun ternyata aku salah." ucap Tiara.


"Aku tidak pernah berfikir seperti nya kalau dia akan seperti ini hanya karena cinta." ucap Tiara. Mile diam.


Tiara menatap Mile.


"Kalau kamu di posisi kak Rafi, apa kamu akan melakukan hal yang sama?" tanya Tiara. "Saya tidak akan pernah memaksa seseorang untuk tetap tinggal dengan saya ketika mereka tidak mau." ucap Mile.


"Namun seandainya kalau tidak ada pilihan lain untuk mempertahankan cinta, saya Akan melakukan hal yang sama." ucap Mile.


"Ketika Pria itu sudah mencintai Wanita nya dia tidak ingin Jauh dari mereka, ingin selalu bersama mereka." ucap Mile.


Tiba-tiba Tiara terdiam dia teringat Bilmar yang sama sekali tidak pernah memperjuangkan dia. Bahkan dia yang harus minta maaf mencari solusi di saat masalah timbul dari Bilmar.


Di saat mabuk Tiara selalu kena tangan Bilmar. Sampai di hari terakhir mereka bersama. Tiara sudah sangat merasa lelah dia juga tidak bisa memperjuangkan cinta nya.


Air mata nya tiba-tiba keluar. Dia langsung menghapus nya.


"Maaf kan saya." ucap Mile menundukkan kepala nya. Tiara mengelus kepala Mile.


Mile memeluk Tiara dan terjatuh ke kasur. "Aku sangat takut kepada pria yang selalu melakukan kekasaran." ucap Tiara.


"Saya tidak bisa berjanji tidak melakukan hal kasar, karena saya sulit mengontrol emosi saya, tapi saya berusaha untuk mengubah nya." ucap Mile.


Tiara mengelus punggung Mile. "Menyingkir lah dari atas ku, perut ku ketimpa." ucap Tiara. Mile langsung beranjak dari atas badan Tiara.

__ADS_1


"Maaf-maaf." ucap Mile. Tiara Mengelus perut nya.


"Apa kamu sudah mengobati luka mu?" tanya Tiara. Mile menggelengkan kepala nya.


Tiara beranjak dari Tempat tidur membuka laci lemari mengambil kotak Obat.


"Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Mile.


"Walaupun kamu tidak akan meninggal karena ini, tapi tetap saja ini harus di bersihkan agar tidak membekas dan membuat wajah kamu jelek." ucap Tiara.


Dia membersihkan luka Mile terlebih dahulu. "Hati-hati." ucap Mile kesakitan sehingga menahan tangan Tiara.


"Cemen banget sih, anak laki-laki kok lemah." ucap Tiara. "Sakit Tiara.." ucap Mile memegang tangan Tiara yang memegang botol obat.


Tiara melihat tangan nya dipegang membuat nya tersenyum.


"Kamu mengatakan sakit hanya karena ada aku kan? Coba saja kalau tidak ada aku Kamu tidak akan merasa kan apa pun." ucap Tiara.


"Ini sungguh sangat sakit sekali." ucap Mile lagi. Tiara tertawa kecil.


Dia mengganti perban nya, "Sudah selesai." ucap Tiara. Mile membuka mata nya.


"Setelah di bersihkan dan di berikan Obat pasti akan sembuh." ucap Tiara. Namun tiba-tiba Mile mencium bibir Tiara.


Tiara cukup terkejut. "Jangan mencium ku terlebih dahulu, Bibir kamu terlukis." ucap Tiara. "Ini adalah Obat paling ampuh bagi saya." ucap Mile.


Tiara tersenyum. "Kamu sudah sakit Masih sempat saja modus, ingat yah aku belum memaafkan kamu." ucap Tiara.


Mile memasang wajah datar dan menatap Tiara Dengan tatapan dingin.


"Aku mau tidur." ucap Tiara. "Apa kamu tidak ingin melakukan sesuatu yang lain sebelum tidur? Kita baru saja berbaikan setelah aku kembali dari luar negeri." ucap Mile.


"Jangan mengganggu ku, aku mau tidur." ucap Tiara. "Ayolah Tiara. Saya sangat merindukan kamu." ucap Mile.


"Tiara.." ucap Mile. Namun Tiara sudah tidak menghiraukan nya lagi.


"Apa dia sudah tidur? Secepat itu?" ucap Mile.

__ADS_1


"Kamu hanya berpura-pura tidur kan? Saya tidak bodoh." ucap Mile langsung mengganggu Tiara. Tiara tertawa.


"Kau tidak mau mencium kamu, kamu bau Obat." ucap Tiara.


__ADS_2