
"Terimakasih. Aku bisa sendiri." ucap Tiara. Kin hanya bisa menuruti. "Kamu yakin akan pulang sendiri?" tanya Kin.
"Humm terimakasih banyak yah sudah mau membantu ku." ucap Tiara.
Dia masuk ke dalam mobil. "Huff ya Allah, apa yang membuat Mile berubah? Bahkan aku tidak memikirkan keselamatan ku karena ini." ucap Tiara.
Dia melihat dari pantulan cermin mobil nya ada mobil kin yang mengikuti nya. "Sebenarnya apa sih yang dia mau? Kenapa dia berusaha mendekati ku terus?" batin Tiara.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Tiara berhenti di depan gerbang dan keluar dari dalam mobil namun ternyata Kin sudah tidak ada di belakang.
Di malam hari Tiara terus menelpon suami nya namun tidak di angkat. "Kemana sih dia?" ucap Tiara dengan kesal.
Tiba-tiba Alisa dan juga Rafi datang.
"Tiara.." ucap Alisa memeluk Alisa dengan erat. "Ya ampun kenapa Kalian datang tidak Mengabari aku?" tanya Tiara.
"Seprais..." Ucap Rafi.
"Tumben-tumbenan banget, ada apa ini?" tanya Tiara. Alisa dengan Rafi terdiam saling tatap menatap.
"Jangan bilang kalau kamu lupa hari ini adalah hari ulang tahun kamu." ucap Rafi. Tiara Memeriksa tanggal di handphone nya.
"Aku sama sekali tidak ingat, aku juga tidak sadar." ucap Tiara.
"Ya udah kalau begitu ayo tiup lilin sama-sama." ajak Rafi karena dia sudah membawa kue dan juga hadiah untuk Adik nya.
"Suami kamu mana?" tanya Rafi. "Masih kerja kak, aku gak tau kapan dia akan pulang." ucap Tiara. "Oohh." ucap Rafi.
"Lalu bagaimana tanggapan Ayah sama ibu tentang hubungan kalian?" tanya Tiara.
"Tidak ada apa-apa, hanya saja sekarang Tunangan kakak dengan Enjel sudah di batalkan dan semua pihak keluarga tau." ucap Rafi.
"Bagus deh kalau begitu. Kakak harus menjaga Alisa dengan baik, karena perempuan sangat lah sensitif sekali." ucap Tiara.
__ADS_1
"Pasti dong, kakak sangat mencintai dia." ucap Rafi mencium pipi Alisa.
Alisa Terkejut, sementara Rafi hanya senyum-senyum.
Cukup lama mereka berbincang-bincang sampai larut malam.
"Ini sudah malam, suami kamu belum juga pulang." ucap Rafi. "Mungkin pekerjaan nya belum selesai kak." ucap Tiara.
"Oohh begitu." ucap Rafi. Tiara tersenyum dia terlihat biasa saja namun aslinya dia sangat khawatir dia juga bertanya-tanya Kemana suami nya.
"Kakak sama Alisa langsung pulang yah, ini sudah larut Malam." ucap Rafi. "Iyah kak." ucap Tiara. "Nih Hadiah untuk kamu. Selamat ulang tahun semoga Sehat selalu dan di berikan rejeki yang banyak." ucap Rafi memeluk adik nya.
Setelah Rafi dan Alisa pulang Tiara masuk lagi ke dalam. Namun tidak beberapa lama suaminya pulang.
"Kamu dari mana saja? Kenapa kamu pulang Selarut ini?" tanya Tiara. "Banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan, saya sangat lelah, saya ingin istirahat." ucap Mile.
"Tapi hari ini aku..." belum selesai berbicara Mile langsung meninggalkan dia begitu saja. Tiara melihat kue'dam juga hadiah.
"Apa dia tidak mengingat nya sama sekali?" batin Tiara. Dia duduk di sofa. "Sudah lah tidak ada gunanya juga aku mengejar dia ke atas, dia tidak akan perduli." ucap Tiara.
Tiara Mengelus perut nya. "Apa jangan-jangan Mile tau kalau bayi yang di dalam kandungan ku ini bukan anak nya." batin Tiara.
"Tapi tidak mungkin. Dari mana dia tau. Aku sendiri yang tau tentang ini, dan satu lagi pria yang melakukan itu." batin Tiara.
Karena mengantuk dia naik ke atas. "Mile.." panggil Tiara. Mile bergeliat.
"Apa aku melakukan kesalahan sehingga membuat kamu diam seperti ini?" tanya Tiara lagi. Mile menatap istrinya.
"Kamu belum sadar kesalahan apa yang kamu lakukan?" tanya Mile. Tiara terdiam.
"Aku mungkin melakukan kesalahan, tapi aku tidak ingat. Kamu bisa memberi tahu ku." ucap Tiara.
Mile duduk dia membuka laci lemari. "Siapa ini?" tanya Mile menunjukkan foto pada Tiara. Tiara sangat terkejut karena itu foto nya yang hilang.
__ADS_1
"Aku bisa menjelaskan nya, aku mohon kamu jangan salah paham." ucap Tiara.
"Tidak salah paham? Bagaimana saya tidak salah paham kalau seperti ini?" ucap Tiara. "Itu adalah foto yang sengaja di ambil untuk menjatuhkan aku." ucap Tiara.
"Kamu pernah tidur dengan pria lain sebelum dengan saya bukan?" ucap Mile. Tiara terdiam.
"Dan juga kamu menikah dengan saya karena kamu sudah hamil duluan kan?" ucap Mile.
Tiara Menggeleng kan kepala nya. "Aku bisa menjelaskan nya, aku mohon dengerin aku dulu." ucap Tiara.
"Anak itu bukan anak saya kan?" tanya Mile lagi. "Dengerin aku dulu." ucap Tiara. "Tidak ada yang perlu di denger kan lagi. Jawab saja pertanyaan saya!" ucap Mile.
Tiara terdiam. "Jawab Tiara! anak itu bukan anak saya kan? Kamu hamil dengan pria lain sebelum saya kan?" tanya Mile.
"Kamu belum mau jujur?" tanya Mile dia mengeluarkan Surat pemeriksaan dari dokter. "Surat pemeriksaan dari dokter tanggal sebelum kita menikah. Apa ini kurang?" tanya Mile.
Tiara kaget kenapa surat itu ada pada suami nya.
"Kenapa kamu diam? Saya mengakui kalau kamu pintar. Kamu berhasil membodohi semua orang." ucap Mile.
"Mile.. Aku..."
"Aku tidak butuh penjelasan, aku butuh kejujuran kamu!" ucap Mile.
Tiara terdiam. "Saya tidak pernah berfikir wanita yang sudah saya cintai dengan setulus hati, saya lindungi melakukan ini kepada saya." ucap Mile.
Tiara menatap wajah Mile. "Baiklah aku akan jujur. Anak ini memang bukan anak kandung kamu. Aku di perkosa beberapa bulan lalu karena Mabuk. Dan aku tidak tau siapa pria itu." ucap Tiara.
Mile mendengar itu menghela nafas panjang, wajah nya menunjukkan kekecewaan kepada istri nya itu. "Aku tidak sadar. Aku berfikir waktu itu di adalah mantan pacar ku yang meninggal ku." ucap Tiara.
"Beberapa hari lewat aku merasa ada yang aneh dengan badan ku, aku melangsungkan tes di rumah sakit dan ternyata aku positif hamil tanpa aku ketahui siapa Bapak dari anak ku." ucap Tiara.
"Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan pada saat itu, aku bingung. Orang tua ku meminta aku mengugur kan nya namun aku tidak tega, sampai pada akhirnya aku menikah dengan Kamu." ucap Tiara.
__ADS_1
"Kamu sangat tega Tiara!" ucap Mile. "Aku minta maaf." ucap Tiara. Mile mengabaikan Tiara yang meminta maaf. Tiba-tiba Tiara bersujud di kaki Mile.
"Aku tau aku salah. Aku wanita yang tidak tau diri, tapi aku mohon maafin aku. Aku sangat mencintai kamu. Anggap anak ini seperti anak kamu sendiri karena hanya kamu satu-satunya orang yang bisa membantu aku." ucap Tiara.