Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 136


__ADS_3

"Saya hanya mau menjumpai sahabat saya." ucap Tiara mau mengejar Alisa namun keburu Alisa sudah pergi. "Yah kan sudah pergi, Ini semua karena kalian!" ucap Tiara marah.


"Huff Untung saja Tiara tidak sempat bertemu dengan ku, maafin aku yah Tiara bukan aku bermaksud mengabaikan kamu." ucap Alisa melihat Tiara.


"Assalamualaikum Kak." sapa Tiara masuk ke apartemen Rafi. Namun tidak ada orang yang dia lihat di ruangan depan.


"Wahh tumben banget apartemen kak Rafi bersih seperti ini." ucap Tiara. Dia masuk ke kamar.


"Kamu datang juga Tiara." ucap Rafi. Tiara tersenyum dia duduk di pinggir kasur.


"Bagaimana keadaan Kakak?" tanya Tiara sambil memegang dahi kakak nya. "Sudah tidak panas lagi kok, tapi wajah kakak terlihat sangat pucat sekali." ucap Tiara.


Rafi tersenyum.


"Tumben-tumbenan banget kamar ini sangat rapi. Biasanya semua berserak." ucap Tiara.


"Kakak membayar tukang bersih-bersih." ucap Rafi.


"Loh bukannya kakak tidak suka orang lain masuk ke apartemen kakak? Ibu dengan Ayah saja tidak pernah masuk ke Sini, kekasih kakak sendiri saja tidak bisa masuk bagaimana tukang bersih-bersih?" ucap Tiara.


"Hanya tukang bersih-bersih saja tidak bermasalah." ucap Rafi. "Huff mencurigakan sekali." ucap Tiara.


"Nih yang kakak minta, aku sudah membeli semua nya. Sekarang ganti uang ku." ucap Tiara.


"Bisa-bisa nya sudah sakit seperti ini malah meminta minuman keras seperti ini." ucap Tiara.


"Nanti kakak akan mengirimkan nya." ucap Rafi.


"Kakak sebenarnya kenapa sih? Aku melihat kakak kemarin mabuk di sebuah postingan teman kakak. Ada masalah? kakak lagi bertengkar dengan ibu? Atau ayah?" ucap Tiara.


Rafi Menggelengkan kepala nya.


"Jangan sampai mereka tau kakak sakit." ucap Rafi.


"Aku akan memberi tahu mereka kalau kakak tidak jujur ada apa." ucap Tiara.


"Nanti kakak akan cerita." ucap Rafi.


"Dan minuman ini jangan meminum nya ketika belum sembuh total." ucap Tiara.


Rafi mengangguk.


Tiara naik ke kasur.

__ADS_1


"Kakak tau gak aku bertemu dengan siapa di bawah?" tanya Tiara. Rafi Menggelengkan kepala nya.


"Aku bertemu dengan Alisa. Aku yakin dia tinggal di sini sebelum nya." ucap Tiara.


Rafi terdiam.


"Oh iya apa kakak sudah move on dari Alisa? Sudah beberapa Minggu ini kakak tidak pernah membahas Alisa bahkan mengingat nya mungkin tidak lagi, apa kakak sudah menemukan wanita baru?" tanya Tiara.


"Jangan membahas itu kakak tidak mau membahas nya." ucap Rafi. "Kakak sangat ingin minta saran kamu Tiara namun kalau kamu tau kakak sudah membuat Alisa seperti ini kamu juga Akan marah pada kakak." batin Rafi.


Dia mengambilnya botol minuman keras itu Membuka nya dan meminum nya. Tiara terkejut ia langsung menarik nya.


"Aku sudah bilang jangan meminum nya terlebih dahulu." ucap Tiara.


"Kakak ingin menenangkan Fikiran." ucap Rafi. Tiara membiarkan nya karena terlihat wajah Rafi sedang sangat prustasi.


Tiara bersandar di sandaran Kasur sambil memeluk bantal namun dia merasa tidak asing dengan bau bantal itu dia mencium nya lagi.


"Bantal ini kok seperti bau perempuan sih kak? Aku juga tidak asing dengan bau ini." ucap Tiara. Rafi seketika panik.


"Bau perempuan? Mana mungkin ada wanita yang datang ke sini. Kakak akhir-akhir ini ganti parfum." ucap Rafi.


"Ganti parfum? Bagaimana bisa? Bukan kah dari dulu kakak tidak pernah ganti Parfum?" ucap Tiara. "Hanya mencoba yang baru saja, namun ternyata tidak Cocok. " ucap Rafi.


"Huff baiklah kalau begitu, seperti nya kakak harus cepat menikah deh. Karena kelihatan nya kakak sudah ingin di temanin perempuan sampai membeli parfum perempuan." ucap Tiara.


"Aku ke kamar mandi dulu yah." ucap Tiara. Rafi mengangguk.


Tiara masuk ke kamar mandi Rafi langsung menyembunyikan sisir, lipstik dan juga bedak membuat nya ke bawah kasur.


"Huff tidak ada yang lain lagi kan?" ucap Rafi memastikan tidak ada lagi milik Alisa. Di kamar mandi Tiara melihat ada dua gosok gigi, ada sabun mandi wanita dan juga Bra wanita.


"Kak Rafi seperti nya benar-benar membawa perempuan ke sini. Dia tidak bisa membohongi ku." ucap Tiara.


"Nih bra siapa lagi?" ucap Tiara. Dia membawa nya Keluar.


"Sekarang kakak jujur siapa yang kakak bawa ke dalam ini?" ucap Tiara mengangangkat bra itu. Rafi Seketika jadi tegang dan Gugup.


"Alisa kenapa kamu tidak membersihkan semua nya." batin Rafi. "Jangan mencoba membuat kakak salah Tiara, itu milik kamu kan." ucap Rafi.


"Ini bukan ukuran ku. Jangan bohong deh kak. Ada sikat Gigi Gigi, sabun dan juga cuci wajah wanita. Hayo ngaku.." ucap Tiara lagi.


Rafi menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Atau jangan-jangan kakak sudah mau membawa Enjel ke sini." ucap Tiara.


"Aku yakin kakak pasti membawa nya ke sini." ucap Tiara.


Rafi hanya diam saja.


"Bagus deh hubungan kakak dengan Enjel sudah lebih baik, agar Alisa tidak selalu menghindari kakak. Kasihan dia terlihat sangat tertekan Tiap bertemu dengan Kakak." ucap Tiara.


Dia kembali duduk di kasur.


"Kakak yakin Akan menghabiskan itu semua?" tanya Tiara melihat Rafi semakin kuat untuk minum.


"Humm." jawab Rafi.


"Aku akan membantu." ucap Tiara.


"Tidak bisa! Kakak tidak Akan membiarkan calon Keponakan kakak kenapa-kenapa." ucap Rafi.


"Hanya sedikit saja." ucap Tiara. Rafi memberikan nya benar-benar hanya satu teguk doang. Tiara menatap nya tajam namun Rafi tidak perduli.


"Kalau sempat anak yang di dalam perut kamu kenapa-napa keluarga Minor Akan marah pada kamu." ucap Rafi. Tiara menghela nafas panjang.


Dia bersandar.


"Tapi kelihatannya kamu semakin gemuk yah, kamu juga terlihat sangat ceria, kakak sangat senang melihat kamu yang sekarang, berbeda jauh sekali." ucap Rafi.


"Kakak bisa saja." ucap Tiara.


"Wajah kamu positif sekali. Lebih segar dan sangat cantik." ucap Rafi. Tiara tersenyum.


"Sudah sakit, campur Mabuk bisa-bisa nya kakak bercanda." ucap Tiara.


"Kakak tidak bercanda. Sekarang kakak yakin kalau kamu lebih bahagia tidak tinggal bersama ibu dan ayah seperti yang kamu bilang dulu." ucap Rafi.


Tiara langsung diam. Rafi mengelus rambut Tiara. Tiara langsung bersandar di dada Rafi. Tiara memeluk nya.


"Hanya kakak yang bisa mengerti aku." ucap Tiara.


"Kakak sama sekali tidak berguna. Kakak mengerti namun kakak tidak bisa melakukan apapun." ucap Rafi.


"Di samping ku sudah cukup untuk ku kak. Aku sangat sedih ketika kakak jauh." ucap Tiara.


Rafi tersenyum dia mencium pucuk kepala Tiara.

__ADS_1


"Kakak mau tau kamu dengan Mile nyaman kan? dia tidak kasar atau marah sama kamu kan?" tanya Rafi.


"Aku dengan nya sangat bahagia kak." ucap Tiara.


__ADS_2