Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 161


__ADS_3

"Kamu kumpul kan terlebih dahulu barang-barang kamu, aku keluar sebentar dulu setelah itu aku akan mengantarkan kamu pulang." ucap Rafi.


Rafi langsung keluar.


"Alisa! Alisa! Berhenti Alisa." ucap Rafi menahan Alisa. Namun Alisa tidak berhenti. Rafi menarik tangan Alisa.


"Lepaskan aku, aku mau pulang, lebih baik bapak masuk menemani calon tunangan bapak." ucap Alisa.


"Alisa jangan pergi saya mohon. Dengar kan saya terlebih dahulu." ucap Rafi tidak melepaskan tangan Alisa.


Alisa diam. Rafi menarik tangan Alisa agar berbalik menatap nya. "Saya berharap saya bisa melupakan kamu, saya sudah berusaha namun saya tidak bisa, namun setelah ini saya akan berusaha untuk melupakan kamu." ucap Rafi.


Alisa menatap wajah Rafi.


"Saya tidak akan mengganggu kamu, tapi saya mohon katakan sekali lagi kalau kamu tidak mencintai saya." ucap Rafi.


Alisa terdiam terdiam. "Katakan Alisa, setelah ini saya sudah bisa memilih kehidupan saya tampa kamu." ucap Rafi.


"Aku.. A. Aku sangat me.. / Rafi!" panggil Enjel yang tiba-tiba datang. Rafi menoleh ke arah Enjel dan menatap wajah Alisa.


"Ayo buruan anterin aku pulang, aku sudah siap." ucap Enjel merangkul tangan Rafi.


Alisa melihat itu.


"Kamu ngapain masih di sini? Kamu mau godain Calon suami aku?" tanya Enjel. "Maaf, saya telah mengganggu. Maafkan saya." ucap Alisa dia pun pergi meninggalkan apartemen itu.


Rafi menatap mobil yang di naiki oleh Alisa dengan tatapan yang sangat sedih.


"Ayo sayang..." ajak Enjel pada Rafi yang bengong..


"Aku minta maaf yah Tiara, sebaiknya kamu pulang di antar oleh supir ku, aku sudah sangat lelah." ucap Rafi.


"Kamu mau kemana?" tanya Enjel.


"Aku ada urusan sebentar, kabarin aku kalau kamu sudah sampai di rumah kamu." ucap Rafi..


"Iyah sayang," jawab Enjel.


"Hati-hati di perjalanan." ucap Rafi dia langsung meninggalkan Enjel di depan apartemen.


"Humm kenapa sih tiap Rafi bertemu dengan wanita itu dia pasti akan sangat berubah? Dia tidak akan perduli sedikit pun pada ku." ucap Enjel.


Alisa di dalam mobil nya hanya diam saja. Tidak terasa sudah sampai di rumah.

__ADS_1


"Terimakasih banyak yah pak." ucap Alisa. Dan setelah turun dari mobil tiba-tiba tangan nya di tahan oleh Rafi. Alisa sangat terkejut.


"Pak Rafi? apa yang bapak lakukan di sini? kapan bapak Sampai di sini?" tanya Alisa. "Ikut dengan saya Alisa." ucap Rafi menarik tangan Alisa ke arah mobil nya.


" Mau kemana? aku gak mau, aku tidak mau." ucap Alisa.


Namun Rafi langsung menggendong Alisa ke dalam mobil nya.


"Apa yang bapak lakukan?" ucap Alisa.


Rafi masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah itu. "Kita mau kemana? Aku mau turun." ucap Alisa.


"Kamu diam saja." ucap Rafi.


"Aku bilang berhenti, aku akan melompat kalau kamu tidak Mau berhenti." ancam Alisa. Namun Rafi tidak perduli, Alisa mau membuka pintu namun pintu sudydi kunci oleh Rafi.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah penginapan. "Kita ngapain di sini?" tanya Alisa.


Rafi memegang kedua tangan Alisa.


"Kamu sangat menyiksa saya Alisa, kamu membuat saya menderita kamu sangat jahat. Kamu membuat saya merindukan kamu setengah mati." ucap Rafi menatap wajah Alisa..


"Apa yang bapak bicarakan? aku mau pulang." ucap Alisa.


Alisa terdiam. "Saya sangat merindukan kamu ." ucap Rafi.


"Seandainya kamu tau, aku juga merindukan kamu, namun aku rasa itu tidak ada gunanya." batin Alisa.


"Kamu Merindukan saya kan?" ucap Rafi.


"A-aku.." Namun tiba-tiba dia berhenti berbicara karena Rafi mencium bibir Alisa.


Alisa sangat terkejut, dia mau berontak namun Rafi menahan nya begitu kuat. Dia terus mencium Alisa. Sampai akhirnya Alisa pasrah.


Rafi tidak merasakan perlawanan dari Alisa dia pun mencium nya dengan lembut, Alisa mulai merespon dan membalas ciuman Rafi.


Nafas mereka sudah terengah-engah. Rafi melepaskan ciumannya. Dia menatap wajah Alisa.


"Maafkan saya." ucap Rafi. Alisa diam.


"Kamu mencintai saya kan? Jangan pernah membohongi perasaan kamu sendiri Alisa. Saya mohon." ucap Rafi.


"Kalau kita saling mencintai tidak ada gunanya pak." ucap Alisa. "Saya akan memperjuangkan cinta saya." ucap Rafi. Alisa Menggeleng kan kepala nya. "Tidak mungkin Pak. Bapak harus menikah dengan Bu Enjel." ucap Alisa.

__ADS_1


"Saya tidak mencintai orang lain, saya hanya mencintai kamu. Hanya kamu di hati saya. Saya hanya butuh kejujuran kamu untuk Saat ini. Kamu mencintai Saya?" tanya Rafi lagi.


Alisa menarik nafas dalam-dalam dia menatap wajah Rafi.


"Maafkan aku sudah membuat bapak lama menunggu. Aku jujur kalau aku mencintai Bapak, aku tidak bisa melihat bapak dengan orang lain." ucap Alisa.


Rafi Terdiam sejenak. Dia menatap wajah Alisa dengan tatapan gemas tiba-tiba dia tersenyum.


"Yes.." Dia sangat merasa senang sekali, perjuangan nya tidak sia-sia akhirnya.


"Saya tidak salah dengar kan?" tanya Rafi lagi. Alisa tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya.


"Boleh saya mendengar sekali lagi? Saya kurang mendengar sebelum nya." ucap Rafi.


"Aku mencintai Bapak." ucap Alisa.


"Apa? Bapak? Apa saya sudah sangat terlihat tua sehingga di panggil bapak?" tanya Rafi.


"Aku mencintai kamu Rafi." ucap Alisa. Rafi tersenyum.


"Aku juga mencintai kamu Alisa." ucap Rafi. Alisa tersenyum malu. Mereka langsung berciuman bibir. Dengan romantis nya mereka berpelukan.


"Sudah saatnya aku harus egois demi perasaan ku dan juga perasaan yang aku sayang. Maafkan aku untuk orang yang t tersakiti karena cinta kami." ucap Alisa dalam hati.


"Sampai kapan ku aku tidak akan pernah melepaskan dia lagi, saya mencintai Rafi."batin Alisa.


"Terimakasih ya tuhan, ternyata aku bisa mendapatkan wanita yang sudah lama aku incar. Aku adalah manusia paling berbahagia sekarang." batin Rafi.


Mereka pun melepaskan pelukannya. "Kamu menangis?" tanya Rafi. Dia menghapus air mata Alisa.


"Aku hanya terharu karena bahagia." ucap Alisa.


"Untuk malam ini kamu mau kan menginap di sini bersama ku? Untuk pulang ke apartemen tidak mungkin." ucap Rafi.


"Aku harus ijin dulu pada Mamah dan papah." ucap Alisa.


"Kamu tenang saja, sebelum nya aku sudah ijin di waktu baru sampai di rumah kamu." ucap Rafi.


"Sungguh? Kamu Bilang apa?" tanya Alisa.


"Kamu tenang saja, saya tidak bilang jujur kok, saya hanya bilang kalau kamu tidak pulang malam ini menginap di rumah teman kamu." ucap Rafi.


Alisa Menghela nafas lega. "Aku gak mau tidur satu kamar dengan kamu." ucap Alisa. "Kenapa? Saya tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak. Saya hanya ingin memeluk kamu." ucap Rafi.

__ADS_1


__ADS_2