
Dengan cepat juga bisa balas oleh Rafi boleh dengan syarat harus pulang ke apartemen dan tidak boleh menceritakan yang tidak-tidak.
Alisa tersenyum akhirnya bisa juga. Setelah selesai bekerja dia pun ikut kepada Vandi dan Riska untuk belanja terlebih dahulu.
Mereka bekerja sama. Saat sedang Masak bersama keluarga Tiara datang ayah dan juga ibu nya.
"Kalian sedang masak apa?" tanya Bu Rosa.
"Banyak nih Bu." ucap Lena.
"Wahh Kalian masih muda-muda udah bisa Masak saja." ucap Bu Rosa. "Ini sudah tugas kita sebagai perempuan Bu." ucap Tita.
"Kamu apa kabar Alisa? Sudah lama kita tidak jumpa yah?" tanya Bu Rosa. Alisa tersenyum.
"Biasanya kamu selalu datang untuk mencari Tiara." ucap Bu Rosa.
"Sekarang kamu tinggal di Mana? Ibu dengar kamu sudah di pecat dari perusahaan anak saya." ucap Bu Rosa.
"Sekarang saya Masih tinggal di rumah lama Bu, sekarang saya bekerja di perusahaan nya pak Mile." ucap Alisa.
Bu Rosa memandang Alisa dengan tatapan tidak suka, Alisa berusaha untuk biasa saja.
"Kamu sendiri sih, jangan aneh-aneh deh kalau sudah berurusan dengan kekasih orang lain." ucap Bu Rosa.
"Kalian pada ngomongin apa? Buatin teh ke depan. Pak Daniel dengan istri nya sudah datang." ucap Pak Yuda.
Alisa dengan gercep langsung membuat Teh dan setelah selesai dia membawa nya keluar.
"Kalian kenapa bisa dekat dengan dia? Dia bukan lah wanita yang baik, dia hampir saja merebut Rafi anak ibu dari kekasih nya." ucap Bu Rosa.
Mereka semua hanya diam saja. Karena kelihatan nya Alisa anak yang baik bahkan dia sangat polos sekali.
Bu Rosa pun pergi keluar dari dapur setelah Alisa masuk lagi. Tidak sengaja baju Alisa kesenggol oleh Bu Rosa. Dia kesakitan namun bu Rosa tidak perduli sama sekali.
"Sudah abaikan saja Alisa. Selagi kamu tidak makan nasi di rumah nya dia kamu juga tidak menyusahkan dia bodo amat saja." ucap Vandi.
Alisa tersenyum. Mereka pun lanjut untuk masak.
"Om Mile dengan Tante Tiara sudah sampai." ucap Vandi datang ke dapur.
__ADS_1
"Hah! kamu serius?" ucap Riska.
Alisa kaget dengan ekspresi mereka semua.
"Kenapa kelihatan nya Kalian sangat gugup dan takut? Om dan Tante Kalian pulang ini waktu nya untuk Senang." ucap Alisa.
"Bukan itu alasan nya Alisa. Kami memegang salah satu saham perusahaan yang benar-benar harus selesai oleh kami. Namun File nya hilang, virus membuat nya hilang. Kami harus membuat yang baru namun belum selesai. File itu adalah saham yang sangat besar." ucap Riska.
"Alisa pun terkejut, dia mendengar nya saja sudah sangat takut bagaimana Mile akan Marah dia tidak bisa membayangkan nya lagi
"Akhirnya sampai juga di sini." ucap Tiara. Mile turun dia membuka kan pintu pada Tiara. Mereka di sambut dengan senyuman. Tiara sangat senang melihat keluarga nya berkumpul.
Mereka berpelukan melepaskan rindu.
"Bagaimana selama di sana nak? pasti sangat seru bukan?" tanya Bu Rosa. "Sangat seru sekali Bu." ucap Tiara.
Roy juga ada di sana. Mile mulai keluar dari mobil dia memasang wajah datar, tidak mengeluarkan kata-kata apapun, dia menatap Roy dengan tatapan membunuh.
Sampai Roy saja tidak berani jujur menatap mata Mile.
Pak Daniel yang mengerti Anak nya sedang marah dia pun tidak banyak bertanya.
Tiara melihat Alisa, dan juga Keponakan Suami nya sambil tersenyum.
"Kamu kenapa bisa di sini Alisa? Kamu tidak ada mengabari atau membalas pesan ku satu pun." ucap Tiara. "Maafin aku, aku tidak sadar karena sangat sibuk bekerja. Aku ke sini ingin melihat sahabat ku yang baru saja pulang bulan madu." ucap Alisa. Tiara yang mendengar itu tersenyum.
Mereka duduk sama-sama di ruang tamu.
"Oh iya kak Rafi mana Bu? dia kenapa tidak kelihatan?" tanya Tiara.
"Kakak di sini? Kamu seperti nya sangat merindukan kakak." ucap Rafi yang baru saja datang.
"Kakak..."' Ucap Tiara memeluk Rafi.
Alisa melihat Rafi datang dia terkejut. Dia juga tidak datang sendiri melainkan dengan kekasih nya Enjel.
"Kakak juga sangat rindu sama kamu. Kamu kelihatan gemukan. Bagaimana calon Keponakan kakak sehat?" tanya Rafi sambil duduk di samping Tiara.
"Sesat sekali dong kak " ucap Tiara.
__ADS_1
Mereka pun berbincang-bincang sementara Mile memilih untuk diam saja.
Bahkan papah nya sendiri tidak berani mengajak Mile untuk berbicara. "Oh iya Mile, bagaimana dengan liburan nya dengan istri sendiri? Menarik dan pasti sangat seru kan?" ucap Bu Vina.
Mile tersenyum tipis dan mengangguk.
Enjel menatap Alisa.
"Cih kenapa Sih ada wanita ini di sini? Dia sok akrab lagi dengan keponakan nya Mile." batin Enjel.
"Ternyata Pak Rafi datang juga ke sini. Pantesan saja dia mengijinkan aku juga datang ke sini." batin Alisa.
"Mile dengan Tiara. Rafi dengan Enjel. Mereka sudah menemukan pasangan nya. Roy, Vandi, Riska, Tita, Lena dan Alisa bagaimana? Awas nanti gak laku loh " ucap Bu Vina.
"Omah jangan berbicara seperti itu. Aku dengan Alisa sudah berpasangan. Aku tidak jomblo lagi." ucap Vandi merangkul bahu Alisa.
Rafi yang melihat itu seakan ubun-ubun nya terbakar. Alisa tersenyum.
"Seriusan? Kalian memang sangat Cocok sekali. Yang satunya cantik, dan yang satu nya biasa-biasa saja." ucap Omah. Vandi langsung memasang wajah cemberut ketika di ledekin.
Mereka tertawa. "Aku tidak berfikir kalau Vandi benar-benar mengincar Alisa. Karena Vandi mengincar wanita sangat banyak." ucap Tiara.
Rafi melihat Alisa tersenyum dan menatap Vandi semakin membuat Rafi emosi.
"Sialan! Awas saja kalian." ucap Rafi dalam hati.. Karena tidak Kuat melihat nya dia minta ijin keluar menjawab telepon. Enjel mengikuti nya. Alisa sadar Rafi pergi begitu saja.
"Awas saja kamu Alisa!" ucap Rafi marah sekali. Enjel mengejar Rafi ke dalam mobil.
namun Rafi sudah keburu pergi. Enjel mengikuti dengan Taksi dia mengirim kan pesan pada calon mertua nya kalau ada urusan Mendadak.
"Siapa Bu?" tanya Tiara. "ini kakak kamu bilang dia ada urusan mendadak itu sebabnya pulang duluan. Biasa lah mungkin mau menghabiskan waktu berduaan. Mereka sangat jarang bertemu." ucap Bu Rosa.
"Oohh Gitu yah Bu." ucap Tiara. Alisa mendengar itu langsung diam. Mereka semua akhirnya Makan sama-sama di Meja makan.
Setelah selesai makan Orang tua Tiara pulang terlebih dahulu. Setelah itu orang nya Mile.
"Kami pulang dulu yah." ucap Bu Vina.
Tiara mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1
Mereka bersalaman.
"Dari tadi nak Mile hanya diam saja. Apa Kalian tidak ingin membicarakan sesuatu?" tanya Bu Vina pada Mile dan juga suami nya.