Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 57


__ADS_3

Tidak beberapa lama Tiara bangun. Dia menggerakkan badannya dan perlahan melihat ke seluruh ruangan yang kosong dan terlihat sangat asing bagi nya.


"Aku di mana?" ucap Tiara. Namun tiba-tiba dia ingat kalau dia di culik. Dia langsung berontak dan mencabut infus di tangan nya.


"Aku harus segera kabur." ucap Tiara, dia turun dari tempat tidur. Saat membuka pintu dia terkejut dia langsung menutup mata dan menunduk kan kepala nya.


"Jangan sakiti saya, lepas kan saya." ucap Tiara dengan suara yang sangat gemetar.


"Ini saya! Kamu sekarang aman." ucap Mile. Tiara mengangkat pandangan nya memastikan itu adalah Mile dan langsung memeluk nya dengan sangat erat badan nya juga sangat gemetar.


"Kamu sudah aman, jangan takut." ucap Mile.


Tiara di bawa kembali ke tempat tidur. Tangan nya yang di cabut infus sudah berdarah dokter segera membersihkan nya.


"Aku melihat kamu di pukuli banyak orang, aku mau turun dan tiba-tiba dua pria datang dan menutup mulut ku." ucap Tiara.


Mile hanya diam saja. Dia menatap wajah Tiara yang terlihat Masih sangat takut.


"Sudah tidak apa-apa, kamu aman sekarang." ucap Mile.


Tiara memerhatikan wajah Mile yang memar karena berkelahi.


"Bagaimana bisa aku di sini?" tanya Tiara.


Mile hanya diam. "Ini pasti sangat sakit." ucap Tiara menyentuh bibir Mile yang bengkak.


"Ssstt!! Jangan sentuh itu!." ucap Mile menepis tangan Tiara.


"Maaf-maaf." ucap Tiara. "Makasih yah sudah menolong ku, kalau kamu tidak menolong ku, mungkin aku sudah di jadikan budak oleh mereka sekarang." ucap Tiara.


"Lain kali kita harus berhati-hati Keluar. Kamu istirahat lah saya mau mengurus sesuatu." ucap Mile.


Namun tiba-tiba Tiara menahan tangan Mile.


"Kamu mau kemana? Aku takut sendirian, aku juga tidak tau di Mana aku sekarang." ucap Tiara karena menurut nya Itu bukan kah rumah sakit umum.


Karena fasilitas yang benar-benar sangat mewah, kasur yang begitu lebar tempat yang begitu nyaman seperti hotel berbintang.


"Vandi dengan Riksa akan datang menjemput kamu ke sini." ucap Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.."Aku tidak mau pulang dengan mereka, bagaimana kalau orang-orang itu menghadang jalanan kami?" tanya Tiara.

__ADS_1


Mile melepaskan tangan nya dari genggaman Tiara. "Saya masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan." ucap Mile langsung pergi.


Tiara sangat sedih di tinggal begitu saja. Mile keluar dari kamar itu, berdiri di Balik pintu memikirkan sesuatu.


Dia mau pergi namun tanda keponakan nya mau datang belum ada, akhirnya dia masuk lagi.


Saat masuk Tiara sudah memeluk kedua lututnya menenggelamkan wajahnya di kedua lipatan paha nya.


Namun ketika Mile membuka pintu dia langsung melihat ke arah Mile.


"Aku mohon jangan pergi. Aku takut, mereka sangat jahat." ucap Tiara. Mile paham kalau Tiara seperti nya sangat trauma akhirnya dia mengangguk dia duduk kembali di sofa.


Tiara pun bisa berbaring dengan tenang namun melihat Mile terus agar tidak takut. Tidak beberapa lama Keponakan nya datang.


"Maaf Om kami terlambat datang." ucap Vandi. "Tidak apa-apa, tolong bawa Tiara pulang. Dia seperti nya masih sangat takut jadi berusaha lah membuat nya yakin." ucap Mile.


Vandi dan Riska mengangguk. mereka melihat ke arah Tiara yang tidur. "Tiara! Tiara!" Mile membangun kan Tiara.


Perlahan Tiara bangun.


"Saya akan pergi, kamu pulang dengan mereka." ucap Mile. Tiara melihat Riska dan Vandi.


"Kenapa lagi?" Tanya Mile.


"Hati-hati!" ucap Tiara. Mile terdiam sejenak dan langsung pergi.


"Ayo Tan aku bantu." ucap Vandi, mereka pun membawa Tiara Keluar dari sana. Tempat itu tidak jauh dari rumah Mile, namun butuh jalan yang panjang agar tidak ada yang bisa melacak tempat tersebut.


Sepanjang perjalanan Tiara hanya diam saja. Dia melihat ke arah kaca spion mobil ternyata ada bodyguard di belakang.


"Tante mau Makan apa?" tanya Riska.


"Di rumah saja." ucap Tiara.


Tunggu beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Tiara duduk sendirian di Balkon lantai dua. Dia berharap mobil Mile datang namun sudah lama menunggu tak juga datang.


"Tante Tiara lagi mikirin apa sih.? Kenapa kelihatan nya sangat khawatir?" tanya Lena Duduk di Samping Tiara..


"Lagi nungguin Om Mile yah? Tante jangan khawatir sama Om Mile." ucap Lena.

__ADS_1


Tiara Menoleh ke arah Lena.


"Kenapa? Bagaimana kalau orang jahat itu kembali lagi." ucap Tiara.


"Om Mile ke kantor Kakek bersama bodyguard nya. Mungkin mereka akan mencari tahu siapa dalang semua nya itu." ucap Lena.


Tiara terdiam.


"Kamu Sama saudara-saudara kamu yang lain kelihatan nya sangat santai dan tidak panik, apa kalian tidak takut?" tanya Tiara.


"Kami sudah tau kehidupan di sini seperti apa Tante, tidak sekali dua kali kami menghadapi Masalah seperti ini." ucap Lena.


"Tapi kenapa banyak musuh Mile dan juga keluarga nya? Kenapa seperti ada persaingan bisnis dan juga dendam." ucap Tiara.


"Kelihatan nya saja Santai Tante, orang-orang tidak akan pernah tau kalau keluarga seperti ini menghadapi begitu banyak perkelahian. Tapi kalau sudah masuk keluarga ini, semua akan kelihatan." ucap Lena.


"Iyahh Tante. Itu sebab nya Om Mile membawa kami ke sini bukan hanya sekedar untuk bekerja namun juga melindungi kamu dari pembalasan musuh Kakek." ucap Vandi.


Tiara sebenarnya kurang paham namun sekarang dia mengerti kalau Mile harus jadi pelindung di keluarga nya.


"Om Mile memang baru menetap di kota ini, tapi dia sudah sangat paham di sini seperti apa." ucap Vandi duduk juga di sebelah Tiara.


"Sekarang nyawa om Mile sedang di incar oleh musuh-musuh kakek. Di tambah lagi musuh om Mile sendiri." ucap Vandi.


"Apa menurut kamu Mile akan bisa menyelesaikan semua nya?" tanya Tiara. Vandi menggeleng kan kepala nya.


"Selagi Om Mile berada di dunia ini, dia tidak Akan bisa hidup tenang." ucap Vandi.


Tiara terdiam. "Lalu bagaimana dengan Roy?" tanya Tiara.


"Om Roy sangat di lindungi oleh Kakek karena Jika om Mile gagal Roy yang Akan mengganti nya jadi pemimpin utama." ucap Vandi.


Tiara baru tau ternyata seperti itu keinginan papah mertua nya itu. "Dan Tante Tiara Ketika om Mile bilang di rumah Saja dulu Tante harus mengikuti nya karena kalau om bilang seperti itu situasi sedang tidak Aman." ucap Vandi.


"Kenapa tidak melaporkan ke polisi?" tanya Tiara.


Vandi dan Lena Menggeleng kan kepala nya.


"Nanti Tante pasti Akan paham sendiri." ucap Vandi. Tiara semakin bingung.

__ADS_1


"Tadi Om bilang dia akan pulang lambat, jadi jangan menunggu nya." ucap Vandi.


__ADS_2