Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 119


__ADS_3

Dia membuka mata nya ternyata itu adalah Rafi.


"Kenapa kamu tidak mau mendengar kata-kata ku Alisa? aku sudah bilang aku tidak ingin melihat kamu bersama pria lain, kamu adalah Milik ku." ucap Rafi di depan wajah Alisa.


"Bau sekali!" ucap Alisa.


Dia mencium bau alkohol yang sangat menyengat dari badan Rafi serta mulut nya.


Alisa mendorong badan Rafi dari nya, namun Rafi sangat kuat Sekali. "Aku tidak akan membiarkan kamu keluar kalau kamu tidak bisa aku percaya." ucap Rafi.


"Apa yang bapak bicara kan? Aku tidak mengerti." ucap Alisa, tiba-tiba Rafi memegang wajah Alisa dengan sangat kuat sekali sehingga Alisa kesakitan.


"Kamu dengan Vandi ada apa? Jauhi dia!" ucap Rafi.


"Kami hanya bercanda, Bapak menganggap itu serius?" tanya Alisa.


"Aku Bisa melihat kalau Vandi tidak bercanda dengan kata-kata nya." ucap Rafi. Alisa Menghela nafas panjang.


"Minggir! bapak selalu saja Salah paham dan tidak pernah percaya pada ku." ucap Alisa mendorong Rafi dari atas nya.


"Lebih baik aku istirahat dari pada melayani pria seperti bapak. Setelah happy-happy dengan calon tunangan bapak itu, bapak pulang pada ku." ucap Alisa.


Rafi menarik tangan Alisa mendorong nya ke sofa.


Dia naik ke atas sofa mengunci Alisa di sana.


"Kamu harus menanggung akibatnya." ucap Rafi. Dia mencium bibir Alisa, namun Alisa berontak dia Sama Sekali tidak mau di cium.


Namun Rafi terus memaksa nya.


Rafi membuka merobek baju Alisa Tampa pikir panjang. Sekarang badan Alisa sudah terpampang jelas di depan mata Rafi.


"Humm ternyata kamu memiliki badan yang begitu bagus sekali." ucap Rafi mengelus lengan Alisa.


"Lepaskan aku, aku mohon. aku tidak ingin melakukan nya." ucap Alisa menangis.


Rafi tersenyum dia memegang dagu Alisa dengan lembut.


"Saya sudah bilang pada kamu. Jangan pernah bermain-main dengan saya. Saya mencintai kamu dan kamu telah membuat saya cemburu dan kamu harus menerima hukuman dari saya." ucap Rafi.


Tatapan nya sungguh sangat seram sekali. Alisa tidak kuat untuk menatap nya lebih lama lagi.


Rafi mulai lagi aksi nya namun Alisa tidak bergerak dia sudah sangat kaku dia ketakutan dia menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Ibu..." ucap nya dengan lirih Sampai Rafi berhenti. Rafi tidak tega mendengar suara tangisan pujaan hati nya itu. Dia menatap wajah Alisa.


Dia bangun. Dia pun mengendong Alisa ke kamar. Alisa bingung apa yang di lakukan oleh Rafi, namun tidak ada lagi rasa takut, dia sudah sangat pasrah, karena dia tau dia tidak akan bisa lolos lagi.


"pakai lah " ucap Rafi memberikan kaus nya pada Alisa. Alisa diam. Rafi pun memasangkan nya langsung.


"Ayo tidur." ucap Rafi.


"Aku ingin pulang. Aku tidak mau di sini." ucap Alisa.


"Jangan membuat saya Emosi lagi Alisa! Kamu bisa tidak langsung mendengar apa yang saya bilang dan langsung melaksanakan nya?" tanya Rafi.


Rafi menarik Alisa berbaring di samping nya.


Alisa Masih sangat gemetar dia takut saat Rafi memeluk nya.


Rafi juga mencium pucuk kepala nya.


Keesokan harinya..


Mile dan juga Tiara baru saja keluar dari kamar mandi, mereka mandi bersama pagi ini. Tiara membantu mengeringkan rambut suami nya, setelah itu mereka bergantian.


"Hari ini saya harus ke kantor." ucap Mile. "Humm tidak apa-apa, aku juga mau ke rumah ibu dan ayah hari ini." ucap Tiara.


"Kamu ngapain ke sana?" tanya Mile. "Gak tau, tiba-tiba saja Ayah dan Ibu meminta ku untuk datang." ucap Tiara.


Tiara Menghela nafas. "Aku sudah lama tidak bertemu dengan mereka, aku sangat merindukan mereka." ucap Tiara.


"Kamu harus istirahat di rumah, tidak boleh kemana-mana, kalau kamu sudah bertemu dengan teman-teman kamu, pasti kamu lupa diri. Kamu sedang hamil, kesehatan kamu harus dijaga kamu bukan wanita single lagi." ucap Mile.


"Aku janji tidak akan minum, pulang dengan cepat, kamu jangan khawatir." ucap Tiara lagi mencoba membujuk suami nya itu.


"Kalau kamu istri saya, kamu menghargai saya. tolong denger kan kata-kata saya." ucap Mile. Tiara memasang wajah cemberut sambil sedih juga.


"Tidak akan mempan rayuan kamu kepada saya. Kamu harus di rumah menunggu saya pulang." ucap Mile.


"Baiklah kalau begitu." ucap Tiara. Mile pun memasang baju nya agar segera berangkat ke kantor.


Tiara mendekati Suami nya memasangkan Dasi untuk nya.


"Walaupun kamu melarang ku, aku tidak bisa mengabaikan kamu begitu saja.'' ucap Tiara. Tiara tersenyum. Mile berusaha memalingkan pandangannya dari senyuman Tiara yang begitu sangat menggoda dia pagi ini.


"Seperti nya saya tidak sarapan di rumah, saya akan sarapan di kantor. Kamu lanjut istirahat saja." ucap Mile. Tiara mengangguk.

__ADS_1


Setelah itu Mile pun Keluar. "Selamat pagi Om." sapa Keponakan nya di depan.


"Pagi! Ini sudah jam berapa? kenapa kalian tidak berangkat bekerja?"' tanya Mile.


"Kami menunggu Om Mile untuk berangkat sama-sama." ucap Vandi.


"Saya belum bisa memaafkan kalian atas keteledoran kalian. Tapi om bisa memberikan kalian kesempatan." ucap Mile.


Mereka semua terlihat sangat senang sekali.


"Terimakasih banyak om, kami akan mengunakan kesempatan yang om berikan dengan baik." ucap Vandi.


"Bagus kalau begitu. Kalian semua juga harus mencari tahu bagaimana file itu hilang begitu Saja!" ucap Mile.


"Baik Om." ucap mereka sama-sama.


"Kalau begitu ayo berangkat ke kantor." ajak Mile. Mereka pun berangkat meninggalkan rumah itu.


"Humm akhirnya mereka akur lagi." Tiara tersenyum melihat mereka semua akur dengan suami nya.


Melihat itu membuat nya merasa lega.


"Aku akan menghabis kan waktu untuk istirahat saja sendirian di rumah ini." ucap Tiara.


Namun tiba-tiba bel rumah itu berbunyi. Tiara turun untuk melihat nya.


"Bibik Ja." ucap Tiara.


"Non Tiara. Akhirnya kita jumpa lagi." ucap Bibik. "Aku sangat merindukan Bibik." ucap Tiara.


Bibik Ja tersenyum.


"Bagaimana liburan nya enak non?" tanya Bibik.


"Alhamdulillah sangat seru Bik, lain kali Bibik harus ikut. Tapi Bibik libur nya juga seru kan?" tanya Tiara.


"Sangat seru non, terima kasih sudah memberikan libur dan akhirnya Bibik bisa berkumpul lagi dengan keluarga Bibik." ucap Bibik Ja.


"Alhamdulillah kalau seperti itu Bik, ayo masuk." ucap Tiara.


"Non Tiara sekarang makin cantik saja." ucap Bibik.


"Yah harus makin cantik Dong, Entar CEO itu tidak mau pada saya." ucap Tiara.

__ADS_1


Bibik Ja dan Tiara tertawa karena Tiara memasang wajah sombong namun lawak.


"Apa non Tiara dengan tuan Mile sudah baikan?" tanya Bibik lagi. "Humm bagaimana yah Bik. Bibik lihat sendiri saja." ucap Tiara.


__ADS_2