Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 236


__ADS_3

"Saya bisa membawa nya, tidak harus pria itu. Dia yang menghancurkan hidup Adik saya!"' ucap Rafi. Alisa Menghela nafas panjang.


"Jangan marah-marah seperti itu Rafi. Kita hanya bisa berdoa untuk sekarang." ucap Bu Rosa. Rafi menatap ibu dan ayah nya.


"Seandainya saja ayah dan ibu sayang kepada dia, pasti dia tidak akan seperti ini. Kedua pria itu tidak bisa di percaya." ucap Rafi.


Mereka terdiam. "Sayang jangan berbicara seperti itu." ucap Alisa.


"Selama ini ayah dengan ibu mengabaikan menekan nya dan juga selalu menyalahkan dia." ucap Rafi.


"Jangan berbicara seperti itu sayang." ucap Alisa membawa Rafi ke kamar.


Bu Rosa dan Pak Yuda hanya diam saja. "Ayo Duduk dulu mah." ucap Pak Yuda.


Tidak terasa sudah Hampir satu bulan Tiara tidak ada kabar.


"Aaarrrhh!!! Kin telah menipu ku! Sialan." ucap Mile sangat marah sekali dia merasa Kin sudah menipu dia karena tidak ada kabar dan juga tidak tau di mana Tiara selamat atau tidak.


"Om kenapa?" tanya Vandi. Mile melihat Ponakan nya datang.


"Om sangat kesal karena kepercayaan Om tidak di jaga dengan baik oleh Kin." ucap Mile.


"Entah Mengapa aku merasa kalau Tante Tiara tidak selamat Om. Kita tau sendiri perjalanan ke luar negeri bukan Lah singkat." ucap Vandi.


"Jaga mulut kamu Vandi!" ucap Mile.


"Kita juga tau keadaan Tante Tiara Sudah sangat buruk sekali." ucap Vandi.


"Betul Om. Jadi om tidak perlu terlalu memikirkan Tante Tiara. Kami tidak tega melihat Om selalu seperti ini." ucap Lena.


Mile menggeleng kan kepala nya. "Itu tidak mungkin. Om yakin dia pasti selamat." ucap Mile.


"Huff percaya atau tidak lebih baik Om ikhlas." ucap Vandi. Mile yang sudah sangat berubah drastis setelah kepergiannya Tiara hanya bisa mengeluarkan air mata penyesalan.


Sekarang dia tidak seaktif dulu, sudah banyak bisnis yang di lepaskan oleh, dia bahkan beberapa kali sakit namun untung saja Bu Vina mau merawat nya.


Mile memutuskan untuk mencari Tiara langsung Keluar negeri. Namun tidak ada keluarga nya yang setuju dengan rencana nya.


Mile pergi ke rumah sakit tempat Tiara di rawat sebelum nya.


Dan dia bertemu dengan dokter di sana. Dokter yang mendampingi Tiara.


"Dokter! Bagaimana keadaan istri saya Dok? Kenapa dokter pulang istri saya belum pulang?" tanya Mile.

__ADS_1


Dokter Menggeleng kan kepala nya.


"Maafkan saya Pak Mile, namun saya tidak tega memberitahu kepada bapak yang sebenarnya." ucap dokter.


"Maksud dokter apa?" tanya Mile.


"Non Tiara.." Tiba-tiba di Tahan oleh Mile.


"Jangan di lanjutkan." ucap nya.


Mile menahan tangis, perasaan nya semakin hancur.


"Kalau seperti ini apa yang akan aku jelaskan kepada mertua dan keluarga ku? Tiara saya mohon kembali Tiara." ucap Mile menangis.


Dia keluar dari rumah sakit. sampai di rumah nya ternyata ada mertua nya.


"Kata Mamah kamu, kamu pergi ke rumah sakit, apa sudah mendapatkan informasi tentang Tiara?" tanya ayah Mertua nya.


"Sudah tidak ada harapan lagi. Dokter sudah pulang namun Tiara belum pulang." ucap Mile.


"Tidak! Tidak mungkin anak saya meninggal." ucap pak Yuda.


"Ini semua karena kamu! Kamu yang membuat anak saya seperti ini." ucap Pak Yuda mencengkram erat kerah baju Mile.


"Ini semua sudah takdir dan ini adalah jalan Tuhan. Mungkin sudah saatnya Tiara di panggil oleh yang maha kuasa, kule juga tidak menginginkan ini." ucap pak Daniel.


"Seandainya saja saya tidak memberi kan putri Saya kepada kalian ini tidak akan terjadi, saya sangat menyesali." ucap Pak Yuda.


"Kami juga sangat menyesal telah memilih putri kalian menjadi menantu Kami." ucap Pak Daniel.


"Sudah Pah, sudah." Mile marah.


"Tidak ada gunanya untuk ribut sekarang." ucap Mile.


Mereka semua terdiam.


"Saya sekarang jauh lebih hancur, hancur sekali." ucap Mile langsung meninggalkan ruangan itu. Bu Vina mengejarnya.


"Aku Pria yang bodoh, aku sungguh bodoh. Tiara aku mohon kembali." ucap Mile sambil menangis. Bu Vina memeluk Mile yang menangis di lantai kamar nya.


"Kamu jangan menyalah kan diri seperti ini nak." ucap bu Vina.


Hari demi hari Mile tidak memiliki gairah hidup, dia selalu saja marah-marah dia juga tidak berhenti bekerja agar dia tidak memikirkan istri nya.

__ADS_1


Sekarang dia berubah drastis sekali. Pria yang dingin, kejam dan juga tidak mempunyai hati. Dia tidak berhenti memarahi semua bawahannya kalau dia sedang mengingat istri nya.


Pada suatu hari Mile memilih untuk keluar menenangkan diri nya. Dia duduk di pinggir pantai sendirian.


Dia tidak bisa berhenti membayangkan wajah istri nya.


"Apa kah kamu benar-benar meninggal? Tapi kamu harus tau isi hati saya hanya kamu. Saya tidak akan melupakan kamu." ucap Mile.


"Permisi Apa saya bisa duduk di sini?" tiba-tiba wanita datang dan meminta ijin duduk di samping nya.


"Silahkan." ucap Mile. Wanita itu melihat Mile.


"Apa anda sedang menangis?" tanya wanita itu. Mile diam.


Wanita itu juga diam.


"Ketika seseorang sedih itu artinya dia memiliki masalah. Jika dia seorang laki-laki kalau bukan karena Ibu bisa jadi karena istri nya." ucap wanita itu.


Mile menoleh ke wanita yang di samping nya itu.


"Istri saya meninggal bulan lalu." ucap Mile. Wanita itu diam.


"Saya sangat merindukan dia, saya tidak bisa melupakan dia, saya marah kepada diri saya sendiri ketika mengingat dia." ucap Mile.


Wanita itu menghela nafas panjang.


"Itu adalah hal yang sangat wajar sekali. Tapi berlarut-larut dalam kesedihan itu tidak lah baik." ucap wanita itu.


"Kamu harus bangkit memulai hidup baru karena yang sudah pergi tidak mungkin kembali."


"Melakukan tidak semudah mengatakan nya." ucap Mile.


"Saya paham kok yang kamu rasakan, tapi mau sampai kapan kamu akan sedih seperti ini, bahkan tidak ada Raut bahagia di wajah kamu, aku bisa memastikan kalau kamu tidak pernah Tersenyum." ucap wanita itu.


"Kamu tidak perlu sok tau." ucap Mile.


"Saya juga pernah kehilangan sosok yang sangat saya sayang ya itu Ibu saya. Dunia saya sangat gelap sekali. Saya sendirian berbulan-bulan saya tidak bisa berfikir dengan baik."


"Namun sekarang saya sadar yang saya lakukan itu adalah kesalahan yang sangat merugikan saya." ucap Wanita itu.


Dalam tiga bulan saya rasa tidak ada gunanya berdiam diri, aku meninggalkan kota ku itu, Kota sejuta kenangan dan memutuskan memulai hidup baru di kota yang baru, suasana yang baru." ucap wanita itu sambil tersenyum.


"Keadaan kamu dengan saya sangat berbeda." ucap Mile.

__ADS_1


__ADS_2