
Dia membuka Pesan suara dari Rafi.
"Alisa kamu sudah berhasil membuat saya kembali sakit lagi. Saya menyesal kembali membuka Hati ini."
Alisa terdiam sejenak. Dia mau membalas namun tidak jadi dia mematikan ponsel nya dan langsung tidur. Sementara Rafi sudah pingsan karena kebanyakan minum.
Keesokan harinya....
"Selamat pagi Non." sapa Bibik melihat Tiara yang baru saja bangun. "Pagi Juga bik." jawab Tiara.
"Nih ada susu untuk non Tiara. Silahkan di minum dulu non." ucap Bibik.
"Terimakasih Bik." jawab Tiara. Bibik menganguk.
"Tadi Tuan Mile Mengabari dia sudah dalam perjalanan ke bandara. Ponsel Non Tiara di hubungi tidak aktif." ucap Bibik.
"Aku lupa mengisi baterai nya bik." ucap Tiara.
Tiara turun dari kasur.
"Bik aku mau minta saran Bibik dong." ucap Tiara.
"Saran apa Bik?" tanya Bibik Ja.
"Saran hal apa yang aku lakukan untuk menyambut Mile pulang nanti, aku bingung harus melakukan apa. Aku belum terbiasa." ucap Tiara.
"Seharusnya tidak perlu melakukan hal yang istimewa Sih Non. Cukup menyambut nya dengan senyuman wajah yang ceria." ucap Bibik Ja.
"Tapi aku rasa Mile bosan dengan hal seperti itu, aku ingin menyambut nya dengan hal yang romantis Bik." ucap Tiara. Bibik Ja terdiam sejenak memikirkan nya.
"Bagaimana kalau dengan memasak atau mendekorasi kamar?" tanya Bibik Ja. "Ide Bagus bik." ucap Tiara. Dia langsung setuju saja dengan usulan Bibik Ja.
Namun saat membicarakan mau memasak apa perut nya tiba-tiba sangat mual.
"Uwekk-uwekk!!" dia berlari ke kamar mandi.
Di mengeluarkan semua isi perut nya yang hanya isi air saja.
"Non Tiara..." panggil Bibik Ja dari luar. Tiara Keluar.
"Perut ku sangat mual dan kepala ku sangat pusing bik," ucap Tiara. "Non duduk dulu." ucap Bibik. Tiara duduk di sofa.
__ADS_1
"Ini akibat non Tiara tidak Makan tadi malam jadi nya masuk angin." ucap Bibik Ja. Tiara menghela nafas panjang.
"Huff baru saja mau beraktivitas dia sudah Kambuh saja." ucap Tiara.
Bibik Ja tersenyum. "Mungkin Baby nya tidak ingin Mamah nya kecapean. Lagian Tuan Mile tidak terlalu banyak berbicara atau protes tentang hal sepele, non Tiara tidak perlu melakukan itu." ucap Bibik Ja.
Tiara menatap wajah Bibik Ja. "Humm Omongan Bibik ada benar nya juga." ucap Tiara. "Oh iya non berhubung ini adalah hari Minggu saya keluar sebentar untuk membeli beberapa kepentingan saya yah Non." ucap Bibik.
"Hari Minggu bik? aku sama sekali tidak sadar." ucap Tiara. Bibik menganguk. "Ya udah Bibik bisa pergi, jangan lama-lama yah bik." ucap Tiara.
Bibik Ja segera keluar dari kamar itu.
Tiara menghidupkan ponsel nya yang baru di isi oleh nya.
"Sebaiknya aku meminta Alisa datang ke sini." ucap Tiara. Karena ketika tidak bertemu dengan teman-teman nya dia pasti kurang bersemangat sama sekali.
Namun saat di telpon atau di kirimin pesan Alisa tidak aktif.
"Alisa kemana sih?"
"Coba telpon kak Rafi saja deh, siapa tau dia melihat nya." ucap Tiara.
Dia menelpon kakak nya. Di ruang tamu Rafi yang tidur di lantai mendengar suara Handphone nya.
"Halo kak, apa kakak melihat Alisa?" tanya Tiara langsung.
"Alisa?" ucap Rafi." "Iyah kak, barang kali ada kakak lihat." ucap Tiara.
"Dia sungguh wanita yang tidak berguna. Wanita tidak mempunyai hati." ucap Rafi.
Tiara kaget dengan kata-kata Rafi.
"Kakak berbicara apa sih? jangan bilang kakak Masih mabuk?" ucap Tiara. Rafi diam.
"Berbicara dengan orang Mabuk akan membuat ku juga ikut bodoh." ucap Tiara dia langsung mematikan handphone nya.
Rafi melihat Ponsel nya mati. Dia tiba-tiba tersenyum.
"Kamu menghancurkan saya Alisa, apa kamu sudah puas?" ucap Rafi.
Dia mengingat beberapa tahun lalu dia patah hati di tinggal kan oleh wanita karena orang tua nya tidak menyetujui hubungan mereka.
__ADS_1
Rafi sangat terpukul di masa itu, dia sudah berjanji tidak akan membuka pintu hati nya pada siapapun. Namun nyatanya sudah cukup tiga tahun menutup pintu hati nya akhirnya terbuka kembali karena Rafi yakin Alisa akan menerima nya.
Namun ternyata dia salah. Wanita yang sudah di kejar oleh nya selama satu tahun lebih menolaknya mentah-mentah.
Perlahan Air mata Rafi keluar. Namun tiba-tiba Ponsel nya berdering lagi telepon dari Ibunya.
Dia berusaha untuk duduk walaupun sekujur badan nya sakit, Lemas dan juga kepala nya sangat pusing sekali.
"Halo Bu." ucap Rafi.
"Halo Rafi. Ibu dan ayah ingin kamu pulang ke rumah hari ini, ada yang mau kami bicarakan." ucap Bu Rosa.
"Aku tidak bisa Bu, aku ada janji dengan teman-teman ku hari ini." ucap Rafi. "Kamu lebih mementingkan teman-teman kamu dari pada Orang tua kamu sendiri?" ucap Bu Rosa langsung.
Rafi menghela nafas panjang.
"Baiklah Bu, kalau begitu aku akan ke sana." ucap Rafi.
"Ibu tunggu." ucap Bu Rosa. Panggilan telepon langsung di matikan oleh Bu Rosa.
Rafi berdiri dari tempat tidur nya itu. Dia melihat apartemen nya benar-benar sangat berantakan sekali. Dia mengambil Jas nya membawa ke kamar.
Dia masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan diri nya. Setelah selesai mandi dia merasa perut nya sangat sakit sekali sehingga dia harus memasak apa yang ada di dapur.
Kebetulan hal yang paling simpel untuk di masak hanya Mie instan yang sangat pedas.
"Memakan makanan pedas di saat perut kosong itu tidak baik. Bisa membuat kamu sakit. Intinya itu tidak baik untuk kesehatan." Kata-kata Alisa terngiang-ngiang di pikiran Rafi.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga. Dia sudah membuat mie yang sangat pedas sekali.
Dia mau memakan nya namun termenung lagi karena teringat Alisa. "Apa yang aku lakukan sampai-sampai aku harus gagal lagi dalam masalah percintaan." batin Rafi.
Dia tidak jadi Makan mie itu. Dia menghabiskan Teh nya dan meninggalkan dapur begitu saja.
Dia melihat ruang tamunya sangat berserak.
"Bapak harus tau kalau kebersihan adalah sebagian dari iman. Kalau tempat ini bersih pasti akan sangat nyaman." kata-kata Alisa yang terngiang-ngiang lagi di telinga Rafi saat mengingat Alisa yang tidak akan membiarkan apartemen nya berantakan.
Dia pun membersihkan semua nya, untuk pertama kali dia bersih-bersih sendiri cukup aneh bagi nya namun dia bisa melakukan itu demi kebaikan nya sendiri.
Dia merasa ruangan itu sangat bau dia membuka jendela mengeluarkan bau yang menyengat. Setelah semua nya sudah bersih dia siap-siap untuk pulang ke rumah orang tua nya.
__ADS_1
Namun tidak lupa dia mengabari Adik nya.