Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 132


__ADS_3

Di siang hari nya Mile sampai di hotel.


"Di mana istri saya?" tanya Mile.


"Nona Tiara sudah pulang pagi tadi pak. Dia menunggu bapak dari semalaman sampai ketiduran." ucap resepsionis.


Mile langsung meninggalkan hotel itu. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


"Akhirnya Tuan pulang juga. Non Tiara pulang-pulang menangis Tuan, Dan dari pagi tidak keluar untuk sarapan ataupun makan siang. Saya sangat khawatir." ucap Bibik Ja.


Mile berjalan cepat naik ke atas. Dia mengetuk pintu sebelum masuk namun tidak ada respon dari dalam akhirnya dia membuka pintu.


Dia melihat istrinya menutupi tubuh nya dengan selimut di kasur.


"Tiara.." panggil Mile. Tiara tidak mengopeni sama sekali.


"Tiara." ucap Mile lagi sambil memegang pundak istri nya.


"Ayo bangun Tiara, saya mau berbicara dengan kamu." ucap Mile. Mile menunggu sampai Tiara bangun namun tetap saja dia tidak mau bangun.


"Apa kamu marah pada saya?" tanya Mile. Tiara tetap diam.


"Saya tau kamu pasti sangat marah pada saya walaupun kamu tidak berbicara, saya ada pekerjaan mendadak yang tidak bisa di tinggal kan, itu sebabnya saya tidak bisa datang tepat waktu." ucap Mile.


Tiara bergeliat dia bangun dan menatap suaminya.


"Apakah pekerjaan kamu lebih penting dari pada aku?" tanya Tiara.


"Bukan seperti itu, tapi.."


"Kalau seandainya kamu tidak punya waktu tidak perlu mengajak ku. Aku tau kamu melakukan itu karena sebelumnya aku cerita kan?" ucap Tiara.


"Dengerin dulu Tiara." ucap Mile mau memegang Tiara namun Tiara menepis nya.


"Aku masih marah sama kamu. Jangan menganggu ku, kalau aku tau akan seperti itu aku tidak akan menghabiskan waktu ku memilih baju, merias wajah dan menunggu kamu sampai pinggang ku sakit." ucap Tiara.


Mile terdiam dia menghela nafas panjang.


"Apa yang harus saya lakukan agar kamu bisa memaafkan saya?" tanya Mile.


"Tidak ada. Kamu lebih baik pergi dari hadapan ku. penting kan saja pekerjaan kamu." ucap Tiara.

__ADS_1


Mile memeluk istrinya tiba-tiba.


"Kalau seandainya kamu tidak bisa datang, kamu bisa mengabari aku, setidaknya kamu membaca pesan aku, namun sepertinya kamu benar-benar tidak ingat dan tidak perduli." ucap Tiara.


" Bukan seperti itu Tiara, ponsel saya mati, saya tau saya sangat salah sekali. Saya mohon maafkan saya." ucap Mile memeluk Tiara yang berbaring.


Tiara hanya diam saja. "Kamu juga harus mengerti saya. Saya memiliki banyak pekerjaan sehingga saya tidak bisa datang." ucap Mile.


Tiara Menghela nafas panjang. "Aku ingin istirahat." ucap Tiara.


"Bibik bilang kamu belum makan sama sekali, ayo keluar makan dulu." ucap Mile. "Aku tidak lapar." ucap Tiara. Mile beranjak dia pun tidak beberapa lama dia kembali membawa makanan untuk istri nya.


Tiara melihat itu.


"Saya akan keluar dari sini, kamu Makan yah." ucap Mile. Tiara diam saja.


Mile meletakkan nya di atas meja dan dia pun langsung keluar. Tiara melihat makanan yang di atas meja.


Telur dadar di kasih kecap yang berbentuk love dan kata maaf.


Tiara menghancurkan nya. "Aku sangat benci ketika di abaikan, dia mengingat kan aku pada si Pria berengsek itu saja." ucap Tiara.


Dia menghabis kan makanan itu setelah habis Mood nya kembali.


"Kenapa sih pria di dunia ini tidak mengerti ketika wanita nya benar-benar mencintai dia bahkan sangat rela melakukan segala nya namun tetap saja masih di abaikan dan di permainan." ucap Tiara.


Dia turun dari kasur.


"Mile kemana yah?" ucap Tiara dia keluar mencari suami nya. "Non Tiara akhirnya keluar. Non Tiara sudah Makan?" tanya Bibik Ja.


"Sudah kok bik tadi." ucap Tiara.


"Non Tiara sekarang baik-baik saja kan? Bibik sangat khawatir." ucap Bibik Ja.


"Baik kok bik, Bibik jangan khawatir." ucap Tiara. Bibik.ja tersenyum.


"Mile mana Bik?" tanya Tiara.


"Ketiduran di sofa Non. Seperti nya tuan Mile kecapean sehingga ketiduran di sana, biasa nya tuan tidak mau tidur sembarangan." ucap Bibik. Tiara melihat nya dan mendekati nya.


"Sesibuk apapun pekerjaan kamu, sepenting apapun itu kalau aku adalah prioritas kamu, kamu tidak mungkin seperti ini." ucap Tiara. Dia berdiri di samping sofa namun Mile langsung terbangun.

__ADS_1


"Tiara." ucap nya dengan suara serak sambil berusaha untuk bangun walaupun mata nya Masih sangat mengantuk sekali.


"Kenapa kamu malah tidur di sini?" tanya Tiara.


"Gak apa-apa, saya hanya tidak ingin menganggu kamu." ucap Mile.


"aku sudah keluar dari kamar, kamu sekarang boleh istirahat di sana." ucap Tiara. Mile menarik tangan Tiara duduk di samping nya.


"Saya ingin istirahat di sini." ucap Mile membaringkan kepalanya di paha istri nya. Tiara hanya bisa diam saja.


Tidak beberapa lama Mile langsung tidur lagi. Tiara mengelus rambut suami nya.


"Aku tidak bisa marah begitu lama kepada orang yang aku sayang, aku mengerti kalau kamu sibuk hanya saja aku benci karena di berikan harapan palsu. Aku sudah sangat mengharap kamu akan datang." ucap Tiara.


Dia mengelus suami nya dengan penuh kasih sayang.


Alisa baru saja sampai di bandara Jakarta tepat jam 3 Sore.


"Akhirnya aku sampai juga." ucap nya dia pun langsung ke rumah nya.


Sampai di sana dia merapikan semua barang-barang nya, tidak lupa juga Mengabari orang tua nya kalau dia sudah sampai.


Sebenarnya banyak drama orang tua yang di lalui saat pulang namun mau bagaimana pun dia harus pulang karena tidak mendapat kan Ijin tambahan dari kantor.


Dia berbaring di kasur melihat ponsel nya. Dia melihat nomor Rafi.


"Apa kata-kata ku hari itu keterlaluan? tapi yang aku katakan benar." ucap Alisa lagi.


"Ah sudahlah lebih baik aku pergi saja menjemput barang-barang ku di sana, aku bekerja dengan apa besok?" ucap Alisa.


Dia menukar pakaian nya dengan pakaian santai setelah itu mengambil tas, ponsel dan berangkat meninggalkan rumah nya itu.


Dia mengunakan Taksi ke sana. Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di sana.


"Aku pasti bisa. Semoga saja tidak ada Rafi di sana." ucap Alisa. sampai di sana dia memeriksa tas nya namun tidak ada kunci cadangan nya di sana.


Dia baru ingat ternyata memindahkan nya pada saat mau siap-siap, berangkat ke sini.


"Yahh bagaimana dong ini, aku tidak akan bisa masuk. Masa iya aku pulang dan datang ke sini lagi?" ucap Alisa. Namun tiba-tiba ada orang yang datang.


"Permisi Bu Apa ini apartemen milik atas nama Rafi?"

__ADS_1


__ADS_2