
"Kamu lagi?" ucap Tiara kaget melihat Rino.
Rino tersenyum.
"Saya baru saja selesai makan di lantai atas, namun tidak sengaja melihat kamu di sini sendirian." ucap Rino.
"Bagaimana kabar kamu?" ucap Rino. "Aku baik-baik saja." ucap Tiara.
"Kamu sendirian di sini?" tanya Rino lagi. Tiara mau berbicara namun teman Rino sudah langsung mengajak nya pergi.
Tiara melihat mereka pergi begitu saja. Namun Mile ternyata sudah datang dari pintu samping.
"Kamu berbicara dengan siapa tadi?" tanya Mile pada Tiara yang masih melihat ke arah pria itu.
"Oh enggak kok. Aku tidak kenal. Hanya bertanya tentang makanan saja." ucap Tiara. "Oohhh." ucap Mile.
"Kamu dari mana? Kenapa begitu lama?" tanya Tiara.
Mile tiba-tiba memberikan bunga pada Tiara. "Seriusan ini untuk aku?" tanya Tiara. "Humm Iyah untuk kamu." ucap Mile. Tiara melihat ke sekeliling.
"Di dekat kita masih ada orang, kamu gak bermasalah sama sekali kan? Aku tidak memaksa kamu harus terbuka seperti ini kok." ucap Tiara.
Mile tersenyum dia menggeleng kan kepala nya.
"Ambil saja bunga nya. Saya memberikan ini mengumpulkan keberanian cukup banyak dan sangat lama." ucap Mile.
Tiara tersenyum. "Jangan bilang kamu lama karena memikirkan bagaimana cara memberikan nya?" ucap Mile. Tiara menganguk.
"Terimakasih yah." ucap Tiara mengambil bunga itu. "Sama-sama, saya senang kalau kamu bahagia." ucap Mile. Tiara memegang tangan suami nya.
"Aku juga memiliki hadiah untuk kamu." ucap Tiara.
"Hadiah apa?" tanya Mile. Tiara membuka tas nya dan memberikan kotak kepada suaminya.
Namun tidak sengaja barang jatuh dari tas ke bawah meja.
"Biar saya saja yang ngambil, tas kamu terlalu penuh." ucap Mile.
Tiara melihat Jam tangan yang jatuh ke bawah meja. Dia sangat gugup.
__ADS_1
"Loh ini jam tangan laki-laki. Ini jam siapa?" tanya Mile. "Oohh itu jam kak Rafi. Tidak sengaja aku memasukkan ke dalam tas ku." ucap Tiara.
"Kak Rafi? Seingat dan yang saya lihat, tidak pernah dia memakai barang-barang mahal seperti ini." ucap Mile.
"Sering kok dulu, sekarang saja dia tidak pernah membeli karena keuangan nya di atur sama ibu dan ayah." ucap Tiara.
"Tidak mungkin Tiara. Ini adalah Jam yang begitu mahal. Dan barang ini hanya beberapa saja yang ada di Indonesia. Dan yang memakai jam seperti ini adalah kalangan orang-orang kaya raya yang juga berpangkat di akui oleh negara." ucap Mile.
"Ini mungkin yang palsu. Aku akan mengembalikan nya nanti sama kak Rafi." ucap Tiara. Tiara memasuk kan jam itu ke tas nya lagi.
"Ini kado untuk kamu." ucap Tiara. Mile membuka nya ternyata isi nya adalah gelang couple yang sangat cantik.
Mile tersenyum. "Aku tidak pernah melihat kamu menggunakan gelang. "Kamu pakai yang ini, dan yang ini untuk aku." ucap Tiara.
"Loh kok inisial nya tertukar?" ucap Mile.
"Di gelang Kamu adalah inisial aku, sementara di tangan aku adalah inisial kamu. Itu artinya kamu milikku, aku milik kamu." ucap Tiara.
Mile mendengar itu membuat nya senyum-senyum sendiri.
"Ya ampun, ternyata kamu jauh lebih romantis dari pada saya." ucap Mile. Tiara tersenyum. "Ya udah lanjut makan yok." ucap Tiara.
Mereka pun makan. Tidak beberapa lama mereka selesai makan dan langsung pulang karena sudah larut Malam juga.
"Tadi kami ke sana Tante. Keadaan nya sudah baikan kok, tapi kami meminta nya untuk istirahat aja beberapa hari. Karena kalau sudah tua seperti itu rentan sakit." ucap Lena.
"Oohh Bagus deh." ucap Tiara.
"Oh iya Tante. Acara ulang tahun perusahaan Kakek empat hari lagi, apa Tante sudah menemukan gaun yang akan di pakai?" tanya Riska.
"Oh iya yah, kita tidak menjadi menjahit baju yang samaan, kapan kita Akan membeli gaun?" ucap Rika.
"Besok Kalian bisa libur dan mencari gaun." ucap Mile. "Aku juga yah Om." ucap Vandi.
"Kamu mau cari gaun juga?" ucap Mile. "Bukan Om, aku mau mencari jas sama sepatu. Aku juga harus menata rambut, kulit ku belakangan ini sangat kering." ucap Vandi.
"Kamu berlebihan! Wanita saja tidak seperti itu." ucap Rika.
"Yahh kan aku juga pengen perawatan. Bukan cuman perempuan aja." ucap Vandi. "Kamu tidak boleh libur karena tugas, Riska, Rika dan Lena, kamu yang bertanggung jawab." ucap Mile.
__ADS_1
"Yahhhh. Om gak adil. Jahat banget." ucap Vandi cemberut. Sementara perempuan tersenyum bahagia.
"Tante ke kamar dulu yah, Tante sudah sangat Lelah." ucap Tiara. Tiara segera pergi.
"Om juga ke kamar Dulu." ucap Mile.
"Di sini saja Om. Gak bisa banget jauh-jauh dari istri." ucap Vandi menahan Mile.
"Maka nya buruan nikah." ucap Mile.
Vandi lagi-lagi tersindir oleh Mile. Mile berlari mengejar istri nya.
"Loh kok kamu ke kamar? bukan nya tadi ngobrol-ngobrol Sama Vandi?" ucap Tiara. Mile Menggeleng kan kepala nya.
"Saya ingin istirahat." ucap Mile langsung berbaring di kasur.
Tiara membiarkan saja ia masuk ke kamar mandi. Tidak beberapa lama keluar dari menukar pakaian nya dengan pakai tidur.
"Kamu mau langsung tidur?" tanya Mile pada Tiara yang berbaring membelakangi nya. Tiara menoleh ke arah Mile.
"Humm aku mau tidur, karena mata ku sudah sangat mengantuk." ucap Tiara.
Mile membawa kepala Tiara ke pelukan nya. "Tidur jangan membelakangi saya." ucap Mile.
"Kalau seperti ini tidak nyaman. Perut ku sudah terasa besar walaupun sebenarnya masih kecil." ucap Tiara.
Kalau begitu kamu berbalik namun harus dekat dengan saya." ucap Mile. "Baiklah-baiklah ." Tiara di peluk dari belakang oleh suami nya.
Baru beberapa menit Mile sudah tidur dengan nyenyak.
Tiara menoleh ke arah suami nya. Dia menatap wajah suaminya.
Dia mengingat kata-kata Mile pemilik jam itu bukan orang sembarangan.
"Siapa sebenarnya dia? Apa benar dia adalah orang ternama sehingga tidak mau bertanggung jawab sebelum nya kepada ku? Tapi apa maksud nya mengirimkan foto itu kepada ku." batin Tiara.
"Apa jangan-jangan dia tau semua kegiatan ku." batin Tiara.
"Untuk saat itu aku sangat membutuhkan pertanggungjawaban nya. Namun untuk saat aku tidak membutuhkan dia. Aku harap dia tidak datang mengganggu kehidupan ku." batin Tiara.
__ADS_1
Dia langsung memeluk suaminya. "Aku tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya, namun aku tidak ingin melukai perasaan suami ku, orang tua nya dan juga keluarga nya." batin Tiara.
"Ya Allah semoga saja rumah tangga ku baik-baik saja. Anak yang aku kandung baik-baik saja." batin Tiara.