
"Hati-hati yah Tante." ucap Tiara.
Bu Vina menganguk dia pun meninggalkan menantu dengan anak nya itu di ruang tamu.
"Boleh ikut duduk di sini?" ucap Roy basa-basi.
"Ini adalah rumah kamu, tidak perlu di bertanya seperti itu." ucap Tiara. Roy tersenyum.
Roy dengan senyuman manis duduk di sofa tepat di depan Tiara. "Sudah lama yah kita tidak jumpa." ucap Roy. Tiara menganguk.
"Humm bagaimana kabar kamu?" tanya Roy.
"Alhamdulillah baik kok. kamu sendiri bagaimana?" tanya Tiara. "Kurang baik." jawab Roy.
"Kenapa bisa begitu?" tanya Tiara. "Aku sudah lama tidak melihat kamu, aku merindukan kamu sehingga membuat aku rindu." ucap Roy.
Tiara tersenyum. "Kamu bisa saja." ucap Tiara.
"Kamu kenapa memblokir nomor ku? Kamu memblokir semua akun ku." ucap Roy.
Tiara mengingat yang melakukan itu adalah suami nya bukan dia.
"Mile tidak suka yah kalau kamu dekat dengan aku?" ucap Roy. Tiara hanya tersenyum saja.
"Aku tidak pernah berfikir kalau kamu benar-benar akan mencintai nya, namun ternyata aku salah. Kamu dulu sangat lah membenci nya." ucap Roy.
"Aku tidak mau membahas itu lagi, aku tidak mau mengingat masa lalu." ucap Tiara. Roy tersenyum.
"Apa kamu betah dengan Mile?" tanya Roy.
"Apa maksud kamu bertanya seperti itu?" tanya Mile pada Roy yang tiba-tiba datang.
Tiara berdiri. "Apa salah nya aku hanya bertanya saja." ucap Roy. Mile menarik tangan Tiara dari ruang tamu.
"Sakit Mile." ucap Tiara menepis tangan suami nya dari pergelangan nya..
"Kamu kenapa dekat-dekat dengan anak itu? Kamu sama sekali tidak mengingat kalau kamu sudah punya suami dan bahkan sudah mau menjadi orang tua." ucap Mile.
"Iyah Mile aku tau, aku tidak mengatakan apapun pada Roy, kenapa kamu marah?" tanya Tiara. "Seharusnya kamu tidak perlu melayani dia!" ucap Mile.
"Kamu aneh banget sih. Kamu yang ngajakin aku ke sini kamu juga yang marah-marah." ucap Tiara.
"Aku lebih baik di rumah saja kalau seperti ini." ucap Tiara langsung masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Mile terdiam sejenak. Dia kembali ke dalam rumah dengan sangat emosi. "Kakak sama Papah sama saja yah, sama-sama kasar pada wanita!" ucap Roy.
Mile yang tadi nya hanya mau melewati Roy namun berhenti karena Kata-kata Roy.
"Apa maksud kamu?" ucap Mile langsung menghajarnya wajah adiknya. Sudah terluka Roy Masih tertawa.
"Wanita mana pun tidak akan ada yang betah dengan pria seperti kakak dengan papah." ucap Roy.
"Kalau begitu suruh wanita itu meninggal kan Papah saya! Pergi bawa wanita itu jauh dari hidup saya!" ucap Mile dengan sangat marah.
"Tidak bisa! Karena papah mencintai Mamah dan juga mencintai aku." ucap Roy. Mile menghajar sekali lagi wajah Roy.
"Mamah kamu adalah wanita pelacur." ucap Mile. Namun Roy sangat tidak terima dia langsung menghajar wajah kakak nya.
"Jangan pernah menghina mamah." ucap Roy.
"Kamu, Mamah kamu hanya menginginkan harta papah. Saya sudah tau akal-akalan kalian." ucap Mile.
Mereka sudah terpancing emosi masing-masing sampai akhir nya mereka saling menghajar satu sama lain.
"Non Tiara. Non." panggil Bibik mengetuk kaca mobil. Tiara menurunkan kaca mobil.
"Ada apa Bik?" tanya Tiara.
"Berhenti!!!" ucap Tiara.
Mile dan Roy menoleh ke arah Tiara. "Apa yang kalian lakukan?" ucap Tiara langsung mendorong Mile dari Roy yang sudah babak belur.
Mau sekuat apapun Roy tetap kalah dengan kakak nya itu. Karena Mile jauh lebih besar dari dia.
"Kalian adalah saudara, kenapa harus ribut? Lihat Roy sudah babak belur karena kamu. Seperti anak kecil saja!" ucap Tiara semakin mendorong Mile.
"Dia menghina Saya dengan papah saya. Dia pantas mendapatkan itu." ucap Mile.
"Diam! Kamu lah yang Selalu duluan marah. Hanya masalah sepele kamu hampir membunuh adik kamu sendiri." ucap Tiara.
"Kalau Papah tau kalian berkelahi seperti ini mungkin Kalian tidak akan ada lagi di sini." ucap Tiara. Mile diam begitu juga dengan Roy.
Tiara membantu Roy duduk di sofa.
"Bik tolong panggil kan dokter dan jangan lupa mengambil obat untuk membersihkan luka." ucap Tiara.
"Baik Non." ucap Bibik. "Kamu kenapa lebih memperdulikan dia? Saya adalah suami kamu." ucap Mile.
__ADS_1
"Lihat lah Luka yang di wajah Roy. Sangat parah sekali kalau terjadi apa-apa pada nya aku akan marah pada kamu." ucap Tiara.
Mile cemburu melihat Tiara sangat mengkhawatirkan Roy. Dia langsung meninggalkan Tiara dan juga Adik nya.
Dia melihat papah nya baru saja pergi, untung saja Papah nya tidak melihat itu.
"Jangan sampai papah dan Mamah tau tentang ini!" ucap Mile pada pengawal dan Bibik yang ada di rumah itu.
Mereka menganguk mengerti.
Mile memegang ujung bibir kiri nya yang sangat terasa sakit sekali. "Sialan!!" dia sangat marah sekali sehingga menendang pot bunga yang di teras rumah nya.
Di malam hari nya Tiara sudah sampai di rumah.
"Non Tiara baru pulang?" ucap Bibik Ja menyambut Tiara di depan.
"Iyah Bik." ucap Tiara.
"Nih tolong di panasin lagi yah makanan nya." ucap Tiara.
"Baik non." ucap Bibik.
"Mile di mana bik?" tanya Tiara. "Seperti nya di ruangan GYM Non." ucap Bibik Ja. Tiara menghela nafas panjang dia menukar pakaian nya terlebih dahulu ke kamar setelah itu berjalan ke ruang GYM.
"Aaargggh!!!!" Mile tidak berhenti berteriak di dalam ruangan itu.
"Lebih baik non Tiara menunggu di luar, kami mengkhawatirkan keselamatan Non Tiara." ucap Ken.
"Tidak apa-apa, kalian tunggu di luar, saya bisa mengatasi nya." ucap Tiara.
"Tapi Non." Ucap Megi. Tiara mencoba menyakinkan mereka.
"Di Saat emosi Tuan Mile keluar dia tidak bisa mengendalikan diri nya Non. Lebih baik Non tunggu setelah Tuan lebih baik." ucap Ken.
"Percaya pada saya, saya tidak akan mengganggu nya, kalian tunggu di luar, saya mohon." ucap Tiara. Akhirnya mereka pun keluar dari sana.
Tiara melihat Mile yang memaksa kan diri untuk melakukan olahraga yang sangat berat.
"Argh!!!!" Mile terlihat sangat emosi sekali.
"Jangan menyakiti diri kamu sendiri Mile." ucap Tiara. Mile mendengar Suara Tiara dia menghentikan angkat besi nya. Dia menoleh ke arah Tiara.
"Kenapa kamu pulang? Bukan kah kamu lebih memilih dengan Roy?" ucap Mile. "Kamu seperti anak kecil saja, kenapa kamu tidak pernah bersifat dewasa?" tanya Tiara.
__ADS_1
Mile tertawa keras. Dia menatap wajah Tiara dengan tatapan tajam. "Apa kamu bilang? saya bersifat seperti anak kecil?" ucap Mile sambil mencekik leher Tiara.