Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 75


__ADS_3

Tiara Turun ke bawah karena bosan di atas, dia melihat Mile sedang fokus bekerja dia duduk di samping Mile sambil mengintip pekerjaan Mile.


Tiba-tiba Mile menatap istrinya. "Ada apa lagi? Percuma saja kamu Kepo, kamu tidak akan paham ini." ucap Mile.


Tiara menghela nafas panjang.


"Kapan sih kamu berhenti menyepelekan aku? Gini-gini aku pernah jadi sekretaris ayah ku." ucap Tiara.


"Tapi hanya satu Minggu kan?" ucap Mile. Tiara langsung terdiam.


"Aku heran deh sama kamu tiap hari selalu bangun pagi-pagi banget, apa tidak lelah? Dan sekarang kita liburan kamu Malah ngerjain kerjaan." ucap Tiara.


"Saya sudah bilang kalau kamu mau keluar, keluar saja.' ucap Mile. "Jangan menganggu saya kerja!" ucap Mile.


Tiara menatap Mile.


"Ya udah deh lanjut aja kerja nya, aku akan keluar kalau begitu." ucap Tiara.


"Kamu keluar sama siapa?" tanya Mile.


"Sama Tomi lah. Ini waktu nya kami berduaan. Byeee...." ucap Tiara. meninggalkan Mile begitu saja.


"Berduaan? Apa maksud nya, ini tidak bisa di biarkan." ucap Mile dia langsung menutup Laptop nya.


"Saya ikut." ucap Mile mengejar Tiara keluar.


Tiara menatap Mile.


"Apa yang kamu lihat? Kemana Tomi?" tanya Mile. "Aku hanya berbelanja di toko yang tidak jauh dari sini. Tomi tidak ada karena aku tidak menelpon nya." ucap Tiara.


Mile Menghela nafas panjang. Dia sudah di kerjain oleh istri nya. "Kamu sengaja yah membohongi saya?" tanya Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.


"Biasanya kamu tidak pernah perduli, tumben-tumbenan banget. Atau jangan-jangan kamu takut yah aku berduaan sama Tomi? Kamu cemburu yah." ucap Tiara.


"Jangan berfikir yang tidak-tidak, saya hanya tidak ingin kamu dekat dengan orang bayaran saya." ucap Mile.


"Hufff baiklah kalau begitu." ucap Tiara.


"Kamu mau kemana lagi?" tanya Mile. Saat Tiara mau meninggalkan dia.

__ADS_1


"Aku mau Belanja ke toko depan yang ada di sana, tidak ada yang bisa di makan di dalam selain roti-roti, aku ingin yang lain. Kelihatan toko yang di sebelah sana ada makanan yang enak-enak." ucap Tiara.


"Kamu punya uang nya?" tanya Mile. "Aku mengambil dari atas Tas kamu yang ada di kamar." ucap Tiara sambil menunjuk uang yang di pegang oleh Tiara.


"Itu tidak akan cukup." ucap Mile memberikan dompet nya pada Tiara. Tiara kebingungan.


"Beli lah untuk saya." ucap Mile.


Tiara memeriksa uang yang di dalam dompet Mile ternyata sangat banyak. "Wahh baiklah kalau begitu, aku bawa dompet nya dulu yah." ucap Tiara berlari dengan semangat.


"Jangan lari-lari Tasya kasihan anak saya." ucap Mile. Tiara Menghela nafas panjang. Dia pun memelankan cara Jalan nya. Tidak beberapa lama Akhirnya sampai dia memilih apa yang dia mau.


Setelah membeli sangat banyak apa yang dia mau langsung pulang membawa dua tentengan di tangan kanan dan kiri.


Dia masuk namun kesusahan membuka gerbang, dia harus meletakkan semua barang dan membuka. Saat mau menutup tiba-tiba Mile datang.


"Biar saya saja." ucap Mile membantu menutup gerbang putih itu.


"Terimakasih." ucap Tiara.


Mile melihat belanjaan Tiara.


"Apa saja yang kamu beli Tiara? kenapa begitu banyak, bagaimana kalau tidak habis?" tanya Mile.


Dia memeriksa isi nya. Dia menatap Tiara yang menyengir.


Hanya menghela nafas panjang dia pun masuk.


"Bantu bawain dong, ini juga ada punya kamu." ucap Tiara.


Mile membawa kedua nya masuk ke dalam.


"Belum selesai juga kerjaan nya? Ini sudah Hampir jam Dua Siang kamu Masih kerja saja." ucap Tiara duduk di sofa.


Mile tidak menjawab.


Dia pun lanjut untuk bekerja.


"Nih untuk kamu, bekerja sambil nyemil itu sangat bagus.' ucap Tiara, namun Mile seperti nya tidak mendengar karena sangat fokus.

__ADS_1


Tiara mengambil cemilan itu menjulurkan ke depan mulut Mile sehingga menyentuh bibir Mile.


Mile langsung memakan nya. Tiara tersenyum. Dia pun lanjut Makan. Saat menyuapi Mile kedua kali Mile menatap wajah Tiara.


"Saya bisa sendiri." ucap Mile mengabaikan cemilan yang di tangan Tiara. Tiara pun langsung memakan yang ada di tangan nya.


Mile memerhatikan Tiara yang memakan Roti yang penuh dengan keju. Dia perlahan menarik tangan Tiara dan mengigit Roti yang di tangan Istri nya.


Tiara hanya diam saja.


"Ini bekas aku. Masih banyak yang lain, kenapa harus mengigit ini?" tanya Tiara cemberut.


Tiara dengan cepat langsung menghabiskan nya. Mile tertawa kecil melihat wajah cemberut istri nya.


"Kamu tau kalau yang kita lakukan tadi adalah ciuman secara tidak sengaja." ucap Mile. "Bodo amat, aku suka Roti nya, kebetulan hanya ada satu tidak mungkin aku membuang nya." ucap Tiara.


"Kamu tidak ingin mendapatkan ciuman secara nyata?" tanya Mile. Tiara memukul lengan Mile.


"Jangan terus menggoda ku. Aku geli tau gak." ucap Tiara dia pun membawa makanan nya ke kamar.


"Bukan kah sebelum nya kita sudah melakukan nya? Ayo lakukan lagi." ajak Mile. Tiara berlari dengan cepat ke kamar.


Mile tertawa karena berhasil menggoda istri nya.


Mile di tinggal oleh Tiara dia jadi tidak fokus bekerja, dia menjadi ngantuk. akhirnya dia memilih untuk bekerja di kamar.


Namun di kamar Tiara sudah tidur, Mile pun memutuskan untuk bekerja di samping Tiara. Dia memandang wajah Tiara. Dia membenarkan baju Tiara yang tidak menutup perut nya dengan benar.


Setelah itu dia fokus bekerja. Namun tidak beberapa lama dia ketiduran. Tiara merasa ada seseorang di samping nya dia membuka mata nya dan melihat Mile.


"Kenapa dia tertidur seperti ini?" batin Tiara. Dia mengembalikan laptop ke Atas meja dan membangun kan Mile agar tidur dengan benar. Namun Mile Malah menarik pinggang nya untuk di peluk.


Tiara sedikit gugup. Namun dia tidak mau membangun kan Mile. Dia pun pasrah dan akhirnya mereka berdua Tidur bersama.


Tidak terasa dua jam sudah tidur siang Mereka. Mile terbangun. Dia melihat Tiara yang ada di pelukan nya. Tiara bersembunyi di pelukan Mile. Badan nya yang kecil sangat cocok di pelukan oleh Mile.


Kelihatan nya dia Masih sangat nyenyak, Mile tidak membangun kan nya. Dia pun keluar dari kamar itu.


Dia memeriksa laptop nya tidak beberapa lama kerjaan nya selesai dia pun mandi karena mau pergi ke beberapa tempat untuk membeli beberapa keperluan nya.

__ADS_1


Dia pergi menggunakan Taksi. Dia kurang tau tempat belanja dia sana namun supir taksinya tau.


Tidak beberapa lama dia kembali, dia kaget melihat Tiara duduk di ruang tamu sambil memasang wajah datar dan tatapan tajam rambut yang acak-acakan.


__ADS_2