
Mile Menghela nafas panjang. "Kamu sudah cukup mengenal saya. kejadian seperti ini bukan hanya sekali, saya sangat marah ketika kamu Dekat dengan Roy dan wanita itu." ucap Mile.
Tiara menghela nafas panjang. "Baiklah aku yang salah. Aku minta maaf." ucap Tiara langsung membelakangi Suami nya. Mile Menghela nafas panjang ketika istri nya membelakangi dia.
Mile mau memeluk Tiara namun dia ragu-ragu, namun akhirnya dia memberanikan diri namun Tiara mengawas kan tangan nya.
Mile menghela nafas panjang. Namun dia memaksa memeluk Tiara. Akhirnya Tiara pasrah. Tidak ada percakapan mereka pun tidur dengan nyenyak.
Sementara Bu Vina baru saja bertemu dengan suami nya.
"Sudah lama menunggu?" ucap Pak Daniel yang baru menyusul istri nya di lobby perusahaan nya.
Bu Vina tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya.
"Tidak apa-apa kok Pah." ucap Bu Vina. Pak Daniel duduk di depan istri nya.
"Bagaimana dengan Mile? Apa dia setuju dengan perubahan nya?" tanya Pak Daniel. "Dia tidak setuju Pah. Mamah juga kurang paham bagaimana dia berfikir." ucap Bu Vina.
"Kalau begitu papah yang akan turun tangan sendiri." ucap Pak Daniel. "Maafin Mamah yah Pah, Mamah menolong hal seperti ini saja tidak bisa. Sementara papah sendiri sangat sibuk." ucap Bu Vina.
"Aku sangat heran dengan Mile. Dia sangat membenci Mamah Tampa mamah tau dimana kesalahan mamah." ucap Bu Vina.
"Sudah jangan membahas itu lagi." ucap pak Daniel. Bu Vina Menghela nafas panjang. "Mamah sudah berusaha mengambil hati nya namun dia tidak mau sama sekali berbaikan dengan Mamah." ucap Bu Vina.
"Sekarang Roy di mana?" tanya Pak Daniel. "Dia langsung pulang ke rumah pah." ucap Bu Vina.
"Kalau begitu Mamah pulang saja, papah belum bisa pulang ke rumah." ucap Pak Daniel.
"Sudah satu Minggu papah tidak pulang ke rumah, sebaik nya malam ini papah pulang ke rumah." ucap Bu Vina.
"Pekerjaan saya sangat banyak, saya tidak bisa melewat kan nya begitu saja." ucap Pak Daniel. "Tapi Pah. Papah sangat jarang mempunyai waktu di rumah. Bahkan Papah pulang Hanya karena hal tertentu saja. Mamah sangat merindukan papah." ucap Bu Vina.
"Mamah jangan terlalu banyak menuntut, sekarang Papah sangat sibuk, lebih baik Mamah langsung pulang." ucap pak Daniel berdiri dan langsung pergi.
Bu Vina melihat Pak Daniel yang pergi begitu saja tanpa menghiraukan dia.
Bu Vina Menghela nafas panjang sambil kembali duduk di sofa itu. "Selamat Malam Bu, saya di minta untuk mengantarkan ibu keluar." ucap Staf perempuan datang menyusul Bu Vina.
__ADS_1
"Saya bisa keluar sendiri." ucap Bu Vina.
Keesokan harinya..
"Saya berangkat kerja." ucap Mile pada Tiara. Melewati meja Makan begitu saja.
"Kamu tidak boleh berangkat bekerja sebelum sarapan!" ucap Tiara.
Mile menghentikan langkahnya. "Kalau kamu tetap pergi bekerja tampa sarapan kamu akan tau resikonya." ucap Tiara.
Mile tidak mendengar kan nya dia pun langsung pergi.
"Sungguh pria yang sangat egois!" ucap Tiara.
"Sabar Non." ucap Bibik Ja mengelus punggung Tiara.
"Aku sudah bangun pagi untuk Masak ini. Namun dia sama sekali tidak perduli." ucap Tiara. "Baiklah kalau itu yang dia mau." ucap Tiara meninggalkan Meja makan dan langsung naik ke Atas.
"Loh non, non gak sarapan dulu?" tanya Bibik Ja.
"Bibik kasih saja sama pengawal." ucap Tiara.
Mile sampai di kantor dia bertemu dengan beberapa Staf nya dia membicarakan beberapa tentang pekerjaan mereka.
Namun di tengah-tengah pembicaraan mereka ada laporan kalau Papah nya datang.
Mile menyudahi pembicaraan mereka dengan secepat nya. "Tolong siapkan beberapa makanan dan minuman ke ruangan saya!" ucap Mile pada Staf nya.
"Baik Pak." jawab Staf nya. Mile pun masuk ke ruangan nya. Dia melihat papah nya sudah menunggu bersama Roy.
Mile melihat Roy langsung memasang tatapan tajam Wajah yang benar-benar sangat dingin.
"Ada Apa papah datang ke sini? Tidak biasa." ucap Mile. "Baca lah ini." ucap Pak Daniel memberikan map pada Anak nya.
Mile duduk dan membaca nya. "Seperti nya papah sangat berusaha keras memasuk kan Roy ke acara itu." ucap Mile.
"Papah tidak perlu basa-basi kamu, Roy adalah adik kandung kamu, sekarang dia sudah ada di sini dan menetap, bagaimana pendapat orang lain kalau Roy di acara itu sebagai tamu." ucap Pak Daniel.
__ADS_1
Mile dengan cepat menanda tangani nya. "Terserah papah saja!" ucap Mile langsung menutup map itu. Roy melihat itu merasa sangat senang sekali. Minuman dan makanan baru saja datang, namun Roy dan Pak Daniel sudah mau pergi.
"Kalau begitu kami permisi." ucap Pak Daniel. "Minuman nya baru saja datang, setidaknya papah minum dulu." ucap Mile.
"Papah rasa papah tidak berlama-lama di sini apa lagi minum, kamu menatap adik kamu saja seperti itu. Dia adalah darah daging papah. Dia satu darah dengan kamu." ucap Pak Daniel.
Mile terdiam. "Kamu Sama sekali tidak mempunyai hati nurani kepada adik kamu sendiri." ucap pak Daniel.
"Sudah Pah lebih baik kita pulang saja." ucap Roy. Mereka pun pergi meninggalkan Mile.
"Aaaarggg!!!" Mile sangat marah sehingga membuat Meja berantakan. "Mereka sudah berhasil mempengaruhi pikiran papah." ucap Mile.
"Kita lihat saja sampai mana sandiwara kalian akan berlanjut, aku tidak akan pernah diam!" ucap Mile.
Di kantor Roy..
"Aku sungguh tidak sabar mengambil posisi Kak Mile. Aku akan menjadi orang yang di hormati." ucap Roy.
Dia tertawa karena dia merasa menang karena Papah nya Percaya dan sudah mau membela nya sekarang.
"Roy!" panggil pak Mile yang baru saja masuk ke ruangan Roy. "Iyah Pah kenapa?" tanya Roy.
"Hari ini papah tidak bisa pulang, kamu kabarin kepada Mamah kamu yah." ucap Pak Daniel.
"Loh kenapa Pah? bukan nya Besok hari libur?" tanya Roy.
"Papah ada pertemuan malam ini." ucap Pak Daniel. Roy terdiam sejenak. "Baiklah Pah. Setelah selesai Papah jangan lupa pulang, karena besok pasti mamah masak banyak untuk kita." ucap Roy.
Pak Daniel tidak menginyakan melainkan dia pun langsung pergi begitu saja.
"Tidak heran kalau kak Mile seperti itu, papah saja seperti ini." batin Roy.
Di sore hari nya Mile baru saja sampai di rumah. Dia duduk di ruang tamu. Dia melihat ke setiap sudut ruangan itu tidak ada orang.
"Regi! Megi!" panggil Mile. "Iyah Tuan." jawab bodyguard itu yang baru saja masuk.
"Di mana semua orang?" tanya Mile. "Non Tiara keluar tuan, kalau Bibik Ja ada di halaman belakang." ucap Bodyguard itu.
__ADS_1
"Istri saya keluar? Kenapa kalian tidak mengikuti nya?" tanya Mile. "Non Tiara memaksa keluar sendiri Tuan." ucap Regi.