
Dia baru ingat ternyata memindahkan nya pada saat mau siap-siap, berangkat ke sini.
"Yahh bagaimana dong ini, aku tidak akan bisa masuk. Masa iya aku pulang dan datang ke sini lagi?" ucap Alisa. Namun tiba-tiba ada orang yang datang.
"Permisi Bu Apa ini apartemen milik atas nama Rafi?" Tanya pria yang berj jas putih dan juga wanita yang berpakaian perawat di Belakang nya.
"Iyah benar pak, kalau boleh tau ada apa yah?" tanya Alisa heran.
"Pak Rafi meminta kami datang untuk memeriksa keadaan nya." ucap Dokter. "Apa dia sedang sakit?" tanya Alisa.
"Seperti nya begitu Bu." ucap dokter.
Alisa langsung memencet Bel. Tidak beberapa lama Pintu terbuka. "Silahkan masuk saja pak." ucap Rafi dengan suara yang sangat layu, pucat dan tidak berdaya.
"Pak Rafi.." ucap Alisa dengan dengan cepat menahan badan Rafi agar tidak jatuh. "Kenapa kamu datang ke sini lagi? Bukan kah kamu tidak mau datang ke sini? kamu membenci saya kan." ucap Rafi.
Alisa tidak perduli dengan kata-kata nya dia membawa Rafi Masuk ke dalam. Setelah selesai di periksa dokter pun pulang.
"Sejak kapan Bapak sakit seperti ini?" tanya Alisa.
Rafi hanya diam saja. Dia melihat Kamar yang sangat berantakan sekali.
"Aku datang hanya mengambil pakaian dan semua barang-barang ku." ucap Alisa lagi.
"Ambil lah, aku tidak Akan menahan kamu lai, aku tidak bisa memaksakan orang suka kepada saya." ucap Rafi.
Alisa merapikan kamar itu terlebih dahulu setelah itu dia juga mengumpulkan baju-baju dan barang-barang nya.
Rafi perlahan membalikkan badannya dia menyembunyikan tubuh nya di selimut yang tebal itu.
"Sampai kapan pun dia tidak akan pernah mencintai ku, aku melepaskan dia bukan karena aku tidak mencintai dia atau karena marah namun karena aku sangat mencintai nya, aku ingin dia bahagia tanpa ada tekanan sama sekali." batin Rafi.
Semua nya sudah selesai, kamar kembali rapi. Alisa keluar untuk melihat rumah yang sama sekali tidak terurus. Dia ke dapur memasak setelah merapikan ruang tengah.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai Masak juga dia membawa makanan ke kamar.
"Pak Rafi Makan dulu, aku sudah Masak." ucap Alisa namun Rafi tidak merespon dia.
Alisa Duduk di pinggir kasur dia menarik selimut yang menutupi wajah Rafi namun Rafi berusaha untuk menahan nya.
Namun kekuatan nya tidak bisa menahan selimut itu. Alisa melihat wajah Rafi yang sudah merah.
"Bapak Makan dulu." ucap Alisa.
"Aku Akan Makan nanti, kamu pergi saja, saya bisa mengurus diri sendiri." ucap Rafi.
__ADS_1
Alisa Menghela nafas panjang.
"Bagaimana bisa kamu berbicara seperti ini sementara kamu sudah sakit! Sungguh pria yang aneh." ucap Alisa.
Rafi diam. "Sebelum bapak Makan saya tidak akan pergi dari sini." ucap Alisa. "Tidak perlu perduli kan saya, lebih baik saya mati dari pada harus menahan rasa sakit hati ini." ucap Rafi.
Alisa diam. Dia menatap mata Rafi.
"Bapak harus Makan. Sakit hati bukan lah salah satu alasan untuk mati, bukan kah justru itu membuat kita semakin semangat? Bapak harus bisa membuktikan nya." ucap Alisa.
Rafi terdiam sejenak. "Nih Makan dulu." ucap Alisa menyuapi Rafi. Akhirnya Rafi pun Makan sampai habis di suapin oleh Alisa.
"Kamu yakin gak mau tinggal di rumah orang tua kamu dulu menjelang aku belum pulang?" tanya Mile yang sedang memasang Sepatu nya.
"Iyahh.. Aku di sini saja." ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang.
"Masalah nya orang tua kamu juga tau saya akan keluar negeri untuk bekerja. Mereka sendiri yang meminta kamu ke sana." ucap Tiara Rafi.
"Kamu tenang saja, aku yang akan berbicara sendiri ke pada mereka." ucap Tiara. Mile terdiam sejenak.
"Tidak perlu khawatir, percaya saja pada ku." ucap Tiara.
Mile mengelus rambut istri nya.
"Baiklah kalau begitu. Tinggal lah di mana yang kamu suka." ucap Mile. Tiara mengangguk.
"Aku pasti akan sangat merindukan kamu. Aku mohon sering hubungi aku." ucap Tiara.
"Baiklah." ucap Tiara dia mencium kening Tiara cukup lama.
Dia mengelus perut Tiara.
"Papah pergi dulu yah nak, nanti Papah pulang bawa uang yang banyak." ucap Mile.
Tiara tersenyum ketika Mile mencium perut nya.
"Oh iya kamu jangan macem-macem di sini! Regi, Megi akan mengawal kamu Kemana pun. Mereka akan memberikan laporan kepada saya kalau kamu bertingkah yang aneh-aneh." ucap Mile.
Tiara mengangguk.
"Baiklah kalau begitu kamu baik-baik di rumah yah sama Bibik Ja." ucap Mile. Tiara mengangguk.
Mereka keluar dari kamar.
"Ayo Om." ucap Vandi.
__ADS_1
"Loh kalian semua juga ikut?" tanya Tiara.
Mereka Mengangguk.
"Lebih tepatnya mereka kembali kuliah bukan bekerja dengan saya, namun setelah satu bulan lebih mereka akan kembali, kamu jangan khawatir kesepian." ucap Mile.
Tiara terdiam.
Mereka berpamitan kepada Tiara dan juga Bibik Ja. "Kami pasti akan merindukan Tante Tiara." ucap Lena memeluk Tiara.
Mereka berpelukan agar nanti tidak terlalu Sedih.
"Sudah-sudah ayo kita berangkat, Nanti tertinggal pesawat." ucap Tita.
Mereka terlebih dahulu masuk ke dalam mobil.
Mile melihat istrinya tersenyum.
"Sampai jumpa lagi." ucap Mile mencium bibir istri nya. Tiara menyalim Tangan suami nya. Mereka pun meninggalkan rumah itu.
Tidak terasa air mata Tiara keluar. "Ini adalah resiko mempunyai suami yang selalu bekerja di luar kota dan luar negeri non, non Tiara jangan sedih yah." ucap Bibik Ja.
Tiara mengangguk.
Mereka masuk ke dalam.
"Rumah jadi tiba-tiba sepi yah Bik, aku jadi sangat Sedih." ucap Tiara. Bibik Ja mengelus punggung Tiara.
"Non Tiara tidak boleh banyak berfikir yang membuat stress, bagaimana kalau kita Masak kue saja? mumpung tuan mile tidak di sini." ucap Bibik Ja.
"Boleh juga Bik, kebetulan sekali dari kemarin ngidam kue namun takut meminta pada Mile." ucap Tiara.
Mereka pun ke dapur.
"Bik." panggil Tiara.
"Iyah non kenapa?" tanya Bibik yang sedang fokus pada adonan kue nya.
"Sebelum nya Bibik sudah pernah melihat Mile masak belum?" tanya Tiara.
"Lihat dari Vidio saja Non. Non Lena sering mengambil nya waktu mereka masih di luar negeri dan setelah dia ini Non Lena menunjuk kan nya pada Bibik." ucap Bibik Ja.
"Oohhh. Berarti belum pernah di lihat langsung yah Bik?" tanya Tiara."Belum non, emang kenapa?" tanya Bibik Ja.
"Gak apa-apa bik, waktu liburan kemarin Mile masak dan masakan nya sangat enak sekali aku bahkan mengidamkan itu sekarang." ucap Tiara. Bibik Ja tersenyum.
__ADS_1
"Bibik pernah mendengar kalau wanita lain yang di Masak kan oleh Tuan Mile itu Artinya dia sangat penting sekali di hidup nya." ucap Bibik Ja.