
Tiara menatap wajah istri nya.
Tiara mencium bibir Mile karena dia juga menatap wajah nya. Mile langsung menahan Leher Tiara dan mencium bibir Tiara cukup Lama.
Baru saja Tiara mau menikmati ciuman suami nya, namun Mile langsung melepaskan nya.
"Saya sangat lelah, kamu juga harus tidur." ucap Mile.
Mile langsung memeluk Tiara dan memejamkan mata nya. "Huff aku sangat kesal ketika sudah seperti ini." ucap Tiara dia berbalik membelakangi suami nya yang benar-benar sudah tidur.
Di pagi hari nya tiba-tiba dia sangat mual. Dia berjalan ke kamar mandi. Cukup lama di kamar mandi Sampai wajah nya terlihat sangat pucat sekali.
Mile menunggu istri nya di Balik pintu kamar mandi.
"Tiara.. Apa kamu baik-baik saja?" tanya Mile.
"Aku baik-baik saja." jawab Tiara. Tidak beberapa lama keluar dari kamar mandi.
"Apa yang terjadi?" tanya Mile.
"Gak tau tiba-tiba perut ku mual." ucap Tiara. Mile membantu Tiara berjalan ke kasur.
"Kamu menginginkan sesuatu? Saya akan membeli nya." ucap Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.
"Jangan berbohong Tiara! Saya tau kamu sedang mengidam." ucap Mile.
"Dari wajah kamu kelihatan sekali." ucap Mile.
"Kalau aku bilang, kamu pasti akan marah." ucap Tiara.
"Kamu mau apa?" tanya Mile. "Aku mau Makan Mie pedas." ucap Tiara.
Mile terdiam sejenak.
"Baiklah saya akan memberikan nya namun saya sendiri yang akan memasak nya agar terjamin kebersihan dan juga bumbunya." ucap Mile.
"Bukan nya pagi ini kamu harus ke kantor?" tanya Tiara.
"Ini Masih jam lima lewat, ada waktu beberapa jam lagi." ucap Mile. "Tapi..." ucap Tiara.
"Kenapa?" tanya Mile.
"Gak apa-apa deh, aku bantuin yah." ucap Tiara. Mile mengangguk.
"Hanya boleh sekali ini saja." ucap Mile. Tiara mengangguk mereka berjalan turun ke dapur.
__ADS_1
Tiara membantu mengiris beberapa sayur yang mau di campur. Mile dengan iseng pura-pura mau mengambil pisau namun mau memeluk istrinya.
Tiara kebingungan karena Mile lihat sekeliling dulu baru mencium pipi nya. Tiara tersenyum sendiri melihat kelakuan suaminya yang sangat modus.
Waktu nya menggoreng Bumbu. Tiara ingin mengaduk nya lagi-lagi Mile dengan keahlian menggoda dia berdiri di belakang Tiara membantu Tiara mengaduk memegang tangan nya.
"Humm Wangi banget. Siapa yang Masak yah Kak?" ucap Lena. Mile dan Tiara mendengar itu mereka langsung menjaga jarak.
"Tante sama Om Masak apa?" tanya Lena.
"Oohh nih masak mie pedas. Tiba-tiba Tante ingin memakan nya." ucap Tiara.
Lena menoleh ke arah Mile yang berdiri memasang wajah datar.
"Tante masak sendiri saja? Om Mile tidak membantu?" ucap Lena lagi. Tiara menoleh ke arah Mile.
"Bantu kok." ucap Tiara. "Saya akan menunggu di Meja makan." ucap Mile.
Tiara mengangguk. "Om Mile gak berubah-berubah Yah, tetap saja dingin dan Cuek. Bahkan membiarkan istrinya yang sedang hamil Masak sendiri." ucap Lena.
Tiara tersenyum.
"Boleh aku cicip Tan?" tanya Lena. Setelah di cicip dia sangat suka. "Hummm enak banget Tante. Persis banget seperti masakan Om Mile. Dulu om Mile sangat sering masak namun sekarang tidak lagi. Dan aku sangat merindukan masakan nya." ucap Lena.
"Nih di minum dulu." ucap Tiara memberikan Susu hangat pada suami nya.
"Om Gerwyn tidak minum susu Non." ucap Bibik.
Tiara terdiam sejenak. "Saya bisa meminum nya." ucap Mile.
Setelah itu mereka pun Makan sama-sama, Untung saja tadi Masak banyak.
"Mile aku sangat lelah merahasiakan hubungan dari keluarga sendiri, aku tidak nyaman kalau seperti ini." ucap Tiara sambil menutup pintu.
Mile menoleh ke arah Tiara.
"Kamu mau nya seperti apa?" tanya Mile. "Saya ingin bebas melakukan apapun dengan kamu seperti bermesraan di dapur, ruang tamu atau saat makan." ucap Tiara.
"Akan terlihat aneh." ucap Mile. Tiara menatap wajah suaminya. "Atau jangan-jangan kamu malu yah?" ucap Tiara. Mile menggeleng kan kepala nya.
"Saya tidak malu." ucap Mile.
"Lalu kenapa?" Tanya Tiara.
"Saya tidak pernah melarang kamu untuk memberi tahu hubungan kita. Bahkan kamu sendiri yang menyembunyikan nya." ucap Mile.
__ADS_1
"Oh iya yah, kamu benar juga." ucap Tiara duduk di samping suami nya.
"Mereka sudah terbiasa dengan sifat kita yang sebelumnya. Mungkin bisa jadi saja mereka akan meledek atau menggoda ku." ucap Tiara.
"Sudah jangan membahas itu lagi. Perlahan mereka pasti tau sendiri. Saya harus segera siap-siap ke kantor." ucap Mile. Tiara berdiri.
"Aku boleh ikut? Aku bosan hanya di rumah saja." ucap Tiara. Mile Menggeleng kepalanya.
"Tidak bisa. Kamu harus istirahat di rumah." ucap Mile. Tiara menghela nafas panjang. "Kalau kamu tidak mengijinkan aku ikut dengan kamu, aku akan pergi dengan teman-teman ku." ucap Tiara.
Mile berfikir sejenak. "Baiklah-baiklah kamu boleh ikut." ucap Mile.
Tiara terlihat sangat senang. mereka segera siap-siap untuk berangkat.
"Kemana yah pak Rafi? Kenapa dia tidak pulang?" ucap Alisa baru bangun namun tidak melihat Rafi. Dia pun mandi untuk berangkat ke kantor.
Sebelum pergi dia melihat masakan nya lagi-lagi tidak ada yang habis sedikit pun.
"Ah sudahlah, mungkin dia sedang menghabiskan waktu dengan kekasih hati nya itu." ucap Alisa.
Tiara baru saja keluar dari kamar.
"Sudah siap, ayo berangkat." ucap Tiara.
Mile melihat penampilan Tiara yang sangat Seksi.
"Kamu mau ikut ke kantor saya atau mau bertemu dengan teman-teman kamu? Saya tidak suka kamu memakai baju seperti ini." ucap Mile.
"Ini adalah pakaian terbaik ku, apa kamu mau membawa istri mu yang jelek kekantor kamu?" tanya Tiara. Mile menghela nafas panjang.
"Kalau kamu tidak mau menukar lebih baik kamu di rumah saja." ucap Mile.
"Non Tiara sudah sangat cantik memakai pakaian itu Tuan. Sangat elegan, anggun dan juga mempesona." ucap Bibik.
Tiara tersenyum. "Dia bisa masuk angin memakai baju seperti itu Bik." ucap Mile.
"Sebenarnya aku tidak mau ke kantor kamu, aku hanya ingin berkunjung ke rumah Ibu." ucap Tiara.
"Sudah saya duga." ucap Mile. "Baiklah saya akan mengantarkan kamu ke sana dengan syarat kamu tidak boleh kemana-mana." ucap Mile.
"Baiklah." ucap Tiara. Mile dan Tiara akhirnya berangkat. Di perjalanan Menuju rumah mertua nya Mile tidak berhenti mencuri-curi pandang melihat istrinya.
"Kenapa kamu Melihat ku seperti itu? Apa ada yang aneh?" tanya Tiara.
Mile Menggeleng kepalanya. "Kenapa dia sangat cantik sekali sih, huff seperti ini aku tidak akan tenang membiarkan nya di rumah orang tua nya, dia pasti tidak akan betah di sana." batin Mile.
__ADS_1