Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 36


__ADS_3

"Tiara keluar dulu nak, ada suami kamu di luar." ucap bu Rosa mengetuk pintu kamar Tiara. Namun Tiara tidak kunjung membuka pintu.


"Aku ingin menginap di sini malam ini Bu, aku merasa nyaman di sini, aku juga Rindu kamar ku." ucap Tiara.


Bu Rosa menghela nafas panjang.


"Nak Mile lebih nak Mile malam ini nginap saja di sini yah, seperti nya Tiara tidak mau pulang, dia mungkin Rindu suasana kamar nya." ucap bu Rosa.


"Gak apa-apa kan nak? Harap maklum istri kamu sedang hamil." ucap Pak Yuda. "Ya sudah kalau begitu pak, saya tidak keberatan." ucap Mile.


"Berhubung ini sudah malam, nak Mile istirahat lah di kamar Tiara, Ayah dan juga ibu mau istirahat." ucap Pak Yuda, Mile mengangguk.


Mile pun berjalan ke arah kamar kamar Tiara.


"Tok!! Tok!! Tok!!" Mile mengetuk pintu. Tiara mengira itu adalah Bibik, karena Kalau ibu atau ayah nya pasti sudah berteriak.


"Masuk saja bik, aku sudah tidak mengunci pintu." ucap Tiara dari dalam. Mile pun masuk.


"Kamu ngapain?" tanya Mile. Tiara menoleh ke arah Mile yang juga menatap nya.


"Ngapain kamu ke sini? keluar!" ucap Tiara turun dari kasur mendorong Mile keluar namun tiba-tiba Mile menutup pintu dan menguncinya.


"Justru saya yang harus bertanya pada kamu, kenapa kamu ke sini? Apa kamu sengaja membuat nama saya jelek di depan orang tua kamu?" ucap Mile.


"Kamu ngomong apa Sih? Gak jelas banget." ucap Tiara.


Mile menghela nafas panjang.


"Tiara kamu itu sudah dewasa, jangan karena sedikit Masalah kamu Malah pulang ke rumah orang tua kamu mengatakan yang tidak baik tentang saya." ucap Mile.


"Iyah aku yang salah, aku tidak dewasa, tapi wanita mana sih yang sama sekali tidak di anggap, malah di manfaatkan." ucap Tiara.


Mile mendekati Tiara. "Jangan mendekat pada ku, aku sama sekali mau di sentuh sama kamu, bahkan aku tidak mau melihat wajah kamu." ucap Tiara.


Namun tiba-tiba Mile naik ke atas kasur. "Saya akan tidur di sini malam ini." ucap Mile. "Tidak bisa! Kamu harus tidur di luar. Lagian gak ada yang minta kamu datang ke sini." ucap Tiara.


Mile menarik bantal guling dan membelakangi Tiara. Tiara menghela nafas panjang.


"Sudah lah aku tidak mau ribut malam ini." ucap nya dia pun naik ke kasur memangku laptop nya dan kembali fokus menonton.


Mile berbalik dia menatap Tiara dengan tatapan lama.

__ADS_1


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu?" tanya Tiara. Dia sadar kalau Mile belum tidur.


Mile menggeleng kan kepala nya.


"Kenapa kamu tidak tidur? kamu tidak boleh bergadang." ucap Mile. "Aku tidak bisa tidur, lebih baik kamu tidur duluan jangan mengganggu ku." ucap Tiara.


Mile mengangkat tangan nya mau memegang perut Tiara namun tiba-tiba Tiara menepis tangan Mile.


"Jangan coba-coba untuk menyentuh ku sembarangan! Gak Sopan banget." ucap Tiara.


"Anak yang di dalam perut kamu adalah anak saya." ucap Mile. "Pokoknya aku tidak mau laju menyentuh perut ku." ucap Tiara.


Mile Menghela nafas panjang. "Huff ya sudah kalau tidak mau." ucap Mile dia meletakkan kepalanya sedikit lebih dekat dari Tiara agar bisa ikut menonton.


Tiara hanya diam saja. Tidak beberapa lama akhirnya film selesai, Tiara mulai mengantuk.


Dia baru sadar kalau ternyata Mile tidur di paha nya.


"Kenapa kamu tidur di paha ku sih." ucap Tiara langsung mengawas kan Paha nya namun Mile seperti nya sangat nyenyak.


"Mile! pindah dong, yang benar tidur nya." ucap Tiara. Akhirnya Mile perlahan pindah.


"Selamat pagi Bik, mana sarapan aku?" tanya Tiara baru bangun. "Sudah ada di atas meja Non." jawab Bibik.


Tiara melihat rumah sudah sangat sepi.


"Ayah sama Ibu sudah berangkat kerja yah Bik?" tanya Tiara.


"Sudah Non. Kalau Suami non Tiara tadi duduk di luar sambil bekerja." jawab Bibik.


"Loh dia masih dia sini?" ucap Tiara. Bibik mengangguk.


"Ya udah non, non Tiara makan duluan saja, saya akan kembali melanjutkan pekerjaan saya." ucap Bibik.


Tiara menyelesaikan makanan nya. Dia pun langsung keluar. Dari pintu dia bisa melihat kalau suami nya sedang meeting Online dengan rekan nya.


Tiara duduk di depan Mile. Mile Melihat Tiara dia membisukan dan juga mematikan kamera sebentar.


"Kenapa kamu masih disini? Aku tidak mau pulang sekarang." ucap Tiara. "Lebih baik kamu segera mandi sana." ucap Mile.


"Aku gak mau, ini masih sangat pagi, aku juga baru selesai makan." ucap Tiara. Mile menunjukkan jam berapa ternyata sudah jam Sebelas siang.

__ADS_1


"Kamu kenapa masih di sini? Buruan pulang sana." ucap Tiara. Mile diam.


"Bagaimana keadaan perut kamu masih mual tadi pagi? Apa masih sering sakit?" tanya Mile. "Gak usah sok perhatian deh, biasa nya juga kamu tidak perduli." ucap Tiara.


Mile menghela nafas panjang.


"Sebentar lagi kerjaan saya sudah selesai, segera mandi dan kita akan pulang." ucap Mile. "Aku tidak mau, aku tetap tidak mau pokok aku mau di sini saja." ucap Tiara.


"Jangan keras kepala Tiara! Kamu ada istri saya. seorang istri harus mengikuti perintah suami. Sekarang segera mandi!" ucap Mile.


"Kamu ngeselin banget sih." ucap Tiara dia langsung pergi begitu saja.


Tidak beberapa lama...


"Tiara buruan, kamu lama sekali." ucap Mile dari dalam mobil. "Tunggu bentar, kamu Sabar sedikit kenapa sih!" ucap Tiara.


Mile kaget melihat koper besar bawaan Tiara.


"Kamu tidak boleh angkat yang berat-berat!" ucap Mile. Dia langsung membantu. Tiara Terdiam sejenak namun Mile langsung meminta nya masuk ke dalam mobil.


"Huff sangat panas sekali di luar." ucap Tiara menaikkan suhu AC.


"Kamu bawa apa saja itu?" tanya Mile..


"Aku membawa semua barang-barang ku, kalau di sini tidak ada yang merawat nya dengan baik." ucap Tiara.


"Barang-barang apa?"


"Sepatu, tas, dan juga baju-baju mahal ku." ucap Tiara.


Mile menghela nafas panjang.


"Kamu menghabis kan uang hanya untuk barang-barang seperti itu, saya tidak habis pikir!" ucap Mile.


"Udah deh diam saja, aku sama sekali tidak memakai uang kamu." ucap Tiara.


Mile pun fokus pada jalanan. "Jangan cepat-cepat, aku mau melihat jajanan di dekat sini." ucap Tiara. Tidak beberapa lama berhenti di Toko Buah. Di samping nya kebetulan ada toko kue.


"Aku boleh beli kue gak?" tanya Tiara. Mile menggeleng kan kepala nya. Tiara memasang wajah cemberut dan mengelus perut nya.


"Baik-baik lah, beli lah." ucap Mile. Tiara langsung tersenyum manis.

__ADS_1


__ADS_2