Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 216


__ADS_3

"Mamah berfikir ini semua karena ada nya Tiara. Tiara membawa hoki di keluarga ini." ucap Bu Vina. "Mamah benar banget." ucap Roy.


"Ini semua bukan karena Tiara, namun karena memang situasi nya jauh lebih baik saja. Ayo masuk ke kamar masing-masing dan istirahat." ucap pak Daniel masuk ke kamar terlebih dahulu.


"Ya udah gih kamu masuk ke kamar.. Hari ini Mamah sangat senang karena kamu bisa menjaga jarak dari Tiara." ucap Bu Vina.


"Walaupun kamu sebelum nya mencintai dia, tapi sekarang dia sudah menjadi kakak ipar kamu." ucap Bu Vina. Roy hanya tersenyum saja.


"Ya sudah kalau begitu alangkah baiknya kamu istirahat." ucap Bu Vina.


"Besok kan libur mah, jadi malam ini aku ijin ingin minum bersama teman-teman ku." ucap Roy.


"Minum? Kenapa kamu pergi minum?" tanya Bu Vina. "Aku ingin happy-happy mah." ucap Roy. "Yasudah kalau begitu. Tapi kamu harus pulang cepat dan jangan sampai sangat mabuk." ucap Bu Vina.


Roy langsung memeluk ibu nya dan setelah itu pergi.


"Hore!!!! Besok kita sudah bisa ke puncak." ucap Lena bersorak Sampai di rumah.


Mereka semua bersamaan sampai di rumah.


"Loh-loh kok datang-datang langsung bersorak sih Non Lena?" tanya Bibik Ja.


"Aku sangat senang karena acara sudah selesai dan Besok bisa jalan-jalan ke puncak, aku sangat senang." ucap Lena.


"Tiara dan Mile hanya tersenyum.


"Kepuncak? Apa Bibik boleh ikut?" tanya Bibik Ja.


"Bibik yakin mau ikut?" tanya Mile. Bibik Ja menganguk.


"Bibik belum pernah ikut jalan-jalan ke puncak, jadi kali ini Bibik mau ikut." ucap Bibik Ja.


"Bibik baru saja sembuh." ucap Tiara. Bibik Ja tampa ragu sama sekali.


"Ya udah kalau begitu Bibik boleh ikut, asal jangan kecapean dan Ijin dulu pada keluarga." ucap Mile. Bibik Ja terlihat sangat senang sekali.


"Ini sudah malam ayo langsung istirahat. Siang kita sudah berangkat dan pagi-pagi harus berkemas." ucap Tiara.


Dia dan suaminya naik ke atas ke kamar nya.


Mile terlebih dahulu masuk ke kamar mandi berharap Tiara menyusul nya namun tidak.

__ADS_1


Tiara duduk di luar meluruskan Pinggang nya yang terasa sangat sakit sekali.


"Hufff hari ini cukup melelahkan sekali." ucap Tiara.


"Sayang kamu gak mandi?" tanya Mile. Tiara menoleh ke arah suami nya.


"Humm pinggang ku Sedikit sakit. Mungkin karena duduk lama dan juga berdiri Lama." ucap Tiara.


"Apa kamu mau saya mandikan?" tanya Mile.


"Tidak perlu, aku bisa mandi sendiri." ucap Tiara beranjak dari tempat tidur dan langsung ke kamar mandi. Mile yang melihat itu hanya bisa tersenyum.


"Mile tolong bantu aku membuka Gaun ku, tangan ku tidak sampai ucap Tiara. Mile menganguk dia mendekati istri nya.


Tiara membelakangi suami nya. "Kenapa begitu lama? Aku sudah kedinginan." ucap Tiara. Mile memerhatikan punggung mulus milik istri nya.


"Huff ini seperti nya pengaruh minuman keras yang tidak sengaja aku minum tadi." ucap Mile dalam hati.


Dia langsung membuka dan kembali ke tempat tidur. Tidak beberapa lama Tiara keluar dari dalam kamar mandi dan memakai pakaian yang sedikit pendek lengan dan juga celana pendek.


"Kenapa kamu memakai pakaian seperti itu? Bagaimana kalau kamu kedinginan?" tanya Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.


"Gak apa-apa Kok, aku juga kebetulan kegerahan." ucap Tiara. Mile menelan ludahnya memerhatikan istri nya.


Tiara naik ke kasur, namun tidak sengaja menyentuh Milik Mile yang sudah tegang. Tiara kaget dia menatap Suaminya.


"Ada apa?" tanya Mile. Tiara tersenyum.


"Kenapa kamu bergairah? Apa kamu menonton sesuatu?" tanya Tiara.


Namun saat Tiara melihat layar ponsel tangan nya di bagian Perut Mile yang membuat Mile tidak bisa menahan nya.


Dia tiba-tiba mendorong Tiara untuk berbaring di kasur.


"Apa yang kamu lakukan?" ucap Tiara. "Kamu yang membuat saya seperti ini." ucap Mile langsung mencium bibir Tiara.


Mile tidak lagi bisa menahan karena sudah lama juga dia tidak melakukan nya dengan istri nya. Dia Terus menahan hasrat nya agar tidak membuat istri nya sakit namun Tiara terlalu menggoda dia.


Sementara di tempat lain...


"Tuan Kin ini minuman nya." ucap pelayan yang memberikan minuman keras di samping pinggir kolam tempat Kin berendam.

__ADS_1


Ada wanita yang datang melihat Kin berendam sambil minum.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Kin melihat wanita yang menemani nya tadi datang. Tiba-tiba wanita itu merabah dada Kin dari belakang.


"Saya sedang tidak menginginkan nya, lebih baik kau keluar!" ucap Kin.


"Kamu selalu menolak ku, akun sangat mencintai kamu. Apapun yang kamu minta akan aku lakukan." ucap wanita itu.


"Aku sama sekali tidak berselera dengan wanita seperti kamu! Sekarang keluar sebelum saya marah!" ucap Kin. Wanita itu pergi dengan kesal.


"Permisi Tuan. Apa saya bisa membantu Tuan mencari wanita yang bisa menemani tuan tidur?" Tanya pengawal.


"Tidak perlu! Saya tidak menginginkan wanita lain, selain wanita itu." ucap Kin.


"Baik Tuan. Kalau begitu saya mohon diri." Tinggal hanya kin si sana. Lagi-lagi ada yang datang.


"Bisa tidak Kalian berhenti mengganggu saya?" ucap Kin kesal langsung menyiram kan Air ke arah pintu masuk yang ada di balkon itu.


Namun dia terkejut yang di siram nya adalah wanita yang dia suruh datang membawa makanan untuk nya.


"Sa-saya hanya mengantar kan makanan yang ibu saya suruh antar Tuan, saya minta maaf." ucap Wanita itu.


"Saya tidak tau kalau itu kamu, cepat bawa ganti makanan untuk saya." ucap Kin.


Tidak beberapa lama dia kembali dengan pakaian yang basah.


Kin melihat wanita itu dari atas sampai ke bawah.


"Apa kamu tidak kuliah besok? Kenapa jam segini kamu belum tidur?" tanya Kin.


"Saya sedang mengerjakan tugas saya Tuan. Namun saya tidak bisa, Besok sudah harus di berikan kepada Dosen." ucap Zahra.


"Apa saya boleh melihat nya?" tanya Kin. Zahra menganguk.


Kin segera keluar dari kolam dan memakai baju handuk.


Hubungan kin dengan anak pembantu itu cukup dekat sehingga membuat pelayan yang lain iri, banyak yang mengatakan di belakang kalau Zahra sudah di tidurin oleh Kin.


"Ini Tuan." Zahra menunjukkan semua nya. Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga. Zahra mengucapkan terimakasih. Dia menatap wajah kin.


"Apa Tuan hari ini bertemu dengan wanita yang Tuan cari selama ini?" tanya Zahra. Kin menganguk.

__ADS_1


"Humm pantesan saja wajah Tuan hari ini sangat senang. Namun sepertinya ada yang aneh." ucap Zahra.


__ADS_2