
Rafi di rumah sakit duduk di sofa sambil memerhatikan Enjel yang tak kunjung sadar.
"Kapan dia akan sadar." batin Rafi.
Tiba-tiba handphone nya berdering telepon dari orang tua nya. "Apa aku harus menjawab nya?" ucap Rafi. Dia pun memutuskan untuk menjawab nya.
"Halo Bu." ucap Rafi.
"Kamu lagi di mana?" tanya Bu Rosa. "Aku sedang di rumah sakit Bu, Enjel demam tinggi." ucap Rafi.
Bu Rosa mendengar Enjel sakit dia sangat panik dan juga khawatir.
"Di mana rumah sakit nya? Ibu dan Ayah Akan segera ke sana." ucap Bu Rosa. "Tidak perlu Bu, aku yang akan menjaga nya di sini. Ibu sama ayah tidak perlu khawatir." ucap Rafi.
Dia tidak banyak basa-basi langsung ijin mematikan sambungan telepon. Dia mematikan handphone nya agar tidak di telpon lagi karena kalau orang tua nya datang mereka pasti akan menyalahkan diri nya.
"Kapan sih kamu sadar Enjel?" ucap Rafi menatap Enjel lebih dekat.
"Sekarang Alisa pasti sudah menunggu aku, dia pasti marah kenapa aku tak kunjung datang." ucap Rafi.
Di kamar vila.. Alisa sama sekali belum sadar kan diri, dia tiba-tiba Muntah dan mengotori lantai kamar itu.
Tiara dan Mile baru selesai bercinta langsung mandi bersama di bathtub yang sudah di siapkan oleh pihak pengurus villa.
Tiara bersandar di dada Mile. "Ini sangat nyaman sekali." ucap Tiara. Mile tersenyum.
"Oh iya soal USG besok bisa di undur gak?" tanya Tiara.
"Loh kenapa di undur?" tanya Mile.
"Bagaimana bisa aku pergi meninggalkan Alisa di sini?" ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang.
"Ini perintah papah tidak bisa di tunda-tunda Tiara. Dan masalah Alisa ada Regi dan Megi di sini." ucap Mile.
"Humm baiklah kalau begitu." ucap Tiara.
Di rumah Mile.
"Non Riska, non Lena sudah pulang. Den Mile dan juga non Tiara tidak ikut pulang bersama?" tanya Bibik Ja karena tidak biasa jam delapan malam mereka belum pulang.
"Loh belum pada pulang yah bik?" tanya Vandi.
"Belum Den." jawab Bibik Ja.
__ADS_1
"Coba Aku telpon dulu yah bik." ucap Vandi. Bibik Ja menganguk.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai berbicara dengan Mile. "Bagaimana Den?" tanya Bibik Ja.
"Bibik tidak perlu khawatir, Mereka malam ini tidak pulang karena menginap di villa milik om Mile." ucap Vandi.
"Oohh begitu yah Den, kalau begitu ayo masuk." ucap Bibik Ja.
"Humm Om Mile dengan Tante Tiara romantis banget sih." ucap Lena. "Om Mile sangat berubah setelah bersama Tante Tiara." ucap Riska lagi.
"Humm benar banget." saut Rika lagi. Sudah malam Tiara menoleh ke samping nya suami nya sudah tidur.
Tiara beranjak dari tempat tidur.
"Aku harus memastikan keadaan Alisa dulu." batin Tiara. Akhirnya dia pun memilih untuk keluar dari Vila itu.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di villa Alisa.
"Non Tiara." sapa Kedua bodyguard kembar nya.
"Bagaimana keadaan Alisa?" tanya Tiara.
"Non Tiara bisa memeriksa nya sendiri, kami tidak berani masuk." ucap Regi.
Tiara masuk ke dalam dia melihat Alisa yang Masih tidur.
"Terakhir kali kamu mabuk seperti ini karena seorang pria yang menghianati kamu, namun sekarang kamu mabuk lagi karena tidak ada kepastian dari kakak ku. Sungguh malang." ucap Tiara.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai menukar pakaian Alisa dia keluar dari sana.
"Kalian jaga dia, tidak perlu sungkan masuk ke dalam. Beri tahu saya apa saja yang Terjadi!" ucap Tiara.
Bodyguard itu menganguk.
Tiara keluar dari sana. "Mari saya antar non." ucap penjaga yang ada di luar. "Tidak perlu! Kalian bisa berjaga di sini." ucap Tiara.
Mereka mengikuti perintah, Tiara melihat dekat vila nya ada Cafe yang terlihat sangat ramai. Dia ingin ke sana namun tiba-tiba ada yang menutup mulutnya menggunakan tangan.
Tiara mengigit nya.
"aaaaa!! Tolong!!" Tiara berteriak.
Tiba-tiba langsung datang dua bodyguard membantu melawan dua preman yang hampir menculik istri bos nya.
__ADS_1
Wajah mereka sama sekali tidak kelihatan, Tiara sangat panik, akhirnya kedua orang itu pergi.
"Non Tiara tidak kenapa-kenapa?" tanya bodyguard. Tiara menggeleng kan kepala nya.
"Terimakasih sudah menolong saya. Siapa orang itu?" tanya Tiara.
"Seperti yang non Tiara tau, banyak yang menginginkan Non Tiara dan anak yang kandungan non Tiara celaka." ucap bodyguard itu.
Tiara Menghela nafas panjang beberapa kali.
"Terimakasih sudah menyelamatkan saya." ucap Tiara.
"Sebaiknya non Tiara kembali ke kamar." ucap bodyguard itu.
"Tapi saya mohon jangan sampai Mile tau tentang ini." ucap Tiara.
"Tuan harus tau tentang Ini Non, ini adalah hal yang serius. Saya yakin itu adalah orang suruhan keluarga Kin." ucap Bodyguard.
"Keluarga Kin?" ucap Tiara.
"Keluarga Kin Adalah musuh terbesar keluarga Minor. Mereka tidak akan berhenti balas dendam karena Tuan Daniel mengalah ketua keluarga itu sampai beliau meninggal." ucap bodyguard.
Tiara sungguh tidak asing dengan cerita itu, dia sebelumnya juga pasti sudah mendengar itu. "Tapi untuk malam ini saya mohon jangan beritahu pada Mile. Saya berjanji akan hati-hati, saya juga tidak kenapa-kenapa." ucap Tiara.
"Saya mohon." ucap Tiara tidak berhenti memohon kepada kedua bodyguard nya itu. "Baiklah Non. Tapi non tetap harus berhati-hati." ucap Bodyguard itu.
Tiara tersenyum. "Mari saya antar non." mereka mengantar kan Tiara ke Vila Nya.
Tiara masih gemetaran sekali. Dia masuk ke kamar. "Kamu dari mana?" tanya Mile terbangun karena mendengar suara pintu.
"Aku dari ruang tamu." ucap Tiara. Mile yang belum sadar sekali dia menepuk kasur di sebelah nya meminta Tiara berbaring di samping nya.
Tiara mengikuti nya dan tidur di samping suami nya.
"Kenapa tangan dan kaki kamu begitu dingin?" tanya Mile.
"Aku hanya kedinginan saja." ucap Tiara. Mile memberikan selimut dan memeluk istrinya.
"Terimakasih." ucap Tiara. Mile tersenyum dia mencium kening istrinya dan akhirnya dia ketiduran.
Tiara menatap suaminya yang sudah tidur. "Kenapa aku merasa tangan yang membekap mulut ku begitu lembut? Aku juga tidak asing dengan bau parfum nya." batin Tiara.
Dia memegang bibir nya yang bisa merasakan kulit halus yang membekap mulutnya.
__ADS_1
"Aku yakin orang itu bukan lah bodyguard atau preman. Orang Itu seperti nya benar-benar menginginkan aku dan anak ku celaka." batin Tiara.
"Apa yang sedang kamu pikirkan, ayo tidur. Kita harus bangun lebih awal besok." ucap Mile. Tiara tersenyum, dia memeluk suaminya dan akhirnya tidur.