
"Aku sangat benci keluarga mafia. Karena dulu yang membuat Ayah dan ibu bangkrut karena keluarga mafia. DN sampai pada akhirnya Ayah stres dan melampiaskan semua amarahnya kepada anak-anak nya." ucap Tiara.
Bibik Ja langsung diam.
"Ya udah bik aku mau bersih-bersih di taman dulu yah." ucap Tiara. "Saya ikut yah Non." ucap Bibik Ja, karena ia juga tidak ada pekerjaan, Tiara menganguk.
Mereka ke taman, Sebagian sudah di bersihkan oleh Tiara. Butuh waktu lama untuk membersihkan itu.
Sebenarnya sudah ada tukang kebun, namun Mile melarang untuk membersihkan yang di belakang tidak tau apa sebab nya, namun setelah istrinya yang membersihkan tidak ada masalah bagi nya.
"Rumah ini sebelum nya di tempati Siapa sih Bik?" tanya Tiara. "Setau saya sudah Tuan Mile yang tinggal di sini Non." ucap Bibik.
"Oohhh." ucap Tiara. Di tempat lain Mile bertemu dengan saingan nya di salah satu hotel yang besar.
Hari ini mereka akan bernegosiasi membahas bisnis seperti biasa. Namun ada salah paham sehingga ribut dan sangat ricuh, pertemuan kali ini tidak mendapatkan apa-apa.
Mile tidak mempermasalahkan itu karena dia juga tidak setuju sebelum nya bernegosiasi dengan saingan nya, namun papah nya sudah mengatur semua nya .
"Tuan Mile ini investor dari Korea sudah sampai di Indonesia." ucap Ken. "Kita akan kembali setelah pertemuan kita dengan klien nanti malam." ucap Mile.
Ken menganguk. "Kalau begitu saya permisi Tuan." ucap Ken. "Tunggu dulu Ken." ucap Mile.
Ken berhenti dia berdiri di depan Mile.
"Saya mau ke supermarket terdekat, kamu ikut dengan saya." ucap Mile.
"Baik Tuan." Jawab Ken. Mereka pun sampai di supermarket.
Ken bingung kenapa Mile membeli peralatan untuk masak dan juga bahan-bahan untuk masak.
"Apakah Tuan mau masak?" tanya Ken. Mile menganguk.
"Menu makanan di sini tidak ada yang Sama sekali yang saya mau." ucap Mile.
Ken tau jelas kalau tuan nya pemilih makanan.
"Kalau tuan mau saya akan mencari makanan yang tuan suka." ucap Ken.
"Tidak perlu, saya bisa masak sendiri." ucap Mile. Ken pun diam. Setelah selesai belanja mereka langsung pulang. Mile masak di dapur yang ada di villa itu.
__ADS_1
Mile memotong bawang namun tiba-tiba teringat Tiara yang sangat suka ketika Masak bersama dia.
Dia mencoba menelpon istri nya melalui panggilan Vidio dan ternyata Tiara langsung menjawab nya.
"Halo.. Tumben-tumbenan sekali menelpon ku di siang hari?" tanya Tiara. "Saya akan Masak namun saya tidak akan betah jika memasak sendirian." ucap Mile.
Tiara tersenyum. "Kamu seperti nya sangat gengsi mengatakan kalau kamu merindukan ku sehingga kamu menjadikan alasan tidak Betah Masak sendiri." ucap Tiara.
Mile diam. "Kamu sangat merindukan aku kan?" tanya Tiara.
"Baiklah saya mengakuinya, saya sangat merindukan kamu. Tapi ini tidak akan lama karena Besok saya sudah kembali ke Indonesia." ucap Mile.
."Sungguh?" tanya Tiara. Mile menganguk.
"Aku sangat tidak sabar menunggu suami ku pulang." ucap Tiara. Mile memerhatikan wajah Tiara dan pakaian nya.
"Kamu mau kemana?" tanya Mile.
"Oohh aku mau ke rumah mamah papah, mereka meminta ku untuk datang. Kamu belum tau?" tanya Tiara. Mile Menggeleng kepalanya.
"Kamu jangan lama-lama di sana." ucap Mile. Tiara menganguk. "Kamu harus pulang sebelum larut malam." ucap Mile.
"Bukan kah semua orang memanggil kamu seperti itu?" ucap Tiara. "Saya tidak pernah meminta kamu untuk memanggil saya seperti itu!" ucap Mile.
"Seperti nya nama itu sangat lah baik Tuan Mile." ucap Tiara.
"Kamu tidak boleh memanggil saya dengan panggilan itu, saya tidak suka, kamu istri saya orang yang utama di hidup saya." ucap Mile.
Tiara di bilang jadi orang utama oleh Mile seketika langsung Tersipu malu. Dia jadi baper.
"Apa kamu mendengar saya?" tanya Mile.
"Baik Sayang." ucap Tiara. "Ma-maksud sa-saya tidak seperti itu." ucap Mile langsung gugup. Tiara tersenyum.
"Sudah lah jangan terlalu banyak protes, aku akan segera berangkat." ucap Tiara. "Jangan mematikan ponsel nya." ucap Mile.
"Bagaimana bisa tidak di matikan? Aku dalam perjalanan." ucap Tiara. "Temanin saya memasak." ucap Mile.
"Baiklah-baiklah." ucap Tiara. Mile pun melanjutkan memasak.
__ADS_1
"Bik aku berangkat dulu yah." ucap Tiara. "Hati-hati yah Non." ucap Bibik Ja. Namun tidak sengaja Bibik Ja melihat layar ponsel Tiara.
"Apa non Tiara sedang telepon dengan Tuan?" tanya Bibik Ja.
"Iyah Bik." jawab Tiara. Bibik Ja langsung tersenyum.
"Udah ah bik jangan menggodaku, aku akan pergi dulu." ucap Tiara.
"Kenapa kamu memasak? Bukan kah makanan di sana jauh lebih enak kalau di beli?" tanya Tiara. "Saya tidak suka." ucap Mile.
"Kamu gak kerja?" tanya Tiara.
"Baru saja kembali." ucap Mile.
Tiara langsung diam. Dia merasa Mile mengabaikan dia karena menjawab pertanyaan nya dengan sangat singkat.
"Kenapa kamu Diam?" tanya Mile. "Kamu sangat fokus memasak sehingga tidak menoleh ku sama sekali." ucap Tiara. Mile seketika tersenyum.
"Apa kamu juga Cemburu dengan semua penggorengan ini?" tanya Mile. "Siapa bilang aku cemburu?" ucap Tiara. Mile menatap wajah Tiara.
"Apakah kamu juga sangat merindukan saya?" tanya Mile. Tiara menganguk sambil memasang wajah imut. "Huff berhenti lah membuat wajah lucu seperti itu, kamu membuat saya tidak bisa berhenti memikirkan Kamu." ucap Mile.
Tiara langsung cemberut. "Serba salah deh, dasar pria Aneh." ucap Tiara. Mile melihat wajah Tiara cemberut membuat nya semakin gemas dia sampai menghela nafas dan mengusap wajah nya.
"Istri ku kenapa sangat cantik sekali." batin Mile. Tidak beberapa lama Tiara sampai masakan Mile pun sudah selesai.
"Aku tutup dulu ya telpon nya. Assalamualaikum, aku mencintai kamu." ucap Tiara langsung mematikan ponsel begitu saja.
"Walaikumsalam." ucap Mile, dia pun langsung makan.
"Ngapain Papah mengundang Tiara ke rumah?" batin Mile. Dia menelpon salah satu orang suruhan nya untuk memantau Adik nya.
"Halo Dit, kamu tau sekarang Roy ada di mana?" tanya Mile.
"Tuan Roy ada di kantor nya Tuan. Tuan Daniel dan juga istri nya ada di rumah karena mengundang Non Tiara ke sana." ucap Dito.
"Oohh baiklah, terimakasih saya hanya ingin menanyakan itu, jangan sampai biarkan Roy kembali ke rumah sebelum istri saya kembali dari sana." ucap Mile.
"Baik Tuan." ucap Dito. Panggilan pun mati.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan wanita itu dan juga Roy menghancurkan hidup ku lagi, mereka tidak bisa di percaya begitu saja." ucap Mile.