Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 198


__ADS_3

"Seperti nya aku harus menerima Tiara malam ini di sini, aku belum bisa pulang." ucap Tiara. Mile menatap Tiara.


"Kalau kamu di sini, saya juga akan di sini." ucap Mile.


"Kalau begitu kamu harus melapor dulu." ucap Tiara. "Saya adalah pemilik villa ini, untuk apa saya harus melapor?" ucap Mile. Tiara sangat kaget. "Berarti selama ini aku sangat bodoh tidak tau pemilik tempat ini adalah kamu." ucap Tiara. Mile hanya tersenyum.


"Saya akan menunjukkan ruangan yang Cocok untuk kita." ucap Mile. "Kemana? bagaimana dengan Alisa?" tanya Tiara.


Mile menoleh ke arah Regi dan Megi.


"Mereka akan menjaga teman kamu di sini." ucap Mile. Tiara akhirnya percaya dia pun mengikuti suaminya.


"Wahh ternyata vila ini memiliki tempat-tempat khusus." ucap Tiara karena melihat tempat dan juga taman yang begitu romantis.


"Ini di desain karena saya berfikir banyak orang di luar sana bercerai atau ribut hanya karena tidak bisa refreshing ke tempat yang begitu romantis. Mereka tidak mempunyai waktu untuk bepergian ke luar negeri untuk jalan-jalan karena jauh. Itu sebabnya saya berfikir membuat ini." ucap Mile.


"Dan kamu harus tau hanya satu tempat ini yang tersisa, kamu mau masuk?" ucap Mile. Tiara menganguk. Melihat dari depan saja sudah sangat bagus dan menarik perhatian.


Mereka masuk ke dalam Tiara sangat kagum dengan sambutan bunga mawar yang di hias di lantai.


"Kamu yang meminta ini semua?" tanya Tiara. Mile tersenyum.


"Ayo masuk." ucap Mile sambil meminta tangan Tiara. Tiara tersenyum dia meletakkan tangan nya di atas tangan suami nya.


"Ternyata di Balik jiwa yang begitu dingin, galak, dan juga sangat tegas kamu memiliki sisi romantis." ucap Tiara. Mile tersenyum tipis.


"Wahhh.." Tiara melihat kolam berenang yang sangat didesain kecil namun sangat Bagus sekali.


"Apa kamu pernah ke tempat seperti ini sebelumnya dengan Mantan kamu?" tanya Mile. Tiara Menggeleng kan kepala nya.


"Dia tidak akan pernah membawa ku ke tempat seperti ini, bahkan waktu untuk ku saja tidak ada." ucap Tiara.


Mile diam. "Aku yakin kalau kamu pasti sangat sering membawa mantan-mantan kamu ke tempat yang romantis seperti ini kan?" ucap Tiara.


Mile Menggeleng kan kepalanya. "Saya tidak pernah kencan dengan wanita saya selain dinner, acara besar atau pertemuan penting." ucap Mile.


"Huff sudah ku duga, karena dulu kamu pria yang benar-benar kaku sekali, aku tidak tau apa yang membuat kamu berubah seperti ini." ucap Tiara.

__ADS_1


Mila tiba-tiba memeluk Tiara dari belakang. "Apa kamu ingin tau apa yang membuat saya berubah?" tanya Mile.


"Apa?" tanya Tiara.


"Kamu yang membuat saya berubah." ucap Mile mencium pipi Tiara.


"Bagaimana bisa aku membuat kamu berubah?" tanya Tiara.


"Mantan saya selalu protes karena saya tidak romantis, saya selalu mementingkan pekerjaan, tidak meluangkan waktu untuk mereka." ucap Mile.


"Dan pada akhirnya mereka meninggalkan kamu?" ucap Tiara. Mile menganguk.


"Saya sama sekali tidak mempermasalahkan setiap kali saya di tinggal kan oleh mereka. Namun semenjak saya mengenal kamu. Saya mengerti arti nya kehilangan." ucap Mile.


Tiara tersenyum. "Selain berubah jadi seperti ini, kamu juga jadi jago gombal." ucap Tiara.


"Saya tidak gombal, ini adalah kenyataan." ucap Mile. "Baiklah-baiklah aku Percaya." ucap Tiara.


Mile tersenyum. "Kamu juga harus melihat ini." ucap Mile. Dia menarik yang Mile ke arah kamar utama.


"Kamar yang begitu bagus." ucap Tiara. "Kamu ingin menginap di sini atau di villa tadi?" tanya Mile. Tiara menatap wajah suaminya.


Mereka duduk di pinggir kolam. "Tadi Papah mengatakan besok kamu harus USG agar bisa mengetahui jenis kelamin anak kita." ucap Mile.


Tiara terdiam. "Kamu setuju kan?" tanya Mile. Tiara menganguk.


"Perempuan atau laki-laki anak itu tetap lah anak kita. Kamu tidak perlu mencemaskan apa pun." ucap Mile. Tiara tersenyum sambil mengangguk.


"Saya adalah meeting online bersama klien saya, kamu lanjut menikmati pemandangan nya dulu, saya akan ke dalam." ucap Mile.


Tiara melihat Suaminya masuk ke dalam. Tiara tiba-tiba mengingat kejadian beberapa bulan lalu yang membuat hidup nya merasa hancur sekali.


"Aku adalah wanita yang sangat jahat sekali, Mile sangat baik kepada ku kenapa aku begitu tega melakukan ini kepada nya." ucap Tiara.


Dia melihat suaminya yang terlihat fokus pada pekerjaan nya.


"Sampai kapan aku akan menyembunyikan kebohongan ini? sampai kapan?" ucap nya tiba-tiba Air mata nya mengalir keluar membasahi pipi nya.

__ADS_1


"Cepat atau lambat semua orang akan tau kebohongan ini." batin Tiara. Dia masuk ke dalam dia tidak Ingin mengganggu suami nya dia pun masuk ke dalam kamar karena merasa mengantuk dan pinggang nya sudah sangat Lelah.


Mile baru saja menyelesaikan pekerjaan nya. "Tiara.." panggil Mile masuk ke kamar. Mile melihat istrinya sedang tidur.


Dia duduk di pinggir kasur sambil menatap wajah istri nya. Dia mengelus pipi Tiara. "Bahkan saat tidur saja kamu membuat saya tidak bisa menahan nya." ucap Mile, ia langsung mencium bibir Tiara.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Tiara. Mile menghentikan aksinya. "Sa-saya tidak tau." ucap Mile. Tiara menatap suaminya.


Namun dia juga juga tidak tega akhirnya dia mencium bibir Mile dengan sangat lembut. Mile juga membalas nya. Namun masih sangat menikmati handphone nya berdering.


Mile menghela nafas panjang. Ternyata itu telpon dari kakak nya.


"Aku akan menjawab nya sebentar." ucap Tiara. Mile mengijinkan nya. "Iyah halo kak." ucap Tiara.


"Bagaimana keadaan Alisa?" tanya Rafi.


"Masih istirahat kak, kakak kapan kembali?" tanya Tiara.


"Seperti nya kakak tidak bisa kembali, kakak belum bisa meninggal Enjel, keadaan nya sangat parah." ucap Rafi.


"Huff baiklah kalau begitu." ucap Tiara.


"Kabarin kakak kalau terjadi sesuatu." ucap Rafi. Tiara menginyakan.


Mile sudah tidak sabar dia tidak berhenti mencium leher istri nya. "Kalau begitu aku tutup telpon nya dulu yah kak." ucap Tiara langsung mematikan sambungan telepon.


Dia menatap wajah suaminya.


"Kamu lagi-lagi mengganggu ku ketika sedang berbicara." ucap Tiara. Mile tersenyum. Dia langsung mencium bibir Tiara.


Rafi di rumah sakit duduk di sofa sambil memerhatikan Enjel yang tak kunjung sadar.


"Kapan dia akan sadar." batin Rafi.


Tiba-tiba handphone nya berdering telepon dari orang tua nya. "Apa aku harus menjawab nya?" ucap Rafi. Dia pun memutuskan untuk menjawab nya.


"Halo Bu." ucap Rafi.

__ADS_1


"Kamu lagi di mana?" tanya Bu Rosa. "Aku sedang di rumah sakit Bu, Enjel demam tinggi." ucap Rafi.


__ADS_2