Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 34


__ADS_3

Setelah sampai di rumah sakit Tiara malah meminta Bibik untuk menunggu di luar.


"Bibik tunggu di luar saja yah, jagain di luar karena tadi pengawal gak bisa masuk." ucap Tiara.


"Baik non." ucap Bibik, tanpa curiga Bibik Duduk di luar.


Tidak beberapa lama Tiara Keluar dari ruangan USG.


"Sudah selesai Non?" tanya Bibik. Tiara Mengangguk.


"Bibik mau melihat hasil USG nya?" tanya Tiara.


"Mau sih Non, tapi biar den Mile saja yang pertama melihat nya." ucap Bibik. Tiara tersenyum.


"Ya udah non kita langsung pulang yah." ucap Bibik.


"Kok langsung pulang sih bik? aku sangat bosan di rumah saja, bagaimana kalau aku nunjukin restoran paling enak pada Bibik? Bibik pasti belum pernah ke sana." ucap Tiara.


"Bibik Takut kena marah sama Den Mile Non." ucap Bibik. Tiara mengambil ponsel nya dan menelpon Mile.


"Non Tiara mau ngapain? Ini jam kerja den Mile tidak bisa di hubungi." ucap Bibik Ja.


Tiba-tiba di jawab panggilan Tiara.


"Halo, aku mau Ijin sama Bibik makan di restoran tidak jauh dari rumah sakit boleh kan?" tanya Tiara.


"Kamu menelpon saya hanya bertanya itu? Kamu hanya mengganggu jam kerja saya saja!" ucap Mile kesal.


"Boleh gak? Kalau aku tidak Ijin kamu Akan marah-marah tidak jelas." ucap Tiara.


"Pergi lah." ucap Mile langsung mematikan sambungan telepon. "Tuh Bibik udah denger kan? Ayo kita berangkat." ajak Tiara menarik tangan Bibik.


Bibik Masih tetap saja ragu-ragu. Namun karena ke restoran itu Malah bagus agar Tiara banyak makan.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sana.


"Tiara!" ucap Salah satu teman Tiara yang kebetulan ada di sana.

__ADS_1


"Ani kamu di sini juga? Ya ampun aku sangat rindu kamu, sudah lama kita tidak ketemu." ucap Tiara cipika-cipiki dengan Ani.


"Duduk bareng aja, lagian aku cuman sama pacar ku aja kok." ucap Ani. Tiara mengangguk.


"Kamu kok kurusan sih sekarang? Kamu pasti sangat sedih gara-gara Bilmar kan?" ucap Ani. "jangan membahas itu lagi, aku tidak mau membahas nya." ucap Tiara.


"Yang sabar yah, aku dengar-dengar wanita yang jadi selingkuhan nya ternyata masih muda loh, dia juga masih kuliah tapi kamu harus tau dia sangat kaya sekali, mungkin gara-gara itu Bilmar mau sama dia." ucap Ani.


Tiara hanya diam saja karena dia sudah terlebih dulu tau.


"Ngomong-ngomong Ibu itu Siapa?" tanya Ani.


"Bibik Ja duduk di sini saja bareng kita." ucap Tiara.


"Gak apa-apa non, Bibik di sini saja." ucap Bibik Ja.


"Jangan menjadikan aku seperti wanita yang jahat bik, ikut lah duduk di sini, kenalin ini teman lama aku Nama nya Ani, dia yang paling cantik rombong kami." ucap Tiara.


Ani tersenyum dia menyalim tangan Bibik Ja.


"Semua manusia sama saja Bik, ayo pesan Bibik mau Makan apa saja, jangan canggung kalau Bibik canggung justru kami yang muda ini tidak nyaman." ucap Ani.


"Pokoknya kalau Bibik di luar Bibik bukan asisten rumah tangga lagi, anggap saja sedang balik ke masa muda, pasti Bibik jarang keluar sehingga terlihat sangat gugup." ucap Tiara.


"Tugas Bibik di rumah, memang sangat jarang keluar.' ucap Bibik. Tiara tersenyum.


"Pacar kamu mana Ani?" tanya Tiara. "Itu dia baru datang." ucap Ani.


"Wahh seperti nya sangat ramai nih," ucap Pacar Ani, dia juga tak kalah ramah. Bibik Ja melihat teman-teman Tiara yang sangat sopan dan baik membuat nya merasa nyaman.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan metode pun pamit pulang. "Lain kali Bibik harus ikut aku ketemu teman-teman ku yang lain nya. Bibik pasti sangat suka karena mereka semua sangat baik, namun ketika aku tidak mempunyai uang mereka semua Akan menghilang." ucap Tiara.


Bibik tertawa. "Jangan kan Teman Non, bahkan saudara saja terkadang seperti itu, tidak heran jika pergaulan di kota seperti itu, dulu Bibik juga dijauhi karena orang miskin." ucap Bibik. Tiara tersenyum.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. "Biar saya Saja non." ucap Bibik membawa semua barang-barang Tiara masuk ke dalam.


"Bik aku tiba-tiba ingin masak kue, tapi aku tidak pandai memasak nya." ucap Tiara menyusul Bibik ke dapur.

__ADS_1


"Non Tiara yakin mau bikin Kue? Bahan-bahan nya tidak ada." ucap Bibik.


"Saya mau bikin kue bik, seperti nya ini bawaan bayi nya deh." ucap Tiara. "Ya udah kalau begitu Bibik mencari bahan-bahan yang di perlukan dulu non." ucap Bibik. Tiara mengangguk.


tidak beberapa lama akhirnya Bibik kembali dia membawa bahan-bahan kue yang lengkap. Tiara menuangkan tepung namun semua nya berantakan karena mangkuk nya terjatuh ke lantai. "Yahh tumpah bik." ucap Tiara sedih.


"Sssstt sangat panas." tiba-tiba tangan Tiara kena tipu panas. "Hati-hati Non." ucap Bibik.


Dia mengambil alih pekerjaan Tiara.


Mile baru saja pulang, dia melihat rumah sangat sepi.


"Bik!" panggil Mile, tiba-tiba Bibik Keluar dari dapur.


"Ada apa ribut-ribut di dapur? Bibik sedang bersama siapa?" tanya Mile.


"Lagi ngajarin non Tiara masak den, lebih baik Den Mile jangan ke sana." ucap Bibik menghalangi Mile ke dapur namun Mile penasaran dia langsung ke dapur dia melihat Tiara yang sudah cemong karena tepung dan sangat berantakan sedang mengaduk adonan.


"Eh kamu sudah pulang? Hasil USG nya ada di atas Meja, kamu bisa memeriksa nya." ucap Tiara terus sambil mengaduk adonan terus.


"Siapa yang meminta kamu masak kue? Buang ini semua." ucap Mile. "Loh kok di buang sih, aku sendiri yang mau Buat."' ucap Tiara.


"Buang semua ini bik, jangan sampai saya lihat." ucap Mile.


"Aku mau bikin kue, kenapa malah di buang?" tanya Tiara.


"Saya tidak mau melihat ini, saya tidak suka." ucap Mile mengambil mangkuk besar yang di tangan Tiara melemparkan nya ke lantai. semua mereka terdiam.


"Apa-apa an maksud kamu membuat kue?" tanya Mile.


"Aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya ingin membeli nya." ucap Tiara.


"Kamu tidak boleh makan kue, juga tidak boleh membawa kue' jenis apapun ke rumah ini." ucap Mile.


"Tapi aku ngidam, aku ingin Makan kue,." ucap Tiara. Tasya kembali kamar tidur untuk istirahat


hanya bisa bersabar sedikit lama setelah itu mereka Mile langsung menyusul Tiara.

__ADS_1


__ADS_2