
"Apa ini?" tanya Jenny. Tiara kaget karena tidak tau kapan suami nya membeli barang itu.
"Buka saja. Ini adalah salah satu barang yang saya jadikan bisnis. Barang ini adalah barang limited edition yang hanya ada beberapa di Indonesia." ucap Mile.
Jenny membuka nya dia kaget sekali melihat kalau yang begitu mewah dan sangat elegaant sekali.
"Wahh ini Bagus banget." ucap Jenny.
"Aku pikir sebelum nya kamu tidak mau memberikan ini untuk ku," ucap Jenny karena dia juga sudah lama menginginkan barang milik mile sendiri.
Tiara seakan tidak melihat dia hanya lanjut makan saja, walaupun di hati nya tidak tenang.
Setelah selesai makan mereka berbincang-bincang sebentar. Tiara yang hanya duduk diam saja merasa Bosan dia membuka ponsel nya sudah banyak pesan ternyata dari Alisa menanyakan di rumah sakit Kakak nya.
Tiara membalas nya. namun Alisa sudah langsung menelpon nya.
"Humm aku permisi menjawab telepon sebentar yah." ucap Tiara pada Mile. Mile mengangguk.
"Mile apa kamu mencintai istri kamu?" tanya Mami dengan bahasa Inggris.
"Tentu Mami. Aku sangat mencintai istri ku." ucap Mile.
"Tapi mami tidak melihat di antara kalian berdua ada cinta. Begitu juga dengan istri kamu seperti nya tidak mencintai kamu dengan serius mungkin dia hanya menginginkan uang kamu." ucap Mami lagi.
"Sudah Mi jangan berbicara seperti itu." ucap Jenny.
"Kamu tau apa sih? Mami yang sudah berpengalaman tau mana cinta mana enggak." ucap Mami. Tidak beberapa lama Tiara kembali.
"Mami, Papi, Opah kami langsung pulang yah. Sekali lagi selamat ulang tahun yah Jenny." ucap Mile.
"Loh cepat banget sih?" tanya Jenny.
"Tiara sedang hamil, tidak bisa terlalu sering kena angin malam takut masa Angin." ucap Mile.
"Oohh baiklah." ucap Jenny.
"Ayo pulang." ajak Mile. Tiara pamit pada mereka semua dan segera pulang meninggalkan rumah itu.
"Tumben-tumbenan banget mau cepat pulang dari sana." ucap Tiara.
"Jadi kamu mau nya bagaimana?" tanya Mile. Tiara Diam.
"Jenny beruntung banget yah bisa memiliki kalung yang mahal seperti itu." ucap Tiara.
__ADS_1
"Kamu pengen juga? Tapi butuh waktu lama untuk menunggu itu." ucap Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak ingin di samakan dengan Jenny." ucap Tiara.
"Ya udah kalau tidak mau." ucap Mile. Tiara diam dia meletakkan tangan nya di leher nya. dia terus membayangkan kalung yang di pakai oleh Jenny tadi begitu indah dan sangat cantik sekali.
"Kalau kamu pengen Bilang saja, saya tidak ingin anak saya ileran keesokan harinya." ucap Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak ingin. Lagian Kalau aku ingin pasti ada nya setelah aku sudah melahirkan." ucap Tiara.
Sebelum sampai di rumah Mile menanyakan apa yang mau di beli oleh Tiara terlebih dahulu.
"Kamu ingin beli apa? Saya tidak ingin keluar lagi atau memesan apa yang kamu mau." ucap Mile.
"Makanan." ucap Tiara kalau Mile sudah bertanya seperti itu Tiara sangat senang karena kalau sudah bertanya Mile tidak akan protes lagi dia mau beli apa.
Mereka singgah di mana Tiara mau membeli makanan yang dia mau, setelah dapat dia kembali tersenyum tidak seperti baru pulang dari rumah Jenny tadi.
Mile yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, namun dia melihat istrinya yang selalu berubah mood nya membuat nya lucu.
Setelah sampai di rumah Tiara masuk hanya membawa makanan nya ke dalam Tampa memperdulikan suami nya.
Suami nya hanya bisa mengikuti masuk ke dalam.
"Kamu tidak boleh makan terlalu banyak yang seperti itu Tiara. Itu tidak sehat sama sekali." ucap Mile.
Mile menggeleng kan kepala nya.
"Makan sedikit saja." ucap Tiara. Mile menggeleng kan kepala nya. Namun Tiara memaksa akhirnya Mile mau memakannya.
"Bagaimana enak kan?" tanya Tiara namun Mile kepedesan dia langsung mengambil air minum milik istri nya menghabis nya.
"Ini sangat pedas, kamu akan kepedesan." ucap Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.
"Aku ingin Makan yang pedas-pedas." ucap Tiara. Mile hanya diam saja melihat Istrinya makan sampai Habis.
Tiara melihat suaminya seperti khawatir melihat nya.
"Enak banget." ucap Tiara. Mile hanya diam saja.
"Oh iya ini untuk kamu." ucap Mile memberikan paper bag warna hitam pada Tiara.
"Apa ini?" tanya Tiara.
__ADS_1
"Ini untuk kamu." ucap Mile. Tiara mengambil nya.
"Apa ini? Aku tidak mau membuka nya kalau kamu tidak kasih tau Apa isinya." ucap Tiara.
"Kamu mau atau tidak? Kalau kamu mau ambil jangan banyak tanya dan kalau tidak mau sini kembalikan." ucap Mile.
Tiara menahan nya.
"Aku ambil." ucap Tiara.
Dia langsung membuka nya. Dengan perasaan pemasaran dia membuka nya perlahan. Namun setelah di buka dia terkejut karena itu adalah kalung berlian yang sangat bagus.
"Kalung Berlian?" tanya Tiara. Mile mengangguk.
"Kalung itu adalah kalung berlian warisan keluarga Minor yang turun temurun dari nenek moyang. Namun setiap tahun nya selalu di rombak agar tidak ketinggalan jaman sehingga bisa sebagus itu." ucap Mile.
"Kamu memberikan nya untuk ku?" tanya Tiara.
"Humm untuk kamu." ucap Mile.
"Kalung ini bukan sembarangan kalung, aku tidak mau, melihat nya saja membuat badan ku gemetar." ucap Tiara.
"Beberapa tahun yang lalu sebelum Kakek meninggal dunia dia sudah mewaris kan Kalung itu pada saya untuk saya berikan pada wanita pendamping saya ketika dia sudah hamil genap dua bulan." ucap Mile.
Tiara terdiam dia mengingat kembali dan benar saja dia sudah mengandung selama dua bulan.
"Keluarga Minor menganggap kalung ini adalah kalung keberuntungan untuk tiap wanita hamil yang menyimpan nya dengan benar." ucap Mile.
"Aku tidak mau, aku tidak pantas memakai kalung itu." ucap Tiara.
Mile Berdiri dia merapikan rambut Tiara ke samping. "Apa yang kamu lakukan?" tanya Tiara.
"Memakaikan ini untuk kamu." ucap Mile.
"Aku tidak mau, aku sudah bilang tidak mau." ucap Tiara.
"Kamu tidak harus memakai nya tiap hari, kamu harus memakai nya ke setiap pertemuan keluarga, acara keluarga, dan acara-acara penting lainnya yang bersangkutan dengan keluarga Minor." ucap Mile.
Mile memasang kan kalung itu di leher jenjang yang sangat cantik milik Tiara.
"Lihat lah." ucap Mile membuka kamera ponsel nya meletakkan di depan Tiara.
Tiara tersenyum, dia memegang kalung itu.
__ADS_1
"Apakah aku Cocok memakai nya?" tanya Tiara. Mile mengangguk. Tiara tersenyum kesenangan sekali.
Yang buat dia senang adalah yang di kasih pada Jenny adalah barang yang di jual belikan namun kalau yang di berikan pada nya adalah kalung warisan yang intinya dia adalah yang paling penting.