Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 164


__ADS_3

"Tapi lebih baik aku tidak perlu menelpon nya itu akan mengganggu mereka, aku sih yakin kalau kak Rafi dan Alisa sedang bersama." ucap Tiara.


Dia mengirim kan pesan kepada orang tua nya kalau kak Rafi ada kerjaan di luar, dia tidak bisa datang hari ini akhirnya dia pun memutuskan untuk mematikan telpon nya.


"Kak Rafi tidak pernah mementingkan diri nya sendiri, untuk kali ini dia harus memikirkan perasaan nya." ucap Tiara.


Tiara duduk santai sambil menikmati Susu. Namun tiba-tiba dia merasa mual seperti biasa. Dia berlari ke kamar mandi.


"Non! Non kenapa?" tanya Bibik Ja melihat Tiara masuk ke dalam kamar mandi tergesa-gesa.


Tiara muntah-muntah cukup lama di kamar mandi, kepala nya terasa sangat pusing sekali. "Huff kenapa mual nya tiba-tiba sih?" ucap Tiara memegang perut nya.


Bibik Ja tidak di jawab dia merasa khawatir sekali.


Dia memutuskan untuk menelpon Mile.


Mile yang tengah meeting bersama orang-orang penting tiba-tiba Staf nya datang.


"Permisi Pak, ini ada telpon dari rumah bapak." ucap Staf. Mile melihat ke semua anggota meeting.


"Saya akan menyelesaikan ini terlebih dahulu." ucap Mile.


"Den Mile, non Tiara tiba-tiba sakit." suara Bibik Ja yang tidak sengaja di Kuat kan oleh Staf.


Mile kaget. Dia langsung mengambil ponsel nya dan permisi keluar.


"Ada apa dengan Tiara bik?" tanya Mile.


"Tiba-tiba Non Tiara masuk ke kamar mandi dan mual-mual Den, saya sangat khawatir karena non Tiara tidak kunjung keluar." ucap Bibik Ja.


Mile melihat ke pintu ruangan meeting yang terbuka. Mereka semua menunggu dia.


"Bibik Ja telpon Dokter kandungan Tiara. Mungkin obat Tiara sudah habis." ucap Mile. "Baik Den." Jawab Bibik.


"Saya ada meeting yang Sama sekali tidak bisa di tinggal kan, kabari saya nanti kalau terjadi sesuatu." ucap Mile.

__ADS_1


"Pak Mile. Waktu meeting sudah mau habis. Semua orang menunggu di dalam." ucap Staf lagi.


Mile pun langsung mematikan ponsel nya.


"Saya minta maaf, saya ada kabar buruk dari rumah." ucap Mile. "Apakah itu istri Tuan Mile?" tanya Pria yang sudah lanjut usia.


"Dia sedang hamil muda, sehingga sekarang tiba-tiba sakit." ucap Mile. "Itu adalah hal biasa Pak, dulu istri saya sampai pingsan." ucap pria itu lagi.


Mendengar itu saja Mile semakin khawatir memikirkan istri nya. Di tambah lagi dokter kandungan Tiara mengatakan fisik nya sedang lemah karena banyak beban fikiran.


"Kita lanjut meeting nya saja." ucap Mile. Mile kembali fokus pada pekerjaan nya sementara pikiran nya pada istri nya. Walaupun pun seperti itu dia harus konsisten dengan pekerjaan nya.


"Nok Tiara..." panggil Bibik Ja mengetuk pintu kamar mandi.. Sementara di dalam Tiara sudah terduduk di lantai karena sangat pusing sekali.


Bibik Ja memanggil pengawal dan juga semua yang di luar untuk mendobrak pintu.


Megi dan Regi kebetulan lagi ada berjaga di depan. Mereka pun mendobrak pintu kamar mandi. Setelah di buka ternyata Tiara sudah sangat pucat di lantai kamar mandi itu.


"Non Tiara." ucap Bibik Ja. Dia langsung di bawa keluar. Tidak beberapa lama dokter kandungan nya datang.


Dokter memeriksa nya. Tidak beberapa lama akhirnya selesai. Bibik Ja menanyakan apa yang terjadi.


"Non Tiara memiliki beban fikiran, kurang vitamin, dan kelelahan." ucap dokter.


"Bagaimana bisa seperti itu dokter? Non Tiara sangat menjaga pola makan, dia banyak istirahat." ucap Bibik Ja.


"Saya akan memberikan beberapa obat untuk di minum oleh Non Tiara." ucap dokter. Bibik Ja menganguk.


"Lalu bagaimana non Tiara dok? Kapan dia akan bangun?" tanya Bibik Ja.


"Saya menyuntikkan Obat tidur agar dia bisa istirahat. Dan tidak memikirkan apapun. Sebentar lagi dia akan bangun kalau pengaruh obat nya sudah hilang." ucap dokter.


"Baik Dok kalau begitu saya akan menyiapkan air hangat untuk Non Tiara." ucap Bibik Ja.. Dokter itu menganguk.


Bibik Ja keluar. Tiba-tiba pak Daniel menelpon dokter menanyakan keadaan menantu nya bagaimana. Dokter menjelaskan bagaimana keadaan Tiara sekarang.

__ADS_1


Alhasil Pak Daniel meminta Tiara di bawa ke rumah sakit keluarga mereka. Namun dokter tidak menyarankan itu, pak Daniel sama sekali tidak bisa di bantah akhirnya Tiara di bawa ke rumah sakit.


Bibik Ja melihat Tiara di bawa dia hanya bisa diam melihat nya, karena dia juga tidak bisa ikut ke rumah sakit.


"Den Mile kenapa belum pulang yah? Bagaimana ini? Apa dia tau Non Tiara di bawa ke rumah sakit?" batin Bibik Ja.


Sampai di rumah sakit Tiara di tangani. Sakit nya cukup serius sehingga membuat keadaan nya semakin drop.


Dokter Kandungan itu merasa Tiara baik-baik Saja dia tidak berfikir Akan seperti ini. Alhasil dia memasang kan infus pada Tiara.


Tepat jam satu siang. Tiara perlahan membuka mata nya karena dia sudah merasa mulai membaik.


"Aaaarrr... Kepala ku pusing sekali." ucap nya. Namun tiba-tiba dia merasa mual lagi. Untung saja Bibik Ja yang ketiduran mendengar dan dia langsung membantu nya.


"Non Tiara baik-baik saja kak?" tanya Bibik Ja. "Seperti nya tidak bik, badan ku sakit semua, kepala ku pusing dan juga mual bik." ucap Tiara.


Bibik Ja membantu memijit-mijit kepala nya. Tidak beberapa lama Dokter datang dia memeriksa keadaan Tiara.


"Keadaan Non Tiara sangat buruk sekali." ucap dokter.


"Lakukan sesuatu Dok. Saya tidak tega melihat Non Tiara pucat seperti ini." ucap Bibik Ja. Dokter memberikan Obat agar bisa menghilangkan rasa mual dan pusing nya.


"Bibik, Mile di mana? kenapa dia belum datang?" tanya Tiara.


"Mile ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal kan, dia tidak akan bisa datang." ucap Pak Daniel yang baru saja datang bersama Bu Vina.


"Keadaan Kamu bagaimana nak? kamu sangat pucat sekali." ucap Bu Vina. Tiara diam saja.


Dia hanya ingin Mile saat ini, melihat mertua nya membuat dia semakin takut.


"Saya sudah peringat kan kamu untuk menjaga kandungan kamu, jaga kesehatan jangan memikirkan semua nya." ucap Pak Daniel.


"Pah Tiara sedang sakit, jangan mengatakan itu sekarang, kasihan dia kesakitan." ucap Bu Vina.


"Sungguh keras kepala, saya tidak meminta dia melakukan apapun namun mengurus diri sendiri saja tidak bisa." ucap pak Daniel.

__ADS_1


Tiara mendengar itu hanya bisa diam. Dia tidak tau salah nya di Mana, dia merasa tidak melakukan dengan sengaja membuat nya sakit.


"Saya yang salah Tuan, saya tidak bisa menjaga non Tiara dengan baik " ucap Bibik Ja.


__ADS_2