
"Ken.." panggil Mile.
"Iyah tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Ken Masuk ke dalam.
"Bawakan sarapan saya ke sini." ucap Mile. Ken menganguk dia langsung meminta pelayan membawa masuk makanan bos nya itu.
Mile sama sekali tidak berselera untuk Makan dari tadi malam dan akhirnya dia mau makan.
Tiara mengembalikan ponsel Lena yang sedang berbicara dengan teman nya.
"Nih Len. Makasih banyak yah." ucap Tiara.
"Iyah Tan. Setelah ini Tante mau kemana lagi?" tanya Lena.
"Tante mau periksa kandungan ke dokter tadi nya, namun kebetulan dokter nya gak masuk. Tante pulang saja." ucap Tiara.
"Oohh ya udah kalau begitu hati-hati yah Tante." ucap Lena.
Tiara pun meninggalkan perusahaan Suami nya itu.
"Itu istri nya pak Mile kan?" tanya teman Lena.
"Iyah." jawab Hena.
"Cantik banget yah, ganteng sama cantik Anak nya nanti secakep apa yah?" ucap teman nya lagi.
"Pasti secantik Aku." ucap Lena. "Humm Pede banget kamu." ucap Vandi yang baru saja datang dan langsung merangkul pundak Lena.
"Apa-apaan sih kak, ikut campur aja." ucap Lena.
"Dari tadi kamu di tungguin di ruangan mbak Tita, buruan ke sana." ucap Vandi.
"Baiklah aku akan kesana." ucap Lena.
Lena pergi meninggalkan teman nya itu.
"Pak Vandi sudah Makan siang, mau Makan siang bareng-bareng?" tanya teman Lena.
"Sorry saya tidak Makan bersama bawahan saya." ucap Vano. Kebetulan Alisa lewat.
"Ma-maksud saya, saya ada janji Makan Siang dengan atasan, Kalau dengan bawahan hanya orang terpilih saja." ucap Vandi.
Wanita teman Lena seketika cemberut.
"Huff aku bawahan kamu juga." ucap Alisa. Vano Terkekeh.
"Aku hanya bercanda." ucap Vano.
"Kamu mau Makan siang yah? Aku ikut yah." ucap Vandi.
"Tadi kata nya tidak mau Makan dengan bawahan, justru Alisa bawahan aku juga." ucap teman Lena.
__ADS_1
"Diam saja kamu, kembali masuk sana." ucap Vandi.
Dia dan Alisa berjalan berdua Menuju kantin.
Teman Lena melihat itu sangat cemburu, dia sudah lama mengincar Vandi, selain tampan mirip om nya dia juga sangat tegas sehingga semua orang yang tau dia pasti akan suka karena dia juga pintar sekali.
"Ngomong-ngomong pagi tadi kamu sarapan apa?" tanya Vandi sambil Terus berjalan.
"Humm seperti biasa masak telur goreng saja sama sambal." ucap Alisa.
"Oohh." ucap Vandi.
"Kamu sarapan apa tadi pagi?" tanya Alisa.
"Gak sarapan karena buru-buru ke kantor, itu sebabnya Sekarang aku sangat lapar." ucap Vano.
"Jangan sering mengabaikan Makan pagi. itu juga bisa membuat sakit." ucap Alisa. "Kamu perhatian banget sih. besok gak di ulangi lagi kok." ucap Vano. Alisa tersenyum sambil menatap wajah Vano.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di kantin.
Di tempat lain Rafi bertemu dengan Papah nya di keramaian. Semua orang-orang penting sudah duduk di sana.
Cukup lama mereka di dalam ruangan yang kedap suara dan suasana yang sangat serius sekali.
Sudah empat jam kemudian semua nya sudah selesai akhir nya mereka semua memutuskan untuk keluar.
"Rafi tunggu sebentar." ucap Pak Yuda menahan anak nya.
"Iyah Ayah, ada apa?" tanya Rafi. Mereka duduk di loby.
"Aku lelah Ayah, ibu, aku ingin segera kembali ke perusahaan, aku tidak mau membahas ini." ucap Rafi.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu? kamu mendengar kata-kata ayah gak?" tanya pak Yuda.
Rafi menghela nafas panjang.
"Aku sudah tau tugas ku Ayah, aku sudah tau mau melakukan apapun." ucap Rafi.
"Ayah hanya ingin yang terbaik untuk perusahaan kita nak." ucap Ibu nya.
Rafi diam. "Untuk sementara ini kamu tidak boleh kebanyakan libur. Banyak klien kita yang akan kecewa karena kamu." ucap Pak Yuda.
"Ya udah tidak ada yang mau di bicarakan lagi, aku harus pulang ke kantor." ucap Rafi. Dia pamit dan langsung meninggalkan orang tua nya di sana.
"Pah bukan nya seharusnya Rafi lebih cepat untuk menikahi Enjel? Sudah waktunya dia menikah." ucap Bu Rosa.
"Tunggu beberapa Minggu lagi Bu, baru kita membicarakan ini. Sekarang dia lagi sibuk-sibuknya, kita tidak boleh membuat dia lalai dari pekerjaan nya." ucap Pak Yuda.
"Ayah benar juga sih. Tapi ibu takut kalau Wanita yang sering dekat-dekat dengan Rafi semakin menggoda nya." ucap Bu Rosa.
"Tidak akan Bu, kamu lihat saja Rafi sendiri Terus, hubungan nya dengan Enjel juga semakin membaik." ucap pak Yuda.
__ADS_1
Tidak beberapa lama Rafi sampai di perusahaan nya.
"Permisi Pak Ada yang menunggu bapak di dalam." ucap sekretaris nya pada Rafi.
Dia masuk ke dalam dan ternyata itu Tiara.
"Tiara kamu ngapain ke sini?" tanya Rafi.
"Kakak dari mana saja? Aku sudah menunggu dari tadi." ucap Tiara.
"Dari luar, ketemu ibu dengan Ayah juga. Kenapa kamu di sini sudah sore?" tanya Rafi.
"Aku hanya memastikan kalau kakak baik-baik saja. Kenapa kakak sudah bekerja padahal belum sembuh total, lihatlah wajah kakak sekarang sangat merah." ucap Tiara.
Rafi Duduk di samping Tiara.
"Kakak sangat lelah sekali." ucap Rafi tidur di pangkuan Tiara.
Dia memejamkan mata.
"Ijinkan kakak istirahat sejenak di sini." ucap Rafi. Tiara tersenyum.
"Tumben-tumbenan sekali kakak membawa botol minum. Botol minum nya cantik banget, kaya gak asing saja." ucap Tiara.
Rafi langsung menyembunyikan nya.
"Itu milik teman perempuan kakak." ucap Rafi.
"Oohhh." ucap Tiara. Tidak beberapa lama suaminya mengirimkan pesan ia ada di mana.
Tiara mengambil foto Rafi yang tidur di paha nya mengirimkan kan pada suami nya.
"Oh tuhan!! Kenapa Pria ini tidur di paha istri ku, ini tidak bisa di biarkan." ucap Mile sangat Cemburu.
"Awas kan dia dari paha kamu, dia tidak berhak tidur di sana." balas Mile.
"tidak apa-apa, dia sangat lelah, dia sudah terbiasa seperti ini." ucap Tiara lagi.
Mile terdiam.
"Huff aku sangat posesif sekali sekali! Aku lupa kalau ternyata itu adalah kakak nya." batin Mile.
"Tapi tetap saja itu sekarang milik ku." ucap nya lagi.
"Aaargggh!!" dia sangat kesal.
"Saya mau pulang ke villa saja." ucap nya karena dia sedang minum di Cafe dekat pantai di sana.
Ken hanya bisa kebingungan melihat Tuan nya yang Selalu mudah berubah mood nya. Dia mengikuti Mile pulang ke penginapan.
"Kalau kakak lelah, lebih baik kembali ke rumah." ucap Tiara.
__ADS_1
Rafi menggeleng kan kepala nya.
"Kakak tidak ingin pulang ke rumah." ucap Rafi.