Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 40


__ADS_3

Alisa melihat ponsel Tiara yang tak kunjung mati.


"Siapa yang nelpon Tiara? Di jawab saja siapa tau penting." ucap Alisa.


"Ya udah aku jawab telpon nya dulu yah." ucap Tiara langsung ijin jauh dari Alisa, setelah merasa Alisa tidak akan mendengar nya lagi dia pun menjawab telpon Mile.


"Halo." ucap Tiara.


"Kamu dari mana berani-beraninya kamu menjawab telepon saya sangat lama!" ucap Mile.


"Ini yang membuat aku malas berbicara dengan kamu, marah kalau tidak protes." ucap Tiara. Mile Menghela nafas panjang.


"Ada apa? Aku sedang bersama teman ku, aku tidak enak meninggalkan nya lama-lama." ucap Tiara.


"Hari ini Beberapa Keponakan saya akan datang di rumah dan menginap juga di sana. Kamu sambut mereka dengan baik. Saya mungkin tidak bisa pulang cepat." ucap Mile.


"Baiklah." ucap Tiara.


"Apa kamu sudah makan?" tanya Mile. "Sudah." jawab Tiara dengan singkat.


"Kamu sudah minum obat?" tanya Mile lagi.


"Kamu jangan khawatir, aku bisa merawat diri ku sendiri, seperti yang kamu bilang aku akan belajar tidak menyusahkan orang lain." ucap Tiara.


"Kamu dari mana saja tadi? Kenapa kamu pergi sangat pagi?" tanya Mile. "Kamu kenapa tiba-tiba Sangat kepo sih? Aku ada urusan pagi tadi, aku baru saja sampai di aku juga mau istirahat." ucap Tiara.


"Saya hanya bertanya, kenapa kamu tidak menjawab dengan benar?" Tiara Menghela nafas panjang.


"Aku habis belanja." ucap Tiara. Mile diam.


"Aku tau kamu pasti kaget melihat tagihan kartu itu, aku lupa membawa kartu kredit ku, aku akan menukar uang kamu nanti." ucap Tiara.


Mile melihat dompet nya dan mengeluarkan kartu kredit Tiara, dia yang mengambil diam-diam kartu itu dari dompet istri nya.


"Mungkin kalau tidak ada kartu itu aku akan sangat malu, awal nya aku bingung apa pin nya, tapi aku baru ingat kalau sebelumnya kamu mengirimkan pin nya lewat pesan." ucap Tiara.


Mile hanya diam saja.


"Pokoknya kamu jangan khawatir, aku pasti akan mengganti nya." ucap Tiara.


"Kamu tidak perlu mengganti nya asal kan kamu jujur apa saja yang kamu beli dan kemana kamu pergi." ucap Mile.


"Seperti nya aku tidak perlu melapor dulu sama kamu, karena pasti panjang urusan nya, jadi lebih baik aku pakai uang ku sendiri untuk belanja." ucap Tiara langsung mematikan handphone nya.


"Huff dasar suami perhitungan sekali!" ucap Tiara.

__ADS_1


Mile tersenyum tipis setelah Tiara mematikan ponsel nya.


"Maaf ya lama." ucap Tiara Duduk di samping Alisa.


"Tiara malam ini aku boleh nginap di sini kan?" tanya Alisa.


"Boleh banget dong, aku juga senang, karena bentar lagi Keponakan Su..." tiba-tiba dia berhenti bicara.


"Maksud kamu apa?" tanya Alisa.


"Bentar lagi saudara-saudara aku datang, mereka juga mau menginap di sini." ucap Tiara.


"Oohh, kalau begitu aku tidur di kamar kamu yah." ucap Alisa.


"Kamar aku? Humm sebaiknya jangan di kamar aku deh, kamu tau sendiri aku tidur tidak mau diam, bagaimana kalau kamu tidur di kamar tamu saja, di sana jauh lebih nyaman." ucap Tiara.


"Ya udah gak apa-apa." ucap Alisa sambil tersenyum. Tiara sudah sangat gugup.


Tidak beberapa lama Akhirnya Keponakan Mile datang.


Tiara sedang membersihkan meja di ruang tamu.


"Permisi ." ucap wanita yang berpakaian seksi.


"Iyah." jawab Tiara.


"Kamu Keponakan Om Mile, Om Mile ada gak?" tanya wanita yang rambut nya di ikat.


"Silahkan duduk dulu, tadi dia berpesan kalau keponakan nya akan datang, Dia tidak bisa pulang cepat. Jadi Mile meminta saya untuk menyambut kalian semua di sini." ucap Tiara.


"Humm Ternyata Ante lebih cantik yang asli yah dari pada di foto, kemarin kami sangat sibuk kuliah tidak bisa datang ke acara pernikahan Om Mile." ucap Vandi.


"Humm dasar laki-laki mata keranjang, Istri om nya saja di godain." ucap Riska.


"Kalau boleh tau kalian berempat nama nya siapa?" tanya Tiara.


"Aku Vandi Tante, ini adalah saudara kandung ku nama nya Tita." ucap Vandi.


"Nama aku Riska, ini Adik aku Nama Lena. Kami saudara kandung." ucap Riska.


"Oohh. Ya udah kalau begitu kalian tunggu sebentar yah Tante ambil kan cemilan dulu." ucap Tiara.


Namun ternyata Alisa sudah datang membawa makanan dan Bibik datang membawa minuman.


"Ya ampun Alisa kamu tidak perlu capek-capek." ucap Tiara tidak enak karena merepotkan Alisa.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, lagian Bibik gak bisa bawa sendiri.' ucap Alisa.


"Oh iya kenalin nih nama teman Tante, nama nya Alisa dia juga main ke sini, namun malam ini dia akan menginap." ucap Tiara.


"Wahh Teman Tante juga cantik yah." ucap Vandi, lagi-lagi dia kena marah oke Riska karena tidak bisa melihat wanita cantik.


"Senang bertemu dengan kalian semua." ucap Alisa.


Mereka tersenyum.


"Ya udah Kalau begitu aku mau mandi dan istirahat, kalian lanjut lah." ucap Alisa karena dia bukan kah golongan keluarga di situ.


Dia sudah tau kamar nya di mana, Tiara sudah memberikan baju nya untuk ganti pada Alisa.


"Oh iya Tante, kamu ada oleh-oleh untuk Tante, semoga Tante suka." ucap Lena.


"Ya ampun kalian tahu tidak perlu repot-repot. Makasih banyak yah." ucap Tiara. Mereka tersenyum.


"Berhubung Om Kalian belum pulang. Kalian mandi setelah itu istirahat ya." ucap Tiara. Mereka mengangguk.


Tiara menunjuk kan kamar untuk mereka.


Mereka tidak satu kamar melainkan Tiga kamar.


Vandi sendiri, Riska bersama adiknya sementara Tita sendiri.


"Selamat istirahat semua nya." ucap Tiara. "Tante juga istirahat yah, kasihan Dedek yang di dalam perut Tante juga pasti kecapean." ucap Vandi.


Tiara mengangguk sambil tersenyum.


Mereka pun masuk ke dalam kamar sendiri.


Tiara Menghela nafas panjang karena tidak biasa mendengar keributan atau perdebatan sekali mendengar nya membuat nya cepat lelah.


"Ternyata kelurga Mile semua nya good looking semua yah, tidak ada yang jelek seperti dia." ucap Tiara.


"Selain itu keluarga nya tidak ada yang jahat, Judes atau Bagaimana." batin Tiara. Dia pun duduk di ruang tamu.


"Mereka sudah istirahat non?" tanya Bibik Ja, Tiara mengangguk.


"Semua mereka adalah orang-orang yang di sayang oleh pak Daniel dan sangat dekat dengan den Mile. Selain itu mereka juga di tanggung oleh Den Mile sekarang." ucap Bibik Ja.


"Oohhh, jadi kedatangan mereka ke sini ngapain?" tanya Tiara.


"Mereka mungkin akan Magang di perusahaan Den Mile, tapi saya tidak tau pasti, mereka semua tidak ada yang betah jika di bawah pengawasan den Mile." ucap Bibik.

__ADS_1


__ADS_2