Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 89


__ADS_3

"Kalau begitu saya mau mandi dulu." ucap Mile.


"Kamu gak boleh mandi sendiri dulu. Hanya tukar baju aja sudah cukup. Nanti kamu bisa sakit lagi, kamu gak boleh sakit lama-lama karena aku mau jalan-jalan." ucap Tiara.


Mile menghela nafas panjang. Ada aja tingkah istri nya yang selalu membuat nya menuruti Semua perintah istri nya.


Tiara membasahi handuk untuk lap badan suami nya.


Tiara me lap bagian Dada Mile namun tiba-tiba tangan nya di tahan oleh Mile.


Tiara juga ikut terkejut. "Saya sangat geli di bagian-bagian ini." ucap Mile. Tiara membersihkan dengan cepat di bagian nya.


"Semua badan kamu banyak sekali luka-luka, aku heran deh kamu mempunyai nyawa berapa." ucap Tiara


Mile diam, membiarkan Tiara memerhatikan luka nya menebak luka itu karena apa.


Namun tiba-tiba dia terdiam. Dia menunduk kan kepala nya. Mile melihat Tiara.


"Ada apa?" tanya Mile.


"Aku tidak ingin kembali ke Jakarta. Aku tidak bisa bebas di sana. Aku Bosan di rumah saja." ucap Tiara.


"Kalau kita tidak kembali ke Indonesia saya tidak bisa bekerja. Kamu juga harus bertemu dengan keluarga kamu." ucap Mile.


Tiara memasang wajah cemberut. "Kamu tidak perlu khawatir, selagi bodyguard mengikuti kamu kemana pun tidak akan ada yang terjadi." ucap Mile.


Tiara diam. "Ohh iya saya belum memberi tahu kalau yang mengeroyok kak Rafi adalah orang yang tidak terima di kalah kan oleh Kak Rafi." ucap Mile.


"Humm aku sudah menebak nya, itu bukan kali pertama dia seperti itu. Dia selalu judi namun orang tua ku tidak tau." ucap Tiara.


"Untung saja dia menang, dan jarang kalah. Coba saja kalau kalah aku tidak bisa bayangkan sebenci apa orang tua ku pada nya." ucap Tiara.


"kamu jangan membocorkan rahasia nya." ucap Mile.

__ADS_1


"Aku sangat terpercaya menjaga rahasia namun harus ada jaminan nya." ucap Mile. Mile Menghela nafas panjang.


"Ternyata kamu mendapatkan uang dengan cara yang sangat tidak terpuji." ucap Mile.


Tiara tertawa kecil.


"Cukup saja aku yang tidak di sukai oleh ibu dan ayah ku, aku tidak ingin kak Rafi merasakan nya karena kalau kak Rafi di marahin dia akan pergi dari rumah mengabaikan semua tanggung jawab nya. Aku tidak bisa Menganti kan dia." ucap Tiara.


"Kenapa kamu tidak mencoba menjadi seperti yang ayah kamu?" tanya Mile.


"Aku tidak ada kepandaian di bidang seperti yang ayah mau untuk meneruskan jejak nya. Aku hanya ingin menjadi Pramugari dari kecil." ucap Tiara.


"Kamu tidak egois namun kamu tidak penurut tapi kamu menyusahkan." ucap Mile. Tiara menatap Mile dengan tatapan tajam.


"Kamu selalu saja menghina ku seperti itu!" ucap Tiara.


"Kamu tidak mengejar cita-cita kamu dan juga tidak menuruti kata-kata Ayah kamu sehingga sampai sekarang kamu masih menyusahkan." ucap Mile.


Mile diam. "Mungkin kamu bisa seperti ini karena banyak dukungan dari keluarga kamu." ucap Tiara.


"Papah saya tidak memberikan dukungan Apa pun, keluarga saya tidak pernah perduli pada saya. Mereka hanya memberikan uang dan saya mengaturnya sendiri. Di saat saa lulus SMA saya harus bekerja di perusahaan Ayah. Sambil melanjutkan kuliah.


"Dan waktu saya masih SD Papah saya menceraikan Mamah saya tanpa alasan. Dia meninggal kan Mamah membawa aku. Dan Mamah sudah memiliki keluarga baru sekarang begitu juga dengan papah." ucap Mile.


Tiba-tiba Tiara mengambil tangan Mile meletakkan nya ke perut nya.


"Kamu juga memiliki keluarga baru kok. Walaupun aku sedikit mengesalkan namun aku sudah menjadi keluarga kamu. Ketika kamu merasa sendiri itu adalah hal yang salah karena aku akan selalu ada mengganggunya kamu." ucap Tiara menatap Mile begitu tulus.


Mile menatap mata Tiara mereka saling bertatapan. Tiara t tersenyum namun ketika Mile mendekati Tiara dia menjadi sangat serius.


Mile perlahan mencium bibir Tiara. Tidak ada tanda-tanda Tiara menolak dia pun Melanjutkan Nya. Tiara pun membalas nya.


Tiara sampai mendorong Mile agar tidur dan menindih nya dari atas.

__ADS_1


Mile memeluk pinggang Tiara begitu lembut. Perlahan Mile membalikkan posisi mereka, sekarang dia yang di atas.


Mile mencium bibir Tiara begitu lahap. Namun tiba-tiba ponsel nya berdering. Mile menghela nafas panjang karena terganggu oleh suara ponsel Tiara.


Kedua nya jadi sama-sama gugup. Mile duduk sementara Tiara menjawab telepon dari Supir.


"Humm pesenan aku tadi sudah datang, aku akan mengambil nya ke bawah, kamu bisa memakai baju dulu." ucap Tiara. Mile mengantuk.


Tidak beberapa lama Tiara kembali ke kamar membawa buah untuk suami nya. "Ini untuk kamu." ucap Tiara. Mile melihat buah yang sudah di kupas di dalam piring.


"Tangan saya masih sangat sulit digerakkan, saya rasa tidak sanggup untuk memegang sendok." ucap Mile.


Tiara tersenyum dia pun menyuapi suami nya. Mereka berdua jadi malu-malu karena kejadian tadi namun Tiara berusaha untuk biasa saja.


"Kamu istirahat saja, aku mau bersih-bersih dulu." ucap Tiara karena merasa badan nya berkeringat.


"Loh bukannya kamu sudah menukar pakaian?" tanya Mile.


"Tiba-tiba badan ku berkeringat." ucap Tiara. Mile melihat istrinya masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah Tiara masuk tiba-tiba Mile mengambil bantal menutup wajahnya karena sangat malu, dia memegang bibir nya.


"Apa benar aku jatuh cinta pada istri ku? Aaaa ini sangat menegangkan sekali, namun Kenapa aku sangat senang sekali." batin Mile.


Namun tiba-tiba Tiara Keluar dari kamar mandi dia melihat Mile yang langsung diam. Dia kelupaan sabun yang baru saja dibelinya tadi dan membawa nya masuk ke dalam kamar mandi..


"Ya ampun kenapa aku semakin tidak Kuat melihat kecantikan dan indahan wajah nya? Hufff tenang Mile jangan sampai ke babablasan." ucap nya pada diri sendiri.


Di kamar mandi Tiara tersenyum sambil menatap wajah nay nya yang memerah karena hal tadi..


"Kenapa aku tidak menolak nya yah? Nanti dia berfikir aku adalah wanita yang ganjen mau membalas ciuman dia." ucap Tiara.


"Tapi aku sangat senang sekali, aku ingin memeluk nya lebih erat lagi, aku juga ingin di peluk dia begitu tulus seperti tadi. Huff ini tidak bisa di pungkiri lagi kalau aku benar-benar jatuh cinta pada Mile. Walaupun aku membencinya namun sekarang mungkin karma, aku Jatuh Cinta pada nya, namun apa dia mencintai ku? Atau jangan-jangan dia hanya karena nafsu mencium ku." batin Tiara dia jadi overthinking.

__ADS_1


__ADS_2