
Tiara memegang kalung itu sambil tersenyum.
"Humm kalung seperti ini tidak Cocok untuk di gunakan sehari-hari nya." ucap Tiara membuka nya kembali.
"Simpan dan pakai ketika ada acara saja." ucap Mile. Tiara mengangguk.
"Kalau begitu saya mau istirahat, kamu selesaikan makan, rapikan semua nya dan segera tidur." ucap Mile. Tiara mengangguk. Mile Pun meninggalkan Tiara di bawah.
Mile di kamar membuka ponsel nya sebentar. Ternyata keponakan nya sudah bertanya kapan pulang. Mereka merasa kesepian di rumah.
Mile hanya membalas Tiga Minggu waktu liburan untuk mereka, jadi Keponakan nya harus sabar menunggu tiga Minggu.
Setelah selesai membalas pesan dari keponakan nya dia pun langsung membuka bajunya untuk ditukar dengan piyama.
Dia mau mengambil namun tiba-tiba Tiara berlari dari bawah ke atas.
"Kenapa kamu lari-lari? Pelan." ucap Mile.
"Aku mau ngasih ini untuk kamu." ucap Tiara memberikan piyama pada Mile.
"Piyama Siapa ini? saya tidak mau memakai nya." ucap Mile.
"Aku baru membeli nya, kamu harus memakai nya karena ini piyama pasangan." ucap Tiara.
Mile di paksa akhirnya dia pun memakai nya. Tiara juga memakai nya. Mereka berbaring di kasur.
"Mile kita harus mengambil foto untuk jadi kenangan-kenangan di antara kita." ucap Tiara.
Mile hanya diam Tiara Diam-diam mengambil foto bersama. Tiara mengambil cukup banyak setelah melihat hasil nya dia tersenyum.
"Kalau kamu gak pakai kacamata itu sangat terlihat berbeda banget, terlihat muda yah " ucap Tiara.
"Kamu meledek saya?" tanya Mile.
Tiara tertawa kecil.
"Enggak kok." ucap Tiara. Tiara fokus pada Ponsel nya, Mile pun diam. Tiba-tiba Tiara mematikan ponsel nya dia duduk di kasur menatap Mile.
"Humm kira-kira Besok kita jalan-jalan kemana yah?" tanya Tiara. Mile membuka mata nya dia menatap Wajah Tiara.
"Lebih baik kamu tidur Tiara. Ini sudah malam." ucap Mile.
"Aku bingung mau kemana, karena Tomi tidak bekerja lagi dengan kita." ucap Tiara.
Mile Menghela nafas panjang.
"Kemana kamu mau saya akan membawa nya, Inti nya kamu jangan sampai membantah kata-kata saya." ucap Mile.
__ADS_1
Tiara menghela nafas panjang.
Dia menatap menatap wajah Mile sambil memasang wajah sedih.
"Apa yang kamu pikirkan? Tidur lah." ucap Mile.
"Aku tidak bisa tidur, aku tidak nyaman." ucap Tiara.
"Perasaan saya sudah menukar sprei nya, saya juga sudah menuang kan minyak kayu putih." ucap Mile.
Dia bangun melihat apa yang membuat istri nya tidak nyaman.
"Apa yang membuat kamu tidak nyaman?" tanya Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.
Tiara malah memasang wajah Sedih, Mile bingung harus melakukan apa.
Dia pernah membaca petunjuk di google akhirnya dia mengawas kan bantal guling. "Berbaring lah di sini." ucap Mile menunjukkan lengan nya.
Tiara langsung mau. Dia pun berbaring di samping Mile.
Mile mau memeluk Tiara namun segan, namun tiba-tiba Tiara menarik tangan Mile ke pinggang nya.
Tidak beberapa lama akhirnya dia tertidur.
"Tiara apa kamu sudah tidur?" tanya Mile. Namun Tiara tidak menjawab lagi.
"Bobo yang tenang yah nak, Mamah nya juga pasti Mau bobo dengan nyaman Tampa ada gangguan." ucap Mile.
Dia mencium kepala Tiara. Tiba-tiba Tiara bergeliat dia membalikkan badannya menghadap ke arah suami nya.
Mile sangat deg-degan. Namun dia berusaha untuk biasa saja.
Akhirnya mereka berdua tertidur.
Keesokan harinya..
"Tiara bangun." ucap Mile dengan lembut membangun kan istri nya. Tiara bergeliat dia perlahan mengucek-ngucek mata nya dan membuka nya menatap suaminya.
"Humm ada apa?" tanya Tiara.
"Tangan saya sudah sangat kram, kamu tidur di lengan saya sepanjang malam." ucap Mile. Tiara langsung bangun m
"Aku minta maaf, aku minta maaf." ucap Tiara langsung duduk.
Mile memijit-mijit tangan nya yang sudah mati rasa. "Sakit banget yah?" ucap Tiara merasa tidak enak sekali.
Mile diam. Tiba-tiba Tiara mual dia berlari ke kamar mandi. Mile terpaksa mengikuti nya ke kamar mandi membantunya.
__ADS_1
Setelah selesai dia membantu Tiara Keluar. "Nih minum dulu." ucap Mile memberikan minum pada Tiara.
"Perut ku sakit sekali." ucap Tiara. Mile memberanikan diri untuk memegang perut Tiara. Tiara kaget namun dia bisa merasakan kalau perut nya lumayan enakan setelah di pegang oleh Mile.
"Jangan nakal-nakal yah nak. Kamu jangan sakitin perut Mamah nya." ucap Mile berbicara pada perut Tiara.
Tiara tersenyum melihat Mile berbicara dengan serius.
"Dia tidak akan paham, bahkan bukan karena dia sakit, mungkin sudah bawaan nya saja." ucap Tiara. Mile mengelus perut Tiara.
"Saya tidak sabar melihat perut kamu menonjol seperti bola besar di sini. Saya akan bisa melihat kaki bayi yang di dalam menendang." ucap Mile.
"Itu akan sangat lama." ucap Tiara.
"Itu tidak Akan terasa. Sebentar lagi perut kamu akan kelihatan semakin besar." ucap Mile.
Tiara diam.
"Kalau perut ku semakin besar itu arti nya aku tidak akan bisa kemana-mana, aku tidak akan bisa bertemu dengan teman ku, aku akan mengurung diri di rumah." ucap Tiara.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu? Justru kamu senang dong karena bentar lagi kamu akan akan jadi ibu. Dan setiap hari nya kamu selalu di temani oleh anak kamu sendiri." ucap Mile.
Tiara Menghela nafas panjang.
Mile seketika paham dengan ekspresi wajah Tiara.
"Kamu tunggu di sini saja, saya sudah membeli beberapa roti dan juga akan menyiapkan susu untuk sarapan kamu, jangan kemana-mana." ucap Mile meninggalkan Tiara di kamar.
Tiara heran kenapa Mile tiba-tiba perhatian.
"Kenapa sih Mood dia selalu berubah seperti itu, kalau seperti ini membuat ku takut saja melihat nya." ucap Tiara.
Tidak beberapa lama Mile kembali membawa roti dan Susu.
"Kamu makan lah." ucap Mile meletakkan nya di atas meja. Tiara mengangguk. Dia duduk di samping Mile.
"Kamu kasih aku sarapan, aku kamu sudah sarapan? Aku tidak bisa mengurus kamu kalau sakit." ucap Tiara.
Mile mengambil satu potong roti dan memakan nya.
"Apa kamu sedang mencoba menjadi saya?" tanya Mile karena daro bahasa Tiara yang sedikit memaksa untuk makan namun sambil mengancam.
Tiara tersenyum.
"Kamu perhatian pada ku waktu perut ku sakit saja, kamu hanya perduli dengan anak yang di dalam kandungan aku." ucap Tiara.
"Kalau saya tidak perduli pada kamu, mungkin saya sudah tidak ada di sini bersama kamu. Karena di saat-saat seperti ini saya membutuhkan waktu untuk sendiri, bersenang-senang, karena jarang saya memiliki waktu yang bebas seperti sekarang ini." ucap Mile.
__ADS_1