Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 99


__ADS_3

"Oh iya tunggu sebentar." ucap Mile. Tiba-tiba pelayan datang membawa kue yang begitu mewah sekali.


"Wahh kue?" ucap Tiara. Mile Mengangguk.


"Untuk apa? Bukan nya kamu tidak suka kue?" tanya Tiara.


"Saya bisa memakan nya demi kamu." ucap Mile. Namun Tiara melarang nya. Dia tidak ingin Mile sakit hanya memaksa Makan yang tidak di Suka.


"Tidak perlu memaksakan untuk memakannya." ucap Tiara. Tiara menarik kue itu jauh dari suami nya. Dia mencicipi kue itu.


"Humm enak juga." ucap Tiara. Mile tersenyum.


"Tapi aku makan kue saja tidak kenyang, aku mau Makan ini saja." ucap Tiara. Mile langsung menyediakan ke piring istri nya.


"Ini adalah makanan terenak di restoran ini. Kamu pasti sangat suka." ucap Mile. Tiara memakan dengan lahap.


"Mau coba?" tanya Tiara. Mile memakan udang itu dari tangan Tiara.


"Enak." ucap Mile. Tiara tersenyum. Dinner mereka malam ini sangat sukses sekali setelah selesai makan Mile mengganti menu dengan minuman jus serta buah-buahan.


"Ternyata di Balik wajah yang sangat kaku, kamu juga romantis banget yah." ucap Tiara. "Apa kamu suka?" tanya Mile. Tiara mengangguk.


"Aku sangat suka di tempat yang nyaman, romantis hanya kita berdua dan bunyi musik itu membuat semakin tenang. Aku juga suka dekorasi nya. Kamu menyiapkan ini pasti cukup lama." ucap Tiara.


Mile Menggeleng kepalanya.


"Saya menyiapkan nya dari tadi malam." ucap Mile. Tiara tersenyum dia menggigit apel itu.


"Kalau kamu suka saya sangat senang sekali. Karena saya bukan Pria yang paham apa yang kamu suka." ucap Mile.


Tiara tersenyum. "Aku tidak akan pernah mengatakan aku tidak suka karena kamu melakukan dari hati dan sangat tulus." ucap Tiara.


Mile tersenyum dia jadi nya yang malu karena kata-kata istri nya.


Setelah selesai minum Tiara berdiri di pinggir balkon. Mile tiba-tiba berdiri di samping Tiara. "Angin nya cukup kuat di sini, saya takut kamu masuk angin." ucap Mile.


Tiara mendekati Mile yang menatap nya. Dia memeluk Mile dari Depan.


"Kamu bisa memeluk ku seperti ini." ucap Tiara. Mile jadi gugup. Dia sama sekali tidak berani memegang pinggang Tiara.

__ADS_1


"Hufff kenapa jadi sangat gugup seperti ini sih? kemarin biasa saja." ucap Mile. Mencium aroma wangi Tiara membuat nya semakin gugup.


Cukup lama mereka di sana menikmati pemandangan di malam hari dari atas.


"Sudah sangat dingin dan juga sudah jam sembilan malam, lebih baik kita pulang." ucap Mile.


"Bukan nya di sini ada hotel? Aku ingin tidur di sini." ucap Tiara. Karena menurut nya pulang ke penginapan mereka cukup jauh.


"Saya takut kamu tidak nyaman. Lebih baik kita pulang Saja, kamu bisa tidur di mobil." ucap Mile. Tiara pun mengangguk. Mereka mau pulang namun Tiara hampir Lupa Bunga nya, dia dengan cepat langsung mengambil nya.


Mile tersenyum melihat wajah istri nya yang panik karena hampir ketinggalan. "Kenapa kamu melihat ku seperti itu? Ada yang lucu?" tanya Tiara.


"Humm istri saya sangat lucu." ucap Mile. Tiara terdiam. Mereka berdua jadi senyum-senyum sendiri. Mereka berjalan beriringan Keluar dari ruangan itu. Mile memberanikan diri untuk menggandeng tangan istri nya.


Sebenarnya dia sangat gugup namun dia ingin menggandeng istri nya. Tiara sadar tangan nya di gandeng.


"Ya ampun kenapa seperti merasakan baru jatuh cinta Sih? Jantung ku dari tadi tidak berhenti berdetak. Bagaimana kalau aku pingsan tiba-tiba. Ini sangat memalukan." ucap Tiara dalam hati.


Setelah sampai di depan mobil. Mile membuka kan pintu pada Tiara. Setelah itu ia masuk di samping Tiara.


Selama perjalanan tidak ada percakapan sama sekali, Tiara sangat ingin bersandar di bahu Mile karena sudah ngantuk namun dia sangat malu.


Mile menoleh ke arah Tiara. Ternyata Tiara sudah tidur. Dia menarik kepala Tiara dengan lembut agar bersandar di bahunya.


Sesampainya di penginapan.


"Tiara.." panggilan Mile.


"Humm?" jawab Tiara. dia membukakan mata nya dia kaget karena wajah nya sangat dekat dengan wajah suaminya.


"Kita sudah sampai, ayo turun. Kamu bisa lanjut kan istirahat di dalam." ucap Mile dengan sangat lembut. Tiara perlahan turun.


Masuk ke penginapan mereka dan ke kamar. Tidak lupa meletakkan bunga nya di atas Meja dengan posisi yang bagus.


"Kamu gak mau tukar pakaian dulu?" tanya Mile saat masuk kedalam kamar. Namun ternyata Tiara sudah tidur.


Dia menghela nafas panjang. "Ya ampun kenapa dia sangat cantik ketika tidur seperti itu." batin Mile.


Dia menyelimuti Tiara. Dia melihat bunga itu yang ternyata tidak di lupakan oleh nya nya.

__ADS_1


Dia mengeluarkan kotak kecil yang ada di kantong jas nya. Perlahan dia memasuk kan cincin itu di jari Tengah Istri nya.


Ternyata sangat pas sekali. Dia tersenyum.


Dia tidak berani memberikan nya pada Tiara saat tadi. menatap wajah Tiara sudah membuat nya gugup. Dia merasakan cinta lagi setelah sekian lama.


Tiara bergeliat dia langsung bangun dan berpura-pura mau mandi.


Dan ternyata Tiara hanya bergeliat saja.


"Huff Untung saja." ucap Mile.


"Kamu mau mandi malam-malam?" tanya Tiara. Mile terkejut.


"Badan saya sangat gerah." ucap Mile. "Sebaiknya jangan." ucap Tiara. "Kenapa?" tanya Mile.


Tiara langsung tidur.


Keesokan harinya...


Tiara bangun lebih awal. Dia melihat Mile sudah tidak di samping nya lagi. "Ini bukan hari kerja nya, tapi dia selalu saja bangun lebih awal." ucap Tiara.


Dia mendengar pintu terbuka dia langsung pura-pura tidur.


"Tiara ini sudah jam delapan. Ayo bangun." ucap Mile pada Tiara. Namun Tiara berpura tidak mendengar nya. Mile duduk di samping Tiara.


"Kalau kamu tidak bangun saya akan membangun kan kamu dengan cara lain." ucap Mile berbicara di dekat telinga Tiara.


Seketika Tiara langsung bangun.


"Humm aku Masih sangat mengantuk." ucap Tiara.


"Ibu kamu tadi nelpon. Dia menanyakan kabar kamu." ucap Mile. Tiara hanya diam saja.


"Kamu mau bangun atau...." tiba-tiba Mile mencium pipi Tiara. Tiara tersenyum malu dia menyembunyikan wajahnya di bantal.


"Ayo bangun. Saya sudah menyiapkan sarapan untuk kamu." ucap Mile. Tiara perlahan bangun.


Dia melihat bubur buatan suami nya.

__ADS_1


Tiara turun dari tempat tidur berjalan ke kamar mandi. Mile tersenyum dia merasa sangat senang. Senyuman tipis tak kunjung hilang dari wajah nya.


Tidak beberapa lama Tiara keluar dari kamar mandi dia memeriksa ponsel nya. Dia membalas pesan Alisa terlebih dahulu dan setelah itu duduk di kasur memakan sarapannya.


__ADS_2