
"Tapi tetap saja itu sekarang milik ku." ucap nya lagi.
"Aaargggh!!" dia sangat kesal.
"Saya mau pulang ke villa saja." ucap nya karena dia sedang minum di Cafe dekat pantai di sana.
Ken hanya bisa kebingungan melihat Tuan nya yang Selalu mudah berubah mood nya. Dia mengikuti Mile pulang ke penginapan.
"Kalau kakak lelah, lebih baik kembali ke rumah." ucap Tiara.
Rafi menggeleng kan kepala nya.
"Kakak tidak ingin pulang ke rumah." ucap Rafi.
"Bagaimana kalau kakak ikut pulang dulu ke rumah kami, aku bisa mengurus kakak di sana." ucap Tiara. Rafi tidak menolak akhirnya mereka pun pulang dari perusahaan Rafi.
Kebetulan juga pekerjaan Rafi semua nya sudah selesai.
Sampai di rumah mereka di sambut oleh Bibik Ja.
"Pak Rafi kenapa sangat pucat sekali?" tanya Bibik Ja.
"Ayo bantu saya membawa ke dalam bik." ucap Tiara. Bibik Ja membantu menopang Rafi ke sofa.
"Kakak tunggu sebentar yah di sini, aku mau membuat Air dulu." ucap Tiara. Tidak beberapa lama Tiara kembali membawa Air teh untuk Rafi.
"Kakak tidak minum obat yah siang tadi?" tanya Tiara.
"Mungkin Obat kakak ketinggalan di apartemen, Tidak membawa nya." ucap Rafi.
"Huff kebiasaan kakak deh selalu melupakan hal kecil namun sangat berarti." ucap Tiara. Rafi hanya diam saja.
"Ya udah Kakak istirahat saja dulu." ucap Tiara.
"Bik bantuin aku masak untuk kak Rafi yah." ucap Tiara.
Bibik yang Heran Tiara mengajak memasak hanya bisa menginyakan saja.
"Tunggu dulu non, apa non yakin mau Masak?" tanya Bibik.
"Iyah Bik, kenapa?" tanya Tiara. Bibik Menggeleng kan kepala nya. Setelah Tiara menunjuk kan keahlian nya.
"Bukan kah awal nya non gak pandai masak?" tanya Bibik Ja. "Itu awalnya, selama liburan aku belajar masak dari buku Mile. Buku nya sangat mudah di pahami dan Mile juga membantu ku Bik." ucap Tiara dengan sangat senang.
"Wahh.." Bibik Ja tidak menyangka kalau tuan nya itu mau membagikan ilmu nya. "Aku sebenarnya tidak sengaja melihat beberapa tipe kriteria wanita yang jadi idaman Mile di sosmed. Dan nomor satu nya pandai memasak." ucap Tiara.
Bibik Ja tersenyum.
"Sebenarnya Bibik Ja juga mau menyampaikan itu pada non Tiara, namun takut non Tiara tersinggung." ucap Bibik Ja. Tiara tersenyum. "Tapi sekarang aku sudah mulai bisa walaupun tidak terlalu pandai." ucap Tiara.
__ADS_1
Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga.
"Bibik coba saja dulu. Ini untuk pertama kalinya Bibik merasakan istri dari Tuan Mile Menantu keluarga Minor." ucap Tiara.
Bibik Ja tersenyum.
"Ini adalah salah satu kebanggaan Buat saya Non." ucap Bibik Ja. Tiara tersenyum dia langsung mencoba nya.
"Humm enak banget non." ucap Bibik Ja.
"Lebih enak masakan Bibik. Aku Masih belajar." ucap Tiara.
"Tapi saya tidak berbohong non, Non coba deh." ucap Bibik Ja. Tiara mencoba nya.
Dia pun jatuh cinta pada masakan nya sendiri.
"Kak Rafi ayo Makan dulu." ucap Tiara. Dia membawa Rafi ke Meja makan.
"Kakak sama sekali tidak berselera Makan." ucap Rafi.
"Kakak harus makan! tidak ada penolakan." ucap Tiara.
"Aku masak makanan kesukaan kakak." ucap Tiara.
"Hah? kamu yang masak? Yakin." ucap Rafi.
Rafi menoleh ke arah Bibik.
"Iyah pak, Bibik juga terkejut. Namun bapak harus mencoba nya." ucap Bibik.
Rafi seperti tidak yakin namun dia mencicipi nya terlebih dahulu.
"Bagaimana kak?" tanya Tiara menunggu jawaban dari Rafi. Namun Rafi mencoba semua menu yang ada di atas meja.
"Bagaimana Kak?" tanya Tiara. Bibik dengan dia sudah sangat serius untuk menunggu jawaban Rafi.
"Sangat enak dek, ini enak banget. Masakan ibu saja kalah." ucap Rafi. Tiara dan Bibik langsung tersenyum.
"Kalau begitu kakak harus makan banyak." ucap Tiara. Rafi menganguk.
"Masak banyak seperti ini kamu tidak apa-apa? Kamu kan lagi hamil." ucap Rafi.
"Sedikit kesusahan sih kak, karena bawaan nya mual dan juga pusing, namun ketika memasak aku juga senang." ucap Tiara.
"Jangan sering-sering yah, takut nya kalau di paksain kasihan kamu nya." ucap Rafi. Tiara menganguk.
Mereka pun makan bersama.
"Bik ayo Makan sama-sama." ucap Tiara. Mereka Makan bersama di Meja makan.
__ADS_1
"Ternyata semenjak kamu menikah kamu berubah menjadi lebih baik sekarang." ucap Rafi. Tiara tersenyum.
"Sekarang kamu sudah pandai memasak, kamu bahkan lebih banyak di rumah. kakak sangat senang melihat perubahan yang ada pada kamu." ucap Rafi.
"Mungkin ini adalah bawaan bayi nya Kak, aku juga heran pada diri ku sendiri. Aku juga sekarang bawaan nya tidak mau diam di rumah saja, bawaan nya bosan." ucap Tiara.
"Itu adalah hal biasa. Karena sudah terbiasa di luar." ucap Rafi.
Tidak beberapa lama selesai makan.
"Kakak langsung pulang yah. Kakak tidak bisa lama-lama di sini." ucap Rafi.
"Kakak menyetir sendiri? aku khawatir." ucap Tiara. Tidak apa-apa, kamu jangan khawatir kakak sudah lebih baik sekarang." ucap Rafi.
"Supir bisa mengantarkan kakak pulang." ucap Tiara. Rafi Menggelengkan kepala nya.
"Tidak perlu Tiara, kakak bisa pulang sendiri." ucap Rafi. Karena tadi Tiara yang mengendarai mobil kakak nya ke rumah.
Rafi pun memutuskan untuk kembali ke apartemen nya.
Tidak beberapa lama akhirnya akhirnya dia sampai di parkiran Depan apartemen nya.
Dia langsung pergi ke dalam. dari jauh dia melihat Alisa duduk di depan apartemen nya.
"Alisa kamu kenapa di sini?" tanya Rafi.
Alisa menoleh ke arah Rafi.
"Bapak dari mana saja? Kenapa jam segini baru pulang? aku sangat khawatir." ucap Alisa Menatap wajah Rafi.
"Saya dari rumah Tiara." ucap Rafi.
"Kamu kenapa menunggu saya di luar? Kenapa tidak masuk menunggu saya di dalam?" tanya Rafi.
"Aku sudah bilang kalau aku kehilangan kunci cadangan nya, aku tidak tau letaknya di mana. Aku juga tidak akan menginap, aku hanya mematikan bapak baik-baik saja." ucap Alisa.
"Seperti nya bapak baik-baik saja, aku akan pulang." ucap Alisa. Namun langsung di tahan oleh Rafi.
"Saya tidak tau letak Obat saya di mana, kamu bisa membantu saya kan?" tanya Rafi.
"Oh iya sebenarnya aku ke sini mau memberikan ini, aku lupa ternyata Obat nya aku letak di dalam tas ku." ucap Alisa.
Dia memberikan nya pada Alisa.
"Aku permisi yah, ini sudah malam." ucap Alisa. Rafi mau menahan namun Alisa sudah keburu pergi.
"Alisa saya sangat merindukan kamu. Tinggal lah dengan saya kembali." ucap Rafi. Alisa menghentikan langkahnya dia menoleh ke arah Rafi.
"Aku sudah bilang kalau kita tidak memiliki hubungan apapun lagi." ucap Alisa.
__ADS_1