Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 88


__ADS_3

Tidak beberapa lama akhirnya dapat toilet. Mile langsung masuk kedalam kamar mandi. Di kamar mandi dia cukup lama sehingga membuat Tiara turun dari mobil dia berdiri di depan toilet umum itu.


"Mile! ayo buruan keluar." ucap Tiara mengetuk pintu. Namun Mile tidak menjawab sama sekali.


Tidak beberapa lama akhirnya Mile Keluar karena Tiara sudah mengetuk pintu dari tadi.


"Masih sakit banget yah?" tanya Tiara melihat Mile meringkuk memegang perut nya. Mile sangat tersiksa.


"Ya udah kita pulang aja yah." ucap Tiara akhirnya mereka pulang ke penginapan.


Sesampainya di sana Mile masuk lagi ke kamar mandi. Tiara hanya bisa melihat nya. "Kok jadi seperti ini sih? kan aku tadi nya ingin dia mencoba saja, aku secara tidak langsung mau membunuh nya seperti ini." ucap Tiara.


Dia mencari cara agar bisa membantu Mile, namun dia tidak tau. Dia memesan obat pada supir nya.


Tidak beberapa lama Mile Keluar dari kamar mandi.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Tiara. Mile Menggeleng kepalanya. "Saya mau istirahat Dulu." ucap Mile.


Tiara melihat Mile masuk ke kamar. Tiara mengikuti nya.


"Kita gak kerumah sakit saja?" tanya Tiara, Mile Menggeleng kepalanya.


"Maafin aku yah, gara-gara aku kamu jadi seperti ini." ucap Tiara, namun Mile tidak lagi mendengar nya.


Tiara Keluar dari kamar mengambil obat yang baru saja di beli oleh supir dan tidak lupa juga dengan bubur yang bisa bikin perut nya sedikit enakan.


Tiara membawa ke kamar. "Ayo di makan dulu bubur dan obat nya baru istirahat. Aku sudah membeli nya untuk kamu." ucap Mile.


Mile melihat yang di tangan Tiara. "Saya tidak mau makan lagi." ucap Mile.


"Kalau begitu kamu minum obat nya dulu." ucap Tiara. Mile mengangguk dia pun di bantu duduk agar bisa minum obat.


Sekarang Wajah yang tadi nya merah sudah sangat pucat sekali.


Tiara melihat itu membuat nya merasa sangat bersalah sekali.


Tidak beberapa lama mile ketiduran mungkin efek dari obat nya. Tiara memberanikan diri memegang perut Mile mengoleskan nya minyak kayu putih.


"Lagian dia sendiri ngapain pakai nurutin aku segala sih." ucap Tiara. Tiara memijit-mijit perut Mile dengan minyak kayu putih. Namun tiba-tiba Mile memegang tangan Tiara.

__ADS_1


"Sakit.." ucap nya.


"Sudah tidak sakit lagi kok. Aku bantu pijitin." ucap Tiara.


Tidak terasa sudah sore. Tiara ketiduran di samping Mile. Dia bangun dan melihat Mile masih tidur. Tangan nya menutupi perut Mile yang terbuka.


Dia keluar berjalan ke balkon. Pemandangan di sore hari dari sana sangat indah. Ada pantai yang begitu luas dan juga bersih.


"Wahh tidak salah aku memilih tempat ini." ucap Tiara. Karena sudah Sore sekali dia pun masuk menutup pintu balkon agar tidak masuk angin ke dalam.


"Dia kok gak bangun-bangun yah?" ucap Tiara karena Mile tak kunjung bangun. Dia membangun kan Mile namun Mile tidak merespon sama sekali.


"Jangan-jangan dia pingsan lagi." ucap Tiara. Dia memeriksa nafas Mile, ternyata Masih seperti biasa dia merasa lega.


Dia pun keluar kamar mencari sesuatu untuk di makan.


Tiara melihat ada mie instan dia pun memasak itu agar dia bisa makan.


Sudah selesai makan dia heran karena mile tak kunjung keluar kamar dia masuk ke kamar untuk memeriksa nya.


"Mile! Mile ayo bangun ini sudah sangat Sore, jangan membuat ku takut." ucap Tiara. Mile sama sekali tidak merespon Diri nya.


"Jangan ganggu saya, saya ingin istirahat saya tidak bisa bergerak." ucap Mile. Tiara terdiam dia merasa lega akhirnya suami nya bangun juga.


"Jangan tidur terus, kalau masih sakit lebih baik kita ke rumah sakit, aku tidak ingin terjadi apa-apa." ucap Tiara. Mile Menggeleng kepalanya.


"Saya baik-baik saja, kamu jangan khawatir." ucap Mile.


"Bagaimana aku tidak khawatir, kamu lemas seperti ini, tidak bisa bangun sama sekali, bagaimana kalau kamu meninggal karena aku." ucap Tiara.


Mile menatap wajah istri nya.


"Saya sudah bilang saya tidak Akan meninggal kalau bukan meriam yang membunuh saya." ucap Mile.


"Aku sangat serius, aku tidak bercanda." ucap Tiara.


Mile berusaha untuk duduk.


"Lihatlah saya tidak perlu ke rumah sakit, saya baik-baik saja, kamu jangan berlebihan seperti itu." ucap Mile. Tiba-tiba Tiara memeluk Mile.

__ADS_1


"Aku takut." ucap Tiara. Mile terkejut namun dia perlahan mengelus rambut Tiara.


"Lain kali jangan meminta saya memakan makanan yang saya tidak suka." ucap Mile. Tiara mengangguk.


"Aku janji. Lagian kamu kenapa mau?" ucap Tiara menatap wajah suaminya.


Mile yang di tatap seperti itu oleh Tiara membuat nya tidak kuat. Dia menghindari tatapan Tiara.


"Kalau saya tidak mau saya akan salah kamu Buat, kamu akan marah-marah tidak jelas, dan kamu harus tau, kalau semua kata-kata kamu harus di turutin. Kalau tidak di turutin kamu akan sakit perut." ucap Mile..


Tasya dengan manja memeluk Mile. "Aku gak ingin kamu meninggal dengan cepat karena aku." ucap Tiara. Mile tersenyum tipis karena Tiara berbicara seperti itu.


"Saya tidak Akan meninggal, saya tidak Akan membiarkan kamu berkeliaran dengan bebas." ucap Mile. Tiara memasang wajah cemberut.


"Huff emang aku apaan? Aku juga tau batasan." ucap Tasya. "Baiklah-baiklah. Kamu mesan makanan apa dari luar? Saya tiba-tiba lapar." ucap Mile.


"Aku tidak memesan makanan apapun. aku masak mie instan." ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang.


"Kamu selalu Makan mie. kamu tidak akan Sehat makan nya hanya itu saja." ucap Mile.


Tiara melepas kan pelukan nya.


"Aku tiba-tiba ingin makan pisang. Kamu juga kalau makan pisang perut kamu bisa enakan." ucap Tiara.


"Kalau begitu minta lah supir membeli nya." ucap Mile. Tiara mengangguk dia menelpon supir.


"Kalau begitu saya mau mandi dulu." ucap Mile.


"Kamu gak boleh mandi sendiri dulu. Hanya tukar baju aja sudah cukup. Nanti kamu bisa sakit lagi, kamu gak boleh sakit lama-lama karena aku mau jalan-jalan." ucap Tiara.


Mile menghela nafas panjang. Ada aja tingkah istri nya yang selalu membuat nya menuruti Semua perintah istri nya.


Tiara membasahi handuk untuk lap badan suami nya.


Tiara me lap bagian Dada Mile namun tiba-tiba tangan nya di tahan oleh Mile.


Tiara juga ikut terkejut. "Saya sangat geli di bagian-bagian ini." ucap Mile. Tiara membersihkan dengan cepat di bagian nya.


"Semua badan kamu banyak sekali luka-luka, aku heran deh kamu mempunyai nyawa berapa." ucap Tiara

__ADS_1


Komen dong kata-kata yang bikin author semangat, melihat pembaca membuat author gak semangat, namun harus tetap nulis karena pembaca setia author ada yang nungguin.


__ADS_2