
Setelah sampai di rumah ternyata Bibik Ja sudah menunggu nya dari tadi.
"Non Tiara akhirnya pulang, Non dari mana saja?" tanya Bibik. "Aku mau istirahat dulu bik." ucap Tiara langsung meninggalkan Bibik Ja.
"Kamu istirahat dulu bik, Bibik juga istirahat lah." ucap Mile meninggalkan Bibik.
"Huff ada apa lagi sih? kenapa den Mile dan Non Tiara tidak pernah akur." batin Bibik.
di dalam kamar. Tiara baru saja keluar dari kamar mandi dia melihat Mile menukar pewangi ruangan yang dia suka. Dan mengoles kan minyak kayu putih di bantal Tiara.
"Tidur lah!!" ucap Mile.
Tiara duduk di pinggir kasur dia mengambil obat dan meminum nya. Mile memandangi Tiara namun Tiara langsung memalingkan pandangannya dan tidur.
Mile Menghela nafas panjang. Keesokan harinya... Tiara bangun lebih awal. Dia melihat Mile yang masih tidur di bawah.
Dia ke kamar mandi sebentar setelah itu ke luar dari kamar. Dia kaget karena melihat Keponakan Suami nya sudah bangun.
"Kenapa kalian semua sangat cepat bangun?" tanya Tiara.
"Selamat pagi Tante." sapa Vandi. Tiara mendekati mereka yang sedang bekerja sama membantu Bibik bersih-bersih.
"Pagi juga." jawab Tiara.
"Ini sudah peraturan di rumah ini kalau kamu sudah ke sini Tante, kamu semua harus bangun pagi melakukan aktivitas kami seperti mau sholat atau mau membersihkan rumah. Ini bukan hanya ajaran Paman Mile tapi ajaran dari Kakek." ucap Riska.
Tiara terdiam, karena dia fikir Keponakan Mile Sama seperti nya, Namun ternyata mereka semua jauh lebih disiplin.
"Bik aku bantuin yah." ucap Tiara.
"Gak usah Non, Non Tiara pasti Akan pusing mencium bau dapur." ucap Bibik.
"Tapi Bik aku ingin belajar, aku juga ingin pandai Masak." ucap Tiara. Bibik tersenyum.
"Bukan sekarang waktunya Non, pasti non akan mual-mual." ucap Bibik. Tiara menatap Bibik dengan tatapan memohon.
"Kamu jangan memaksa kan kalau kamu tidak bisa!" ucap Mile tiba-tiba datang. Tiara terkejut.
__ADS_1
"Badan kamu saja tidak enak bagaimana bisa kamu belajar Masak dengan benar!" ucap Mile. Tiara keluar dari dapur.
"Kenapa kalian semua diam? Segera lah bantu Bibik untuk masak." ucap Mile pada keponakan nya.
Keponakan nya kaget karena Mile juga marah pada istri nya sendiri.
"Buat kan saya Kopi." ucap Mile. Sophia memanaskan Air.
"Non Tiara yang Sabar yah." ucap Bibik. Tiara tersenyum.
"Tante jangan hanya diam saja, marahin saja kalau paman marah-marah." ucap Vandi.
"Huss ngomong apa sih Den, tidak baik seperti itu." ucap Bibik. Kakak nya memukul badan Adik nya.
"Tapi Tante Tiara kok pucat banget yah? Tante sakit yah?" tanya Vandi lagi.
"Hanya sedikit kurang enak badan." ucap Tiara. "Oohhh begitu." ucap Vandi. Tidak beberapa lama Tiara membawa kopi untuk suami nya.
"Aku mau minta ijin Keluar sebentar nanti." ucap Tiara. "Tidak bisa!" ucap Mile.
"Kenapa tidak boleh? Kan hanya sebentar saja, aku ada urusan bersama teman ku." ucap Tiara.
Tiara Menghela nafas panjang.
Dia langsung pergi ke kamar. Di kamar dia duduk di kasur bersandar ke sandaran Kasur.
"Hufff kenapa hidup ku seperti ini? Ini sungguh menyiksa aku." batin Tiara.
Mile dan Keponakan nya sudah berangkat kerja. Tiara turun ke bawah. Dia merasa Bosan hanya di kamar saja. Dia berjalan-jalan ke belakang rumah itu karena belum pernah ke sana.
"Wahh ternyata di belakang rumah ini mempunyai lahan kosong yang banyak." ucap Tiara. "Dulu ini penuh dengan tanaman yang indah Non, tapi semenjak Ibu pergi semua tanaman yang ada di sini mati di bunuh oleh bapak." ucap Bibik Ja.
"Loh kenapa? Kan sayang banget bik." ucap Tiara.
"Humm Bibik juga tidak bisa menjelaskan nya." ucap Bibik.
"Aku punya ide bik, kita tidak ada kegiatan di rumah, lagian sangat membosankan bagaimana kalau kita menanam tanaman yang bisa di tanam di sini?" ucap Tiara.
__ADS_1
Bibik menggeleng kan kepala nya.
"Bibik tidak berani kalau belum ada Ijin dari den Mile." ucap Bibik. "Harus Ijin dulu yah?" ucap Tiara. Bibik mengangguk.
"Sebenarnya ini rumah siapa sih Bik? Setau ku Mile belajar di Inggris kenapa dia bisa memiliki rumah?" tanya Tiara.
"Ini adalah peninggalan Kakek nya den Mile. Dulu kakek den Mile orang kaya karena Cucu satu-satunya adalah Den Mile semua warisan jatuh ke tangan Den Mile. Dan den Mile dari SMA sudah di ajarin bagaimana menjadi pengusaha dan perlahan dia bisa akhirnya dia bisa mengembangkan perusahaan yang dulu di pimpin papah nya." ucap Bibik.
"Oohh berarti ini warisan?" tanya Tiara.
"Tidak bisa di bilang semua Non, karena dulu tidak sejaya ini, namun setelah semua nya di pimpin oleh den Mile semua nya berjalan dengan sang lancar." ucap Bibik.
"Loh bukannya Mile baru saja terjun ke dunia seperti ini?" tanya Tiara lagi.
"Untuk beberapa bulan ini iya memang den Mile baru saja Menganti kan papah nya, namun dari dulu dia sudah bekerja sebagai tangan kanan papah nya." ucap Bibik.
"Oohh begitu yah bik, aku baru tau." ucap Tiara.
"Lalu kalau boleh tau Non Tiara sebelum nya Bekerja apa?" tanya Bibik.
"Aku tidak pernah bekerja apa-apa Bik, dulu aku berfikir kalau orang tua ku sudah kaya kenapa aku harus bekerja. Bahkan aku bisa lulus kuliah karena di bayar." ucap Tiara.
Bibik terdiam.
"Kalau di banding kan aku sangat jauh dari Mile, wanita seperti ku tidak layak berada di samping nya, dulu aku berfikir dia lah yang tidak layak di samping ku, ternyata aku adalah sampah yang mengganggu hidup nya." ucap Tiara.
"Non Tiara kenapa berbicara seperti itu?" tanya Bibik.
"Bibik tidak melihat perbedaan kami sangat jauh? Semakin ke sini aku sadar kalau ternyata Mile bukan lah pria sembarangan." ucap Tiara.
"Tapi Non Tiara tidak boleh insecure seperti itu, seharusnya Non Tiara harus bisa membuktikan kalau non Tiara bukan seperti apa yang di bilang oleh den Mile." ucap Bibik.
"Sudah terlambat Bik." ucap Tiara.
"Tidak ada yang terlambat Non, Non tidak harus menjadi wanita karier atau jadi wanita yang kaya karena usaha sendiri, namun bisa berguna untuk orang-orang yang kita sayang, bertanggung jawab dan tidak menyusahkan orang lain." ucap Bibik.
"Ternyata aku sangat buruk yah bik." ucap Tiara.
__ADS_1
Bibik mengelus punggung Tiara.
"Sudah non tidak ada gunanya non menyesali yang lalu, lebih baik Non fokus dengan memperbaiki diri dan selalu melindungi keluarga kecil Non Tiara." ucap Bibik.