Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 246


__ADS_3

Keesokan harinya...


Tiara bangun karena mendengar suara Mile yang mengajak Tian main.


"Kamu sudah bangun?" ucap Tiara. Mile tersenyum.


"Kamu pasti kurang tidur yah karena Tian?" ucap Tiara. Mile tersenyum.


"Gak apa-apa sayang, ini sudah tugas ku sebagai seorang ayah." ucap Mile. Tiara tersenyum.


"Kamu lanjut tidur aja." ucap Mile, Tiara Menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak ingin tidur lagi." ucap Tiara. "Oohhh ya udah deh kamu Cuci muka dulu." ucap Mile. Tiara menganguk.


Tidak beberapa lama dia keluar dari kamar mandi.


"Kamu gak ke kantor hari ini?" tanya Tiara. Mile Menggeleng kan kepalanya. "Kamu baru saja kembali, tidak mungkin saya pergi ke kantor meninggalkan kamu sendiri mengurus Tian." ucap Mile.


"Tapi bagaimana dengan pekerjaan kamu?" ucap Tiara.


"Sudah tidak perlu memikirkan pekerjaan." ucap Mile. Mendengar Mile berbicara seperti itu membuat nya sangat senang, banyak yang berubah tentang suami nya.


"Alhamdulillah ternyata Mile banyak berubah. Sekarang dia jauh terlihat perduli kepada ku." batin Tiara.


"Oh iya kamu mau sarapan apa? kali ini saya akan memasak untuk kamu. Kamu juga belum bisa banyak bergerak untuk saat ini." ucap Mile.


"Humm terserah kamu deh mau masak apa, aku juga sudah kangen masakan kamu. Masakan rumahan aku sangat rindu." ucap Tiara.


"Loh selama di sana kamu gak pernah Masak?" tanya Mile.


"Kin selalu melarang ku untuk masak." ucap Tiara. Mile langsung terdiam ketika Tiara membahas Kin.


"Oh iya saya lupa kalau kamu beberapa bulan tinggal bersama nya." ucap Tiara.


"Kamu jangan berfikir yang tidak-tidak. Aku tidak satu rumah dengan dia." ucap Tiara.


"Baiklah saya Percaya kepada kamu." ucap Mile sambil mencium kening istrinya.


"Saya akan pergi masak, kamu tunggu di sini saja yah." ucap Mile.


Tiara menganguk. Dia keluar dari kamar.


"Mamah, Ibu.." Ucap Mile kaget melihat mertua dan Bu Vina sudah di depan pintu.


"Cucu Mamah mana? Kami ingin melihat nya." ucap Bu Vina. Sebelum menjawab mereka langsung terobos masuk ke dalam.


Tidak beberapa lama Pak Yuda dan pak Daniel menyusul.


Mile Menggeleng kepalanya. "Hufff.." Dia tersenyum. Tidak beberapa lama Bibik Ja datang.


"Apa Bibik juga ingin masuk?" tanya Mile. Bibik Ja Menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Saya mau menanyakan non Tiara makan apa pagi ini?" tanya Bibik Ja.


"Oohh biar saya saja yang Masak Bik." ucap Mile.


"Oohh ya sudah kalau begitu den, kalau begitu saya turun dulu." ucap Bibik Ja. Mile menganguk dia pun ikut turun ke bawah.


"Hummm untung saja ada yang menemani Tiara di kamar." ucap Mile.


Dia pun langsung ke dapur memakai celemek dan mulai berperang dengan alat-alat di dapur.


"Bastian sayang..." Ucap Bu Rosa. Mereka membawa nya keluar dari Mile sudah datang membawa kan sarapan untuk Tiara.


"Huff yang tadi nya sangat ramai sekali keluar langsung sepi." ucap Tiara. Mile tersenyum.


"Ya udah kalau begitu kamu Makan dulu, saya akan mandi. Nanti kalau Gendong Bastian dia jadi terkena kuman." ucap Mile.


Tiara mengangguk. Mile masuk ke kamar mandi. Tiara menghabis kan makanan yang di buat oleh suami nya..


"Sudah selesai?" tanya Tiara melihat Mile yang baru saja keluar dari kamar mandi. Mile Menganguk.


"Apa kamu mau mandi? saya bisa membantu kamu." ucap Mile karena dia tau Tiara pasti belum bisa mandi sendiri.


"Ibu Akan datang membantu ku, aku malu kalau Sama kamu." ucap Tiara.


"Saya masih Istri kamu, bagaimana bisa kamu malu kepada saya?" ucap Mile. Tiara hanya diam.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau, saya tidak akan memaksa." ucap Mile. Tiara tersenyum.


"Oohh mereka sudah kembali kuliah. Mereka sudah menyusun skripsi jadi harus fokus." ucap Mile. "Oohh." ucap Tiara.


"Kamu pasti berfikir mereka tidak datang melihat kamu karena marah kan?" ucap Mile. Tiara menganguk.


"Jangan berfikir seperti itu! Mereka hanya lagi sibuk saja." ucap Mile.


Tiara tersenyum. Tiba-tiba handphone nya berdering. "Siapa? Kenapa kamu tidak menjawab nya?" tanya Mile.


"Kin." ucap Tiara.


"Jawab saja!" ucap Mile. Tiara menjawab nya.


"Sorry sudah menganggu kamu pagi-pagi, Bastian mana? apa dia tadi malam rewel? Kamu pasti kelelahan kan?" ucap Kin.


Tiara tersenyum


"Seperti biasa dia bergadang. Tapi tadi malam Mile sudah bisa menjaga nya." ucap Tiara.


"Syukur deh kalau begitu, kamu harus merawat kesehatan agar Tian juga sehat." ucap Kin.


"Baiklah. Terimakasih sudah perduli." ucap Tiara.


"Sekarang dia di mana?" tanya Kin.

__ADS_1


"Lagi di bawa ke bawah Sama kedua nenek dan kakek nya." ucap Tiara. Kin tersenyum.


"Saya boleh ke sana Siang ini kan?" tanya Kin.


Tiara menoleh ke arah Mile. "Kalau kau mau datang melihat Tian tidak ada yang bisa melarang." ucap Mile.


Kin tersenyum.


"Terimakasih Mile." ucap Kin.


"Ya sudah kalau begitu saya matikan Dulu yah." ucap Kin karena melihat Sisi datang.


"Kenapa kamu ke sini pagi-pagi sekali?" tanya Kin pada Sisi.


"Aku membawa kan teh." ucap Sisi. Kin tersenyum. Sisi meletakkan nya di atas Meja.


"Terimakasih." ucap Kin.


"Hummm apa tidur kakak nyenyak tadi malam?" tanya Sisi malu-malu. Kin tersenyum sambil mengangguk.


"Sebenarnya tidak begitu nyenyak namun saya sangat bahagia." ucap Kin.


Sisi tersenyum. "Apa kakak akan ke rumah mbak Tiara?" tanya Sisi. Kin Menganguk.


"Apa kamu mau ikut?" tanya Kin. Sisi Menganguk sangat senang sekali.


"Kamu tidak memiliki jadwal kuliah?" tanya Kin. Sisi menggeleng kan kepala nya.


"Bagus deh, kalau begitu kamu siap-siap sekarang." ucap Kin. "Loh kenapa sangat cepat?" tanya Sisi.


"Saya ingin melihat Tian lebih cepat." ucap Kin.


"Oohh begitu yah tuan, aku akan siap-siap." ucap Sisi. Kin berdiri dan menarik tangan Sisi.


"Saya tidak suka dengan panggilan Tuan!" ucap Kin. "Ma-maaf kak, aku lupa." ucap Sisi.


Tiba-tiba ada yang lewat, Sisi langsung berdiri jauh dari Kin.


Kin Menghela nafas panjang.


"Apa yang harus saya lakukan untuk menghukum kamu?" ucap Kin. Sisi langsung pergi karena takut. Kin Menghela nafas panjang.


"Kenapa hubungan seperti ini jauh sangat rumit dari pada pacaran dengan wanita bebas." ucap Kin.


Waktu nya berangkat, Kin sudah menunggu dari tadi di depan mobil.


"Tuan saya sudah di luar gerbang.," Tiba-tiba pesan masuk ke handphone Kin.


"Ya ampun ni perempuan kapan lewat nya." batin Kin, dia menyusul kekasih hati nya itu. Melihat Sisi masuk ke dalam mobil hati-hati membuat nya menghela nafas panjang.


"Kamu membuat saya seperti pencuri." ucap Kin.

__ADS_1


__ADS_2