Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 194


__ADS_3

Tiara terdiam sejenak. "Saya ingin menghabiskan mas Tua saya dengan kamu bersama anak-anak kita nanti." ucap Mile mengelus perut Tiara.


"Kamu mau kan?" ucap Mile. Tiara tersenyum sambil mengangguk. "Kamu juga janji gak meninggalkan aku kan?" ucap Tiara. "Janji!" ucap Mile.


"Ekhem-Ekhem!" tiba-tiba seseorang berdehem membuat Mereka berdua terkejut.


"Lena!" ucap Tiara menoleh ke arah belakang nya. Lena tersenyum. "Maafin aku mengganggu, tapi aku juga mau mencuci." ucap Lena.


Mile Menghela nafas panjang. Tiara turun dari pangkuan nya. "Sekalian juga kamu menjemur kan pakaian om yang ada di dalam mesin itu." ucap Mile.


"Gak apa-apa, aku bisa mengerjakan nya sendiri." ucap Tiara. Mile menggeleng kan kepala nya. "Lihat kaki kamu sudah sakit seperti ini masih mau bekerja?" ucap Mile.


"Gak apa-apa Kok Tante, aku bisa mengerjakan nya sendiri. Ngomong-ngomong kok bisa luka seperti itu?" tanya Lena.


"Kamar mandi sangat licin, Tante sangat pusing sehingga kurang hati-hati, tapi kamu tidak perlu khawatir sudah lebih baik kok." ucap Tiara.


"Ya udah Tante sama Om keluar saja, aku bisa menyiapkan nya sendiri." ucap Lena. "Kamu serius gak apa-apa?" ucap Tiara.


"Om akan mengirimkan uang jajan ke rekening kamu." ucap Mile. Lena langsung tersenyum manis. "Gak apa-apa kok Tante." ucap Lena sambil tersenyum bahagia.


Mile membawa istri nya keluar dari sana. Lena langsung duduk di kursi. "Ya ampun om Mile terlihat sangat cuek sekali namun ternyata dia sangat Bucin." batin Lena, dia tidak bisa melupakan di mana Mile yang menatap Tiara dengan tatapan cinta.


Lena senyum-senyum sendiri membayangkan nya.


Mile dan Tiara berjalan ke dapur.


"Kamu masak Van?" tanya Tiara pada Vandi. Vandi menoleh ke arah Tiara. "Iyah Tan. Bibik sakit dia tidak bisa masak, jadi aku masak sarapan." ucap Vandi.


Mile langsung melihat masakan Vandi, mencicipi nya terlebih dahulu dan menambah sesuatu yang kurang.


"Coba cicip dulu." ucap Mile pada Vandi. dia langsung mencoba nya.


"Humm rasa nya enak banget Om." ucap Vandi. Setelah selesai mereka pun sarapan sama-sama.


Tidak beberapa lama mereka harus segera siap-siap ke rumah Pak Daniel.


"Saya akan mengantarkan kamu terlebih dahulu ke apartemen kak Rafi." ucap Mile pada Tiara.


"Kamu sudah telat ke rumah papah, nanti mereka marah karena menunggu terlalu lama." ucap Tiara.

__ADS_1


"Saya tidak bisa membiarkan kamu pergi begitu saja, saya akan mengantarkan kamu." ucap Mile. "Baiklah terserah kamu saja." ucap Tiara.


Mile mengantarkan Istri nya terlebih dahulu ke apartemen kakak nya.


"Aku masuk yah, kamu hati-hati. Sampai kan kata Maaf ku Belum bisa datang." ucap Tiara. Mile menganguk. Tiara keluar dari mobil.


Mile menurunkan kaca mobil nya. "Tiara!" panggil Mile. Tiara menoleh ke arah Mile dia mendekati pintu mobil Mile.


Mile meminta Tiara agar lebih dekat dengan nya. Tiara menuruti nya saja. Mile melihat ke arah Kiri dan kanan.


"Ada apa?" tanya Tiara bingung. Namun Mile tiba-tiba mencium bibir Tiara.


Tiara sangat terkejut sekali.


"Kabarin saya kalau kamu sudah pulang." ucap Mile. Tiara membulat kan kepala nya menatap suaminya.


"Bagaimana kalau orang melihat nya?" ucap Tiara. "Tidak ada orang di sini." ucap Mile. Tiara Menghela nafas panjang.


Dia juga membalas ciuman Mile di bagian pipi.


Kedua nya jadi sama-sama malu. "Aku Duluan masuk yah." ucap Tiara. Mile menganguk.


Tiara senyum-senyum sendiri masuk ke apartemen itu.


"Brakk!!!"


"Maaf-maaf, saya tidak sengaja." Ucap wanita yang tidak sengaja menabrak Tiara.


"Alisa?" ucap Tiara. Alisa kaget dia langsung menoleh ke arah Tiara.


"Kamu mau kemana? kenapa sangat terburu-buru? Dan kamu membawa semua barang-barang kamu." ucap Tiara.


Alisa diam. "Lihat aku." ucap Tiara.


Dia melihat Alisa menangis. "Kenapa kamu menangis? Apa yang terjadi?" tanya Tiara. Alisa Menggeleng kan kepala nya.


"Ada apa Alisa? coba bilang sama aku dulu." ucap Tiara.


"Aku sangat buru-buru Tiara." ucap Alisa dia pun meninggalkan Tiara begitu saja.

__ADS_1


Tiara kebingungan dia langsung masuk melihat kakak nya.


"Kak Rafi! Kak." panggil Tiara namun tidak melihat siapapun di depan.


Dia masuk ke kamar dan ternyata kakak nya Masih tidur.


"Kak Raffi!" panggil Tiara. Dia menepuk-nepuk membangun kan kakak nya dengan sangat keras.


"Ada apa Tiara? Kakak sangat ngantuk sekali." ucap Rafi.


"Alisa sudah pergi kak, dia membawa semua barang-barang nya sambil menangis, apa yang terjadi?" tanya Tiara.


Rafi langsung duduk. "Kamu ngomong apa?" ucap Rafi. "Alisa sudah pergi." ucap Tiara. Rafi melihat ke samping nya dan melihat lemari bahkan sepatu nya juga sudah tidak ada.


Dia berlari ke Depan. "Kakak mau kemana?" ucap Tiara mengejar ke depan. "Mau mengejar Alisa, dia pasti belum jauh." ucap Rafi.


"Percuma saja Kak, dia sudah pergi dari tadi." ucap Tiara. Rafi Menghela nafas panjang. Dia mengacak rambut nya dan duduk di sofa.


"Sebenarnya ada apa kak?" tanya Tiara.


"Kakak juga tidak tau. Kakak hanya mengatakan agar dia tidak perlu datang ke sini Dulu untuk sementara." ucap Rafi.


Tiara terdiam. "Seperti nya dia sedang pusing memikirkan ujung hubungan Kalian." ucap Tiara. Rafi terlihat sangat pusing sekali.


"Dan sekarang apa yang harus kakak lakukan?" ucap Rafi. "Aku juga tidak tau Kak, Tapi lebih baik kakak berbicara langsung kepada ibu dan Ayah." ucap Tiara.


"Tidak semudah itu Tiara." ucap Rafi. Tiara menghela nafas.


"Tidak ada juga jalan lain kak, emang nya kakak mau Enjel terlebih dahulu memberi tahu pada ibu dan ayah." ucap Tiara.


Rafi Menggelengkan kepala nya. "Sebelum Alisa meninggalkan kakak kembali ke kota nya, lebih baik kakak mencari keputusan kalau kakak benar-benar mencintai dia." ucap Tiara.


"Hari ini kakak ada kegiatan tidak? sebaiknya kakak kembali ke rumah dan aku yang akan melihat Alisa, kakak bisa percaya pada ku." ucap Tiara.


"Hari ini ibu dan ayah mengudang kakak untuk makan sama-sama di rumah." ucap Rafi.


"Makan bersama? Kenapa Ibu tidak mengundang ku juga?" ucap Tiara. Rafi Menggelengkan kepala nya.


"Huff seperti nya aku benar-benar tidak di anggap lagi, aku sudah di coret dari keluarga itu." ucap Tiara.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu berfikir seperti itu, justru lebih baik ibu tidak meminta mu ke rumah karena kakak tau mereka pasti akan terus menghakimi kamu." ucap Rafi.


"Kakak benar juga sih, ya udah kalau begitu kakak pergi saja rumah ibu dan Ayah, aku akan ke rumah Alisa." ucap Tiara.


__ADS_2