
Dia langsung memeluk suaminya. "Aku tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya, namun aku tidak ingin melukai perasaan suami ku, orang tua nya dan juga keluarga nya." batin Tiara.
"Ya Allah semoga saja rumah tangga ku baik-baik saja. Anak yang aku kandung baik-baik saja." batin Tiara.
Keesokan harinya Tiara dan ketiga Keponakan nya sedang berjalan di lorong mall itu. Semua mata tertuju kepada mereka.
Bodyguard di belakang mereka membuat mereka semakin menarik perhatian semua orang-orang termasuk pria-pria.
"Dari tadi semua pria itu menatap dan bersiul kepada Tante, Tante hari ini sangat cantik sekali." ucap Lena.
"Ssstt jangan berbicara seperti itu. Mereka hanya melihat Kalian bertiga saja." ucap Tiara. Lena tersenyum.
Tidak beberapa lama sampai di Butik pertama. Di sana tidak menemukan dress yang mereka suka. Tidak beberapa lama ganti ke Butik kedua di sana hanya ada dress Riska dan juga Lena.
Tiara dan juga Rika mencari ke tempat yang lain. Di mall itu tidak menemukan yang di sukai oleh nya.
"Bagaimana Kalau kita pindah saja, seperti nya tidak ada lagi di sini." ucap Tiara.
"Ya udah gak apa-apa Tante." ucap Lena. Mereka pindah ke mall yang cukup besar di kota itu.
Di Butik pertama Rika sudah menemukan dress yang begitu cantik. Sekarang giliran Tiara yang tak kunjung mendapat kan nya.
"Kalau kalian lelah tunggu saja di Cafe ini, Tante akan melihat ke Butik yang ada di sana." ucap Tiara. "Tante yakin?" ucap Lena.
"Iyah. Kamu tenang saja. Kalian minum di sini. Dari tadi pasti sudah sangat lelah berjalan." ucap Tiara. Mereka menganguk. Tiara meninggalkan mereka.
Setiba nya di Butik itu dia di sambut dengan sangat ramah. Dan ternyata di sana sangat banyak gaun dan juga pakaian pria yang sangat Bagus sekali.
"Cariin saya gaun yang Cocok dong mbak." ucap Tiara. Mereka langsung membawa gaun terbaik di Butik itu. Karena siapa sih yang tidak mengenal istri Mile.
Setelah beberapa lama akhirnya datang juga dia mencoba nya di ruangan ganti di bantu oleh karyawan nya.
Tiara mencoba gaun yang pertama sudah sangat Bagus sekali, dia sangat suka sekali.
"Gaun berwarna hitam sangat Cocok dengan kulit kamu yang putih." ucap Rino yang datang entah dari mana. Tiara menoleh ke arah Rino.
"Kamu kenapa bisa di sini?" tanya Tiara kaget.
"Saya tidak tau akhir-akhir ini kita sering bertemu yah, atau jangan-jangan kita berjodoh." ucap Rino.
__ADS_1
Tiara mau berbicara lagi-lagi di potong oleh Rino.
"Saya hanya bercanda." ucap Rino.
"Kamu mengikuti aku? Kamu membuat ku tidak nyaman, kalau karena uang pada saat makan aku akan membayar nya." ucap Tiara.
"Apa kamu serius? Kita bisa makan di Cafe dekat sini." ucap Rino. "Aku akan memberikan uang, kamu bisa pergi sendiri. Aku tidak mempunyai waktu karena aku harus memilih gaun. Lebih baik kamu keluar jangan mengganggu aku." ucap Tiara.
"Tapi mbak. Pak Rino adalah pemilik Butik ini." ucap karyawan. Tiara terdiam dia kaget.
"Saya minta maaf, saya tidak tau sebelum nya." ucap Tiara.
"Saya memilih ini saja mbak." ucap Tiara. Dia ingin cepat-cepat pergi dari sana.
Tiara memberikan kartu nya namun di Tolak. "Pak Rino bilang kalau ini gratis." ucap Karyawan.
"Apa? Gratis? Ini gaun mahal, saya takut Butik ini akan bangkrut." ucap Tiara.
"Kamu tidak perlu khawatir, karena memberikan gaun pada wanita cantik, dan juga anggun seperti kamu tidak pernah rugi." ucap Rino.
"Huff dasar pria buaya. Saya akan membayar ini, saya tidak ingin memiliki utang." ucap Tiara.
"Keponakan saya menunggu di lantai bawah." ucap Tiara.
"Kamu bisa Mengabari mereka kalau kamu sedang makan bersama teman kamu." ucap Rino.
Tiara tetap tidak mau.
"Baiklah kamu menemani saya makan, saya akan menerima uang kamu dan setelah itu kamu tidak memiliki utang apa pun. Agar hubungan kita juga baik-baik saja." ucap Rino.
"Baiklah kalau begitu." ucap Tiara. Rino tersenyum dia langsung berdiri.
"Mari ikut dengan saya." ucap Rino. Tiara mengikuti Rino ke Cafe.
"Kenapa kamu melewati Cafe ini? aku tidak ingin jauh-jauh." ucap Tiara.
"Di sini kurang enak, kamu ikut saja." ucap Rino. Tiara pun mengikuti nya. Setelah beberapa jauh berjalan sampai di restoran.
"Di sini?" ucap Tiara. Rino menganguk. Kali ini Rino tidak bertanya mau makan apa, namun dia langsung memesan makanan dan membawa Tiara makan di meja yang terletak di tengah.
__ADS_1
"Saya sangat suka makanan di sini. Walaupun sangat ramai sehingga berisik dan tidak nyaman tapi ini benar-benar sangat enak." ucap Rino.
"Aku meragukan nya." ucap Tiara. Rino tersenyum. "Kamu jangan cemberut seperti itu, semua orang akan mengira kalau kita bermasalah." ucap Rino.
Tiara menghela nafas panjang dia langsung tersenyum terpaksa.
"Nah itu kan tambah cantik. Apa saya bisa mengambil foto Kamu?" tanya Rino langsung mengarah kan Ponsel nya pada Tiara.
"Ini adalah privasi saya tidak suka. Kamu hanya mengajak saya makan, kamu membuat saya tidak nyaman!" ucap Tiara.
"Maafkan saya." ucap Rino meletakkan ponsel nya. Pesenan nya pun datang.
"Huff aku tidak suka apapun yang kamu pesan, aku tidak mau Makan." ucap Tiara. "Kamu coba ini deh." ucap Rino memberikan daging yang di panggang pada Tiara.
Tiara kaget karena Rino menyuapi nya.
"Aku bisa sendiri." ucap Tiara.
"Jika saya yang menyuapi nya rasa nya sangat enak. Dua kali lipat rasa nya." ucap Rino.
Tiara sudah malu si lihatin orang-orang karena mereka berdua tidak berhenti berbicara.
Tiara memakan nya dengan cepat.
"Humm rasanya cukup enak." batin Tiara.
"Bagaimana enak tidak?" tanya Rino. "Tidak!" ucap Tiara namun sumpit nya malah mengambil daging yang di bagian Rino.
"Cepat panggang kak lagi untuk ku." ucap Tiara. Rino tersenyum.
"Baik-baik lah. Saya akan memanggang untuk kamu." ucap Rino. Tiara makan begitu lahap.
Tampa sadar dia tertawa karena lawakan Rino. Rasa kesalnya hilang karena Rino selalu bertingkah yang membuat nya tidak canggung.
Bahkan orang yang melihat mereka senyum-senyum.
"Mbak tolong tambah satu gelas lagi jus alpukat nya." ucap Rino. Tidak beberapa lama datang.
"Jus buah ini sangat bagus ini juga enak, kamu harus mencoba nya." ucap Rino. "Aku tidak suka, aku juga sudah kenyang." ucap Tiara.
__ADS_1
"Kamu harus mencoba nya." ucap Rino langsung mengarahkan ke mulut Tiara. Melihat wajah Rino tersenyum membuat dia akhirnya minum.